Project Cinta 100 Hari

Project Cinta 100 Hari
Seharian bersama Ha Joon


__ADS_3

Semua orang yang ada di meja makan terkejut dengan kedatangan pria bermata sipit itu. Kim Ha Joon ia tersenyum manis ke arah Stella, Dave berdecak melihat kelakuan Ha Joon.


" Aku ingin berbicara dengan Stella" pinta Ha Joon.


"Bicara di sini atau enggak sama sekali" ancam Dave ketus.


" Baiklah.. Stella, hari ini kita keluar bareng yu temenin aku kita kenang masa sekolah dulu " ujar Ha Joon menggenggam tangan Stella namun dengan cepat di tepis Dave.


Stella melirik ke arah Dave seolah meminta persetujuan nya, Dave pun terpaksa menganggukkan kepalanya.


" Tapi dia nggak ikut ya, hanya kita berdua" ujar Ha Joon memelas.


" Andwae (tidak bisa) " ketus Dave.


" Ayo lah Dave ini hanya pertemuan perpisahan setelah ini aku nggak akan ganggu kalian lagi" ujar Ha Joon.


Dave menghela nafas kasar dengan berat hati ia mengangguk terpaksa menyetujui permintaan aneh rival nya itu.


Setelah selesai bersiap-siap kini Stella dan Ha Joon sudah berada di tempat mereka dulu menimba ilmu Yongsan Internasional School of Seoul.


Seharian ini mereka habiskan waktu mengenang masa sekolah dulu.Kini mereka sudah memakai pakaian seragam sekolah dulu.



Setelah berjalan jalan mengitari sekolahan kini mereka berjalan di tepi sungai Han. Mengenang momen mereka sehabis pulang sekolah dulu selalu kemari.


" Stella aku mau bertanya kenapa kamu begitu mencintai Dave selama ini? " tanya Ha Joon.


Stella tersenyum, " Dia pria pertama yang menolong ku saat aku ketakutan, ia pria pertama yang selalu membuat ku nyaman dan bahagia"ujar Stella.


" Kalau saja aku yang pertama kali kau temui apa kamu akan menyukai ku seperti ini? " tanya Ha Joon.


" Tentu saja, kau pria yang baik Joon" ujar Stella sambil berjalan menyusuri sungai Han.

__ADS_1


" Andai saja kita bertemu lebih cepat" gumam Ha Joon lirih namun dapat di dengar oleh Stella.


"Aku doa kan kamu mendapatkan gadis yang lebih baik dan cantik dari aku" ucap Stella tersenyum kepada Ha Joon.


Ha Joon senang melihat Stella bisa tersenyum seperti ini lagi di depannya. Walaupun kemarin ia hilang ingatan namun Stella tidak pernah sebahagia ini bersama Ha Joon. Andai saja alasan kebahagiaan nya adalah dirinya pasti saat ini Ha Joon sangat bahagia.


Namun ia harus rela melepas wanita pujaannya terlebih lagi kini ia melihat begitu besar cinta Dave untuk Stella.Ia yakin Dave akan membahagiakan Stella dan anak nya kelak.


Setelah selesai berjalan menelusuri sungai Han mereka mampir di tempat jajanan di pinggir jalan. Stella dengan rakus nya menikmati toppoki dengan saus gochujang yang sangat pedas.Ha Joon pun melakukan hal yang sama kini mereka saling menyuapi seperti yang mereka lakukan dulu saat mereka bersahabat. Sebelum rasa cinta datang di diri Ha Joon yang membuat Stella menjaga jarak dengan nya.


Dave yang mengikuti mereka dari kejauhan mengepal kan tangannya. Ingin marah namun tidak bisa ia sudah berjanji untuk membiarkan mereka pergi bersama seharian ini.



Hari semakin gelap Dave sedari tadi mondar mandir menunggu di teras depan rumah Stella. Setelah melihat keakraban Stella dan Ha Joon Dave memutuskan pulang ke rumah Stella.


Tak lama kemudian mobil Ha Joon sudah berada di pekarangan rumah Stella. Ha Joon dan Stella keluar bersamaan dari mobil. Dave berdiri sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana, ia pun melangkah kan kakinya menghampiri Ha Joon.


" Gomawo Dave, setelah ini aku nggak akan ganggu kalian lagi.. jagain Stella ya jangan buat dia sedih lagi" ucap Ha Joon tulus.


" Kalau sampai kamu nyakitin Stella lagi aku akan rebut Stella darimu" bisik Ha Joon mengancam Dave.


" Tidak akan pernah" ujar Dave ketus.


Ha Joon pun berpamitan kepada Stella lalu masuk ke dalam mobil. Ia pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Stella.


" Seneng banget yang abis suap-suapan" ejek Dave merajuk.


Stella terkejut mendengar ucapan Dave, bagaimana bisa Dave mengetahuinya.


" Kaget kenapa aku tau? " tanya Dave lalu Stella pun mengangguk.


" Aku kan pasang CCTV di mata kamu" ujar Dave berbohong sambil berjalan memasuki rumah Stella.

__ADS_1


" Kamu bohong ya chagiya " rengek Stella yang kini bergelayut manja di lengan Dave.


" Mwo? chagi? " tanya Dave (apa? sayang?)


" Aku akan panggil kamu chagi sekarang" ucap Stella lalu mengecup pipi Dave.


Dave yang tadinya ingin marah malah mendadak lemas mendapat serangan dadakan dari Stella.


" Saranghae chagi" ucap Stella kembali mengecup Dave namun kini kecupannya berpindah di bibir.


" Nado saranghae " Dave mendaratkan bibirnya di bibir Stella. Kini kedua bibir mereka saling bertautan saling menyesap bertukar saliva. Seolah mereka lupa kini mereka berada di ruang tengah rumah Stella.


Untung nya saja ayah Stella sudah pergi bekerja sedangkan Oemmoni masih berkutat di dapur. Nick jangan di tanya dia dimana sekarang? sudah pasti kini ia bersama Hyeri sedang memproduksi anak.


" Ayo kita kembali ke Indonesia, Alexa udah ngomel-ngomel nyuruh kita balik" ajak Dave setelah melepaskan pagutan mereka.


" Ah iya aku kangen dia" ucap Stella lalu mengibaskan tangannya di depan matanya.


Keduanya kini menghampiri Oemmoni yang sedang berada di dapur. Dave dan Stella pun meminta izin kepada Oemmoni untuk kembali ke indonesia Indonesia.


Awalnya Oemmoni tidak setuju apalagi saat ini Stella sedang mengandung cucu nya. Namun melihat Stella yang bersikeras ingin ke Indonesia Oemmoni tidak bisa menghalangi nya.


Mereka pun memutuskan kembali ke Indonesia beberapa hari lagi.


.........


Maaf para readers aku baru up sekarang


kemarin aku abis weekend an sama suami dan anak-anak.


Makasih buat yang udah dukung aku


jangan lupa like komen dan vote ya

__ADS_1


baca juga novel temennya Stella " Terpaksa Menikahi Si Pembenci".


Thanks


__ADS_2