Project Cinta 100 Hari

Project Cinta 100 Hari
Saling cemburu


__ADS_3

Dave mengejar Stella yang merajuk setelah berhasil mengejar ia menarik Stella dalam dekapan nya.Ia hujani Stella dengan banyak kecupan mesra tidak peduli di tempat umum dan disaksikan banyak orang.


" Ish kamu ini liat di liatin banyak orang" rengek Stella mencubit pinggang Dave.


Dave terkekeh, " Biarin biar nggak ada yang natap aku lagi biar mereka tau aku itu punya kamu" ucap Dave yang mana membuat hati Stella meleleh.


Bagai ada jutaan kupu-kupu sedang berkeliling menggelitik di perut nya Stella sangat bahagia mendengar ucapan Dave.Dave yang asalnya begitu dingin kepada nya kini begitu banyak memberi cinta untuk nya.


Kini mereka sudah masuk ke dalam mobil Dave mencium lembut bibir manis Stella yang sudah menjadi candu baginya.Apalagi saat Stella kemarin amnesia ia begitu frustasi tidak bisa merasakan bibir manis itu.


Setelah selesai bertukar saliva Dave menjalankan mobilnya membelah jalanan kota Jakarta.Kini tujuan mereka selanjutnya mengambil cincin pernikahan yang mereka pesan tempo hari.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di toko berlian terbesar di Jakarta.Para karyawan menyambut Dave dan Stella lalu membawa nya menuju ruang VIP untuk menunjukkan pesanan khusus yang Dave pesan.


Stella terkejut ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia melihat dua cincin berlian yang satu untuk pria dan yang satu untuk wanita dengan ukiran nama mereka di balik cincin tersebut.


" Omo Dave yeppeo, jinja yeppeo " (bener- bener cantik) ucap Stella masih tidak percaya diperlakukan se spesial ini oleh Dave.


" Kamu suka? " tanya nya.


" Ya aku suka chagiya " jawab Stella sambil mengulum senyum.


Setelah selesai mereka pun membawa cincin tersebut lalu keluar dari toko.Tiba-tiba Dave teringat sesuatu ia kembali masuk ke toko karena ada sesuatu yang tertinggal, sebelum itu ia menyuruh Stella untuk masuk ke dalam mobil lebih dahulu.


Saat hendak menuju mobil tiba-tiba Stella menabrak seseorang sehingga ia hampir saja terjatuh namun untungnya pria itu berhasil menahan pinggang Stella.


Pria itu takjub memandang wajah cantik Stella, Stella yang menyadari itu segera berdiri lalu membungkukkan badannya.

__ADS_1


" Maaf aku nggak sengaja" ucap Stella.


" Nggak apa- apa" jawab pria itu.


Dave yang melihat kejadian itu sedari tadi ia mengepalkan tangan nya. Ia melupakan niat nya kembali ke dalam toko lalu keluar menghampiri Stella.


" Nama kamu siapa? " tanya pria itu sambil mengulur kan tangan nya.


Namun sebelum Stella menjawab tangan pria itu segera ditepis oleh Dave. " Maaf dia istri ku" ucap Dave ketus.


Pria itu tersenyum kecut lalu menarik kembali tangannya.Stella tersenyum melihat Dave yang terlihat sangat cemburu.Stella sangat bahagia melihat Dave yang cemburu karena cemburu tanda dari cinta.


" Maaf kalau begitu saya permisi" pamit pria itu lalu pergi meninggalkan Dave dan Stella yang akan memasuki mobil.


" Sayang banget udah ada yang punya padahal dia cantik banget" batin pria itu.


" Chagi kamu marah? " tanya Stella.


Dave masih diam tak bergeming ja lebih memilih menyalahkan mesin mobil lalu melajukan nya membelah jalanan kota.


" Tadi kecelakaan sayang nggak sengaja" lanjut Stella lagi yang ternyata cemburu nya Dave menyeramkan.


" Sepertinya aku harus cepat-cepat menikahi kamu, baru lepas penghalang si manusia sipit sekarang udah ada yang nempel lagi" cerocos Dave dengan nada ketus.


Oh astaga


" Chagi kamu tau aku itu udah pasti milik kamu, kamu nggak liat saham terbesar kamu udah ada diperut aku" ucap Stella sambil membusungkan perut buncit nya.

__ADS_1


Dave terkekeh mendengar ucapan Stella tentang saham ia yang tadi nya ingin marah kini malah ingin membawa Stella yang menggemaskan ke kamar.Oh astaga rasa nya Dave sudah tidak bisa menahan lagi.Bersama terus dengan Stella membuat adik kecil nya terus saja meronta-ronta.


" Jangan marah lagi ya, saranghae " ucap Stella tersenyum sambil memberikan finger love kepada Dave.


Hati Dave meleleh oleh sikap menggemaskan Stella, Stella sangat tau bagaimana caranya membuat Dave berhenti marah.


Setelah menempuh dua puluh menit berkendara kini Dave dan Stella sudah sampai di kafe. Kafe yang memiliki sejarah perjumpaan nya dengan Stella pertama kali. Kafe yang memiliki banyak kenangan indah bersama Stella.


Di ruangan VIP kini sudah di hias secantik mungkin untuk acara makan malam mereka.Stella merasa senang Dave begitu banyak memberinya cinta.Dave mendorong salah satu kursi mempersilahkan Stella untuk duduk. Setelah itu kini ia yang duduk lalu ia menuangkan minuman untuk Stella.


Karena Stella sedang mengandung Dave menuangkan jus favorit Stella dan Wine untuknya.Makanan pun kini sudah tersaji alunan musik romantis mengiringi makan malam mereka.


Sungguh Stella merasa diperlakukan seperti ratu hari ini oleh Dave.Rasanya bagaikan ada jutaan kembang api sedang bersorak di dalam diri Stella. Kalau bisa Stella ingin berjingkrak jingkrak atau berguling-guling di jalanan saking senangnya.


" Tadi nya aku mau kasih kamu kalung tapi karena liat kamu dipeluk cowok tadi jadi lupa kan mau beli nya" ucap Dave sedikit ketus sambil mengiris daging Steak yang tersaji.


" Nggak apa-apa sayang, ini aja udah buat aku seneng banget. Makasih buat hari ini aku bahagia banget" jawab Stella antusias.


" Apapun buat kamu dan anak kita sayang" ucap Dave lalu mengelus perut Stella yang sedikit membuncit.


" I love you Dave Smith" ucap Stella lalu mengecup singkat bibir Dave.


" I love you more Stella Jung " ucap Dave lalu mencium bibir manis Stella. Kini bibir mereka saling bertautan saling bertukar saliva.


Mereka berciuman seolah melupakan para pemain musik yang sedang mengiringi makan malam mereka. Benar cinta memang gila cinta bisa melupakan segala nya.


Malam ini malam yang indah bagi keduanya, makan malam romantis dengan musik yang mengiringi menambah kesan romantis bagi mereka.

__ADS_1


__ADS_2