Project Cinta 100 Hari

Project Cinta 100 Hari
Drama Seblak


__ADS_3

Malam hari nya Stella dan Ha Joon sedang menikmati makan malam di restoran terkenal di Seoul.Ha Joon menyiapkan berbagai makanan untuk Stella namun diantara semua makanan yang Ha Joon siapkan tidak ada satu pun makanan yang disukai Stella.Sungguh sangat berbeda dengan Dave yang begitu hafal apa yang disukai Stella.


Stella merasa Ha Joon seperti orang lain baginya namun hanya gelang itu yang ia ingat dan seingat nya pemilik gelang itu adalah my baby bear nya.


" Waeyo?" (kenapa)tanya Ha Joon sambil menikmati makan malamnya.


" Aku nggak laper oppa" jawab Stella lirih padahal saat ini perut nya sedang berdemo minta di isi ulang.


" Jinja?" tanya nya lagi.


Stella mengangguk," Aku pengen seblak" bisik Stella di telinga Ha Joon.


" What?? seblak?makanan apa itu?" tanya Ha Joon kebingungan.Pasalnya di Korea tidak ada seblak dan saat di Indonesia pun Ha Joon tidak tahu akan makanan tersebut.


Stella cemberut ia mengerucutkan bibirnya lalu menghela nafas panjang.


" Entah kenapa tunangan ku seperti nya tertukar" batinnya menggerutu.


Akhirnya dengan sangat terpaksa Stella mencoba memakan hidangan yang ada di karenakan perutnya sudah mulai konser sedari tadi.


Tidak ada makan malam romantis tidak ada debaran atau kesenangan bagi Stella saat bersama Ha Joon berbeda saat ia bersama Dave.


Setelah selesai makan Ha Joon mengantar Stella kembali ke rumah.Seperti biasa ia tidak pernah mampir bertemu dengan calon mertuanya dikarenakan ia selalu saja sibuk.

__ADS_1


Saat Stella masuk ke dalam rumah semua orang sudah tertidur terkecuali Dave yang sedang menonton tv sambil meminum kopi.


Stella kini duduk di samping Dave,Dave melihat ke arah Stella yang sedari tadi cemberut menekuk wajahnya.


" Kenapa bete gitu? bukan nya abis kencan ya" goda Dave padahal hatinya sedang panas.


" Kencan apa nya dia berbeda dengan dia waktu kecil" Stella menggerutu.


Dave hanya tersenyum kembali menyesap kopi nya.


" Dave, kenapa kamu minum kopi malam-malam?nanti kamu susah tidur" sahut Stella merebahkan dirinya di atas sofa panjang.


" Aku sulit tidur semenjak berjauhan dari wanita yang kucintai" ujarnya santai.


" Memang dia kemana?" tanya Stella kepo.


Stella mengernyitkan keningnya," Kekasih mu tersesat kenapa nggak kamu cari malah kamu diem disini?" tanya Stella penuh selidik.


Sebenarnya Stella kepo ia ingin tau seperti apa wanita yang sangat dicintai Dave.


" Karena aku percaya dia akan tau arah pulang".


Stella diam ia pandangi wajah tampan Dave dengan hidung mancung kulit putih dan bibir yang manis.Oh astaga Stella menepuk keningnya ia tepis pikiran aneh yang berkelana diotaknya.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara perut Stella yang kelaparan karena ia tadi hanya makan sedikit.


Kriukk ...kriuukk


Dave tertawa sedang kan Stella kini sedang menahan malu.


" Kamu laper?" tanya Dave.


" Pengen seblak" gumam Stella lirih namun terdengar oleh Dave.


" Ayo kita cari apakah ada bahan nya di dapur" sahut Dave lalu beranjak dari tempat duduk melenggang ke arah dapur Stella ikut mengekori Dave.


Setelah beberapa menit mencari bahan akhirnya Dave menemukan bahan-bahan yang bisa dibuat untuk seblak versi seadanya.Stella tercengang melihat Dave yang begitu cekatannya mengolah makanan didepan nya.Dave nampak semakin tampan dan seksi kini, tiba-tiba Stella tersenyum sendiri membayangkan ia bisa memeluk Dave dari belakang.


Lima belas menit berlalu seblak versi seadanya sudah ada dihadapan Stella.


" Maaf ya karena bahannya terbatas jadi seblak nya pakai mie ramyeon" ujar Dave lalu mengambil kan mangkuk kecil untuk Stella beserta sendok dan sumpit.


Stella mencicipi seblak buatan Dave ia terkejut merasakan seblak ini sangatlah lezat.


" Daebakk mashitda ..neomu mashitda( keren ini sangat enak)" ujar Stella disela- sela makan nya.


Dave tersenyum," Habiskan".

__ADS_1


" Kamu nggak mau Dave?ini banyak banget" ucap Stella dengan mulut yang penuh.


Dave yang tergiur melihat Stella makan ia pun ikut menyicipi seblak itu.Tanpa terasa mereka menikmati makan berdua bahkan sampai berebut.Sungguh pemandangan yang indah bagi Stella tidak perlu restauran mewah atau makan mewah untuk membuat suasana romantis.Dengan Dave hanya memakan makanan sederhana saja bisa membuat suasana sedamai dan se indah ini.


__ADS_2