Project Cinta 100 Hari

Project Cinta 100 Hari
Pengantin nya ada di sini


__ADS_3

Di atas Namsan Tower seorang pria blasteran tampan dengan penampilan yang acak-acakan sedang duduk di pojokan.Ia sedang meratapi nasib ditinggal nikah pas lagi sayang sayang nya.Ngenes kan?itulah yang kini dirasakan oleh Dave.


Ingin rasanya ia mengulangi waktu di mana Stella mengejar cintanya dulu. Ingin rasanya ia memperbaiki semua nya dari awal.Namun kini ia sudah terlambat Stella sudah di miliki orang lain.Andai kan dia dulu sempat mengikat Stella dengan status mungkin saja hal ini tidak akan terjadi padanya.


Tiba-tiba Dave dikejutkan oleh sepasang tangan melingkar di perut nya.Ia menoleh melihat kebelakang seorang wanita sedang tersenyum kepadanya.Seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat Dave berkali-kali menepuk pipinya.Berharap ini bukan mimpi, gadis yang ia cintai kini ada di hadapannya.


Dave merasa kesakitan ini berarti nyata Stella yang ada di depannya nyata bukan mimpi.Namun mengapa ia berada di sini mana mungkin acara pesta nya cepat berakhir melihat sang mentari baru saja hendak pamit dari tempat nya.


" Waeyo?" tanya Stella bingung melihat Dave tercengang seperti yang tidak suka akan kehadiran nya.


" Ini beneran kamu? terus acara pernikahan nya gimana kalau pengantin wanita nya di sini" ucap Dave bingung.


Stella terkekeh mendengar ocehan Dave yang sangat menggemaskan.Tadi ia melihat Dave begitu bersedih namun kini ia malah terkejut melihatnya ada di hadapannya.


" Bagaimana bisa kalau pengantin pria nya ada di sini" sahut Stella lalu menggulum senyum semanis mungkin mengalahkan gula sekilo.


Dave masih tidak paham dengan ucapan Stella namun sedetik kemudian ia berhambur memeluk lalu mencium puncuk kepala Stella.


" Kami udah inget aku sayang?" tanya Dave setelah mengurai pelukkan nya.Ia tangkupkan kedua tangannya di pipi Stella.


" Iya sayang aku inget semua,maafin aku sempat lupa sama kamu" ucapnya tanpa terasa air mata nya lolos begitu saja membasahi pipinya.


Dave pun ikut menitikkan air mata,bukan air mata kesedihan namun air mata bahagia.Bagaimana tidak kekuatan cinta mereka bisa membuat mereka yang sempat terpisah kembali bersama.Cinta yang sempat tersesat menemukan jalan pulang nya.



" Kamu enggak salah,andai aku lebih cepat ngelamar kamu ini semua nggak akan terjadi" ujar nya lirih.


Dave mengecup bibir Stela namun kecupan itu kini berubah menjadi ciuman.Kedua bibir mereka saling bertautan seolah meluapkan rasa rindu yang mereka pendam selama ini.


Keduanya berpelukan setelah selesai saling bertukar saliva.


" Lalu bagaimana mana dengan keluarga mu dan keluarga Ha Joon?" tanya Dave lagi yang penasaran dengan ending batal nikah nya mereka.


Stella mengangkat kedua bahunya," Entah lah aku langsung berlari nyariin kamu saat ingatan aku kembali".


" Ternyata lagu itu benar-benar membuat kamu menemukan jalan pulang" ucap Dave tersenyum.

__ADS_1


Stella kembali memeluk Dave sangat erat seolah takut berjauhan lagi dengan ayah si bayi.


" Saranghae" ucap Stella.


" Nado saranghaeyo" balas Dave lalu mengecup kening Stella.


Keduanya kini sedang menikmati masa kebersamaan nya setelah lama saling berjauhan.


Dave memeriksa ponselnya ia melihat banyak panggilan tidak terjawab dari Nick.Karena takut ada sesuatu yang sangat penting Dave kembali menelepon Nick.


Sekali tidak ada jawaban,dua kali pun sama dan ketiga kalinya baru panggilan tersambung.


Terdengar suara Nick yang ngos-ngosan seperti sedang berlari maraton.


" Apaan sih bos?" tanya Nick dengan suara yang Dave hafal betul asistennya sedang apa.


Dave memutar kedua bola matanya," Gue lagi sedih sempet sempet nya lo iya iya an" ejek Dave.


" Kan pernikahan batal bos jadi misi gue udah selesai tinggal misi gue yang satu ini belum beres udah ya bye" tanpa ba-bi-bu Nick memutuskan sambungan telepon.


" Dasar asisten lucknut" pekik Dave.


" Enggak apa-apa sayang" ujar Dave.


Setelah beberapa jam mereka habiskan masa kencan mereka di Namsan Tower kini mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah Stella.Sepanjang perjalanan tangan mereka saling menggenggam seolah takut terpisah kan lagi.


Tak lama kemudian kini keduanya sudah sampai di depan rumah Stella.


Dave keluar dari mobil membukakan pintu mobil untuk Stella.Stella yang melihat perubahan sikap Dave merasa amat senang, seperti mimpi ia seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Keduanya sudah masuk ke dalam rumah,nampak oemmoni dan appa nya Stella sedang duduk di sofa menunggu kedatangan mereka.


" Mianhae oemmoni mianhae appa" ucap Stella meminta maaf kepada kedua orang tua nya.


Ayah Stella hanya bisa menghela nafasnya kasar," Anj-euseyo ( duduklah)" ujar ayah Stella menyuruh Dave duduk di hadapannya.


Dave dan Stella pun kini sudah duduk di hadapan kedua orang tua Stella seperti sedang menghadiri sidang mereka kini nampak gugup.

__ADS_1


" Saya merestui kalian tapi apabila kamu Dave menyakiti putri ku akan aku ambil kembali putri ku dan cucu ku.Kupastikan kamu nggak akan bisa ketemu dia lagi" ancam Ayah Stella.


Dave pun mengangguk," Tentu saja appa Dave pasti akan selalu menjaga Stella dan anak kami" ujar Dave lalu menyalami kedua orang tua Stella.


Malam semakin larut kini mereka memutuskan untuk istirahat,Dave pun kembali di beri izin untuk tinggal di rumah Stella.


Saat hendak melangkah masuk ke kamar Stella langkah nya terhenti saat Stella menghadang nya di depan pintu.


" Kamu mau kemana?" tanya Stella sambil bersidekap dada.


" Tidur lah sayang" ucap Dave lalu hendak masuk lagi namun dihalangi Stella.


" Kamar kamu kan yang itu" ujar Stella menunjuk kamar sebelah nya.


" Kan kamu sekarang udah inget aku lagi sayang ngapain kita pisah" jelas Dave.


" Kamu nggak kasian sama aku udah lama banget puasa" imbuhnya lagi dengan mengkerucut kan bibirnya.


" Tunggu kita nikah dulu baru kamu bebas mau apa aja sama aku" ucap Stella yang mana langsung mendapat cibiran dari Dave.


Dave akhirnya pasrah ia berjalan menuju kamar sebelah dengan menghentakkan kakinya seolah sedang merajuk.


Sebelum masuk ke dalam kamar Dave kembali mendekati Stella lalu mencium bibir Stella.


" DP dulu ya sayang" ucap nya dengan kerlingan di mata nya. Lalu masuk ke dalam kamar,Oh my God kenapa Dave si kulkas menjadi titisan si Jonas yang genit.


Malam ini keduanya tidur dengan perasaan yang amat bahagia, walaupun belum bisa tidur sekamar.Namun kini mereka sudah tidak ada benteng yang akan memisahkan mereka lagi.


Keesokan harinya kini mereka sedang berada di meja makan sedang menikmati sarapan.


" Jadi kapan kalian akan kembali ke Indonesia?" tanya Ayah Stella.


" Lusa kayak nya appa" jawab Dave sambil membersihkan sisa makanan di mulutnya dengan serbet.


Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara seorang yang sangat familiar.


" Andwae ( tidak bisa) Stella harus ikut aku" ucap Ha Joon saat memasuki rumah.

__ADS_1


Semuanya terkejut melihat Ha Joon yang datang dengan wajah dinginnya.


"


__ADS_2