Project Cinta 100 Hari

Project Cinta 100 Hari
Aku mencintaimu Kang Hyemi


__ADS_3

Krystal memicingkan matanya menatap Hyemi penuh curiga, pasalnya blackcard Hyemi sedang disita oleh uncle Nick namun kini gadis itu dapat membeli barang - barang branded yang harga nya sangat lah mahal. Ia pun tahu Hyemi baru saja bekerja, namun tidak mungkin Hyemi baru saja bekerja sudah mendapatkan uang sebanyak itu.


" Dari mana kau mendapatkan uang? " tanya Krystal selidik.


" Aku habis merampok pria pengecut. " jawab Hyemi santai.


" Pria pengecut? " tanya Krystal.


Akhirnya Hyemi pun menceritakan kejadian beberapa tahun yang lalu tentang nya dan Tian Yu.Krystal begitu marah mendengar cerita dari Hyemi, ingin rasanya ia memukuli pria bajingan itu. Krystal ingin memarahi Hyemi yang mau saja digoda oleh pria brengsek itu.


" Siapa nama pria itu? " tanya Krystal dengan nada dingin.


" Tian Yu. " jawab Hyemi.


" Tian Yuze maksud mu? " tanya Krystal meyakinkan.


Dylan yang sedang minum di dapur apartemen yang dekat dengan ruang tamu mendadak tersedak mendengar ucapan Hyemi.Dylan sempat mendengar cerita Hyemi saat ia melewati mereka tadi. Ia tidak menyangka sahabat nya lah pria brengsekk yang di maksud Hyemi.


" Chagi!! kau dengar sahabat mu si playboy itu mencampakkan sahabat ku. " ucap Krystal saat Dylan ikut bergabung dengan mereka.


" Rasa nya merampok nya saja belum cukup untuk menebus dosa nya. " sambung Krystal emosi.


" Bagaimana kalian bisa saling mengenal? " tanya Dylan.


Krystal pun menceritakan semua yang Hyemi cerita kan pada nya, termasuk alasan Tian Yu yang meninggalkan Hyemi. Dylan pun ikut marah, ia tidak menyangka Tian Yu bisa sebejad itu.


Hyemi pun pamit pulang ke apartemen nya setelah banyak bercerita kepada sepasang suami istri itu.


Keesokan hari nya Hyemi sudah berada di meja kerja nya.Pagi ini Tian Yu sudah datang terlebih dahulu membuat semua orang merasa aneh dengan bos mereka yang tidak biasa nya datang pagi.

__ADS_1


" Sweetie.. kamu sudah sarapan? " tanya Tian Yu ramah.


" Hmm. " Hyemi menjawab dengan deheman.


" Temani aku makan, please. " rengek Tian Yu tidak tahu diri.


" Tuan, saya sudah bilang hubungan kita hanya sekedar bos dan sekertaris nya saja.Jadi saya mohon jangan melewati batas. " tegas Hyemi.


Tian Yu menghela nafas panjang, dosa nya begitu besar sehingga membuat hati Hyemi membeku. Sepanjang hari ini keduanya bekerja dengan serius, walaupun terkadang Tian Yu selalu mencuri pandang kepada Hyemi namun Hyemi tidak pernah menanggapi nya.


Saat jam makan siang pun Hyemi memilih makan siang bersama Tao yang sengaja menjemputnya untuk makan siang di luar. Tian Yu merasa harapannya semakin pudar, bukan hanya maaf saja yang sulit ia dapat.Namun hati Hyemi pun kini sulit digapai.


Malam hari nya Hyemi di hadang para preman jalanan saat berjalan menuju apartemen nya. Hyemi merasa ketakutan, tubuhnya bergetar.


" Ku mohon bantu aku Tuhan. " ucap Hyemi frustasi ia mencoba menelepon Krystal namun ponselnya tiba-tiba terjatuh.


Preman itu hendak mendekati Hyemi namun tiba-tiba seseorang menendang preman itu. Hyemi merasa senang saat ia melihat Tian Yu datang menolong nya.Tian Yu yang kebetulan berjalan mencari angin tidak sengaja melihat preman yang sedang mengganggu seorang wanita, Tian Yu semakin terkejut kala melihat wanita itu ialah gadis yang ia cintai.


bugh


bugh


Tian Yu pun mengajar preman itu satu persatu, Hyemi mengambil ponsel nya yang terjatuh lalu menghubungi Tao.Salah satu preman memegang Hyemi, ia menarik Hyemi. Tian Yu sontak berhenti menghajar para preman itu.


"Jangan kau apa - apakan dia, kalian ambil apapun milikku tapi jangan dia. " ucap Tian Yu sambil menatap Hyemi yang ketakutan.


" Kalau begitu kali ini kau jangan melawan, aku sudah tidak ingin wanita ini. Aku ingin menghajar mu yang berani ikut campur dengan kesenangan ku. " ucap preman itu.


" Baiklah.. terserah mau kalian apakan aku tapi lepaskan dia. " ucap Tian Yu pasrah.

__ADS_1


Hyemi menangis mendengar ucapan Tian Yu.


" Siapa gadis itu sampai kau rela mati demi nya? " tanya preman itu sambil mencengkram wajah Tian Yu.


" Aku memiliki dosa besar pada nya, walaupun aku mati sekalipun tidak akan bisa menebus dosa ku. " ucap Tian Yu.


Paga preman itu pun memukuli Tian Yu bergantian, Hyemi menangis histeris melihat Tian Yu di pukuli seperti itu. Bukan kah ini yang ia inginkan? tidak? jauh di lubuk hatinya Hyemi begitu sakit melihat Tian Yu rela di pukuli demi nya.


" Tidak.. hentikan!! dia bisa mati, ku mohon hentikan. " teriak Hyemi. Jalanan kota London saat ini begitu sepi apalagi hujan kini mengguyur mereka yang masih berada di luar rumah.


" Kalau aku mati sekarang yang pasti kau tahu Kang Hyemi aku begitu mencintaimu. " ucap Tian Yu bersamaan dengan robohnya diri nya ke jalanan.


Tak lama kemudian bala bantuan datang Tao dan Dylan datang membawa polisi.Hyemi yang kini sudah tidak di pegangi preman itu pun berlari menuju Tian Yu yang terkapar di jalan.Darah segar mengalir di setiap tubuh pria itu, bahkan wajah tampan pujaan setiap wanita kini tidak terlihat.


" Bodoh kau bodoh Tian Yuze. " sentak Hyemi lalu memeluk Tian Yu.


Tian Yu terkekeh mendengar ucapan Hyemi, " Sepertinya aku memang harus mati dulu baru kau mau memelukku seperti ini. " ucap nya lirih.


" Katakan kau masih mencintai ku? " ucap Tian Yu terbata.


" Iya bodoh aku ini wanita bodoh yang masih saja mencintai pria brengseek seperti mu.Oleh karena itu kau jangan mati. " bentak Hyemi. Namun tiba-tiba Hyemi terkejut saat mata Tian Yu mulai terpejam.


" Tidak?! kau tidak boleh mati.. " jerit Hyemi sedih.


Tao dan Dylan menghampiri mereka, " Tidak!! dia tidak boleh mati. " tangis Hyemi pecah.


Tao memeriksa denyut nadi Tian Yu, " Dia masih hidup, ayo kita bawa dia ke rumah sakit. " ucap Tao lalu membawa Tian Yu ke mobil dibantu Dylan.


Mereka pun kini sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sepanjang jalan Hyemi terus menangis, ia takut kehilangan Tian Yu. Ia terus memeluk Tian Yu tidak peduli darah Tian Yu mengotori pakaiannya.

__ADS_1


.........


__ADS_2