
Setelah drama Nichole dan Lexy tadi saat hujan deras kini Nichole sudah tertidur di kamar.Dave masuk ke dalam kamar Nichole ia melihat adik sepupu nya itu sedang tidur memakai kemeja Lexy yang kebesaran.Dave duduk di tepi ranjang, dipandang nya wajah Nichole yang sembab akibat terlalu lama menangis.
Dave sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini terhadap Lexy dan Nichole. Namun kejadian tadi yang ia lihat membuat Dave sangat kecewa kepada sahabat nya itu.
" Maafin gue dek,ini semua demi kebaikan lo sama keponakan gue" gumam Dave lirih sambil menyelimuti Nichole.
Setelah itu ia pun meninggalkan kamar Nichole,nampak Stella sedang menggendong Kai didepan pintu.
" Kamu nungguin aku?" tanya Dave sambil mengambil alih menggendong Kai.
" Ayo tidur udah malem" ajak Stella memeluk pinggang suaminya.
Mereka pun masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Keesokan harinya di kediaman keluarga Smith
Dave,Stella dan Nichole sedang menikmati sarapan mereka,lebih tepatnya lagi hanya Stella dan Dave yang menikmati.Nichole dari tadi hanya mengaduk-aduk makanan nya seolah tidak berselera.
Dave yang memperhatikan tingkah adiknya hanya menggeleng kan kepalanya,lain halnya dengan Stella ia sangat khawatir akan kehamilan Nichole.
" Lo kalau nggak makan kasian tau anak lo" ujar Stella seraya memasukkan nasi goreng nya ke dalam mulut.
" Gue pengen makan bareng Lexy" ujar nya datar.Entah kenapa semenjak galau mantra sakti Nichole sudah tidak pernah terdengar.
Dave berdecak kesal," CK..cowok yang masih memiliki masa lalu yang belum selesai masih kamu harepin" sahut Dave sambil menggelengkan kepalanya.
" Kakak lebih suka Leon, lo tau walaupun dia anak bangsawan tapi dia bisa mendirikan perusahaan sendiri" puji Dave kepada calon ipar impian nya itu.
" Kak lo kenapa dulu enggak nikah sama tuan Kim Ha Joon aja dia kan lebih segalanya juga dari kakak gue" kini Nichole memutar balikkan menyindir Dave.
__ADS_1
Dave membelalakkan matanya,ia ingin marah namun amarahnya mereda saat Stella menggenggam tangan nya lalu tersenyum.
" Karena aku mencintai kakak mu ini"ucap Stella tersenyum seolah ia tau maksud ucapan Nichole.
" Nah gue juga gitu,gue cinta nya sama Lexy bukan nya sama Leon kak ngerti kan sekarang" Nichole kini melipat tangannya di depan dada lalu ia mengerucutkan bibirnya seolah sedang memasang mode merajuk kepada kakak nya.
" Beda nya gue nggak selingkuh dari Stella" kilah Dave membela.
" Lexy juga nggak selingkuh kak,si cewek uler itu aja yang udah rencanain ini semua" sambung Nichole yang tidak lelah berdebat dengan Dave.
" Lagian kakak juga pernah kan ngerasain rasanya berjauhan dari kak Stella sama anak kakak dulu..enak nggak rasa nya" cerocos Nichole ketus.
Stella yang mendengar perdebatan diantara kedua kakak beradik sepupu itu jengah,ia memilih meninggalkan meja makan menuju kamar putra nya.
" Kalau bokap gue sama bokap lo tau pasti mereka juga nggak akan terima ini apalagi ide gila lo yang nikah sandiwara sama Lexy biar apa coba" Dave tak kalah ketus dengan Nichole.
" Itu kan awalnya kak, sekarang gue sama Lexy saling mencintai bahkan udah ada buah cinta kami di perut gue" ucap Nichole tersenyum lalu mengusap perut nya yang masih rata.
" Eit..kita belum selesai kak,gue mau ketemu Lexy " pekik Nichole kesal sulit sekali membujuk manusia kulkas satu itu.
" Nanti kalian bakal ketemu di pengadilan" sahut Dave lalu meninggalkan Nichole yang tercengang.
" Lo beneran gila kak" teriak Nichole tidak terima.
Walaupun hubungan mereka hanya sepupu namun mereka saling menyayangi layaknya adik kakak kandung.Wajar saja Dave membela Nichole mati-matian ia tidak ingin Nichole sakit hati kedua kalinya.
Hari ini Dave dan Stella sedang bersiap untuk keberangkatan mereka ke London.Mereka akan memulai hidup di sana bersama Kaivan. Dave akan meninggalkan kafe - kafe nya kepada orang kepercayaan nya, karena Nick sudah menikah dan kini sudah menetap di Korea. Oleh karena itu sedari kemarin Dave memerintahkan Jason yang mengurus kafe- kafe Dave, dan Dave hanya tau beres.
Dave pun membantu Nichole untuk berkemas, Nichole kesal dengan keputusan Dave yang akan membawa nya kembali ke London.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju London Nichole terus saja menangis.Namun tangis nya seketika berhenti saat ia melihat jalan yang mobil Dave lalui bukan menuju bandara melainkan menuju mansion Adhitama.
" Kak? " tanya Nichole seakan meminta jawaban dari sang kakak.
Dave mengulum senyum lalu mengusap lembut puncak kepala adik sepupu nya itu dari kursi kemudi.Stella yang duduk di samping Dave ikut tersenyum ke arah bangku belakang tempat Nichole duduk.
" Berbahagialah, inget kalau Lexy macem-macem lagi sama lo bilang sama gue, " ucap Dave dengan wajah serius nya.
Nichole pun membungkukkan badannya untuk memeluk kakak sepupu nya itu.Lalu berganti memeluk Stella yang sedang memangku Kaivan.
" Makasih kak, gue sayang kalian, " ucap Nichole.
" Udah sana masuk, bilangin ke tante Erika gue nggak bisa mampir. Pesawat nya bentar lagi take off, " jelas Dave.
" Oke.. kalian hati- hati ya, " ucap Nichole lalu keluar dari mobil.
Nichole melambaikan tangannya, Dave pun melajukan kembali mobilnya menuju bandara.Tak lupa ia mengabarkan Keenan bahwa ia akan berangkat hari ini dan tidak sempat mampir ke mansion.
Kepulangan Dave dan keluarga ke London di percepat karena kesehatan Andrew Smith menurun sehingga Dave harus cepat menggantikan nya.
Beberapa jam kemudian kini Dave sudah berada di dalam pesawat.Nampak Kaivan sangat antusias saat melihat pemandangan dari atas awan.
Sebelum berangkat mereka sempat mendengar kabar kalau Lexy kecelakaan. Mereka belum sempat menghubungi Lexy karena mereka harus segera berangkat.
" Aduh gimana keadaan Lexy ya? aku jadi khawatir, " ucap Stella.
" Tenang aja dia pasti nggak akan apa- apa, " ujar Dave sambil mengelus punggung tangan istri nya.
" Kamu sih tega bener sama ipar sendiri. " ucap Stella sambil mengibaskan tangannya di depan mata.
__ADS_1
" Aku terlalu menyayangi adikku, walaupun kami hanya sepupu namun kami besar bersama. Nanti juga aku yakin anak- anak kita pun akan seperti itu kepada anak-anak Nichole, Alexa atau Jonas. " ucap Dave.
" Iya suami ku. " ucap Stella mengusap lengan kekar suaminya.