
Setelah drama perpisahan dan ceramah nasehat yang diberikan oleh Halmoeni kini Krystal sudah berada di apartemen Dylan.Krystal menekan tombol passcode, ia pun masuk ke dalam apartemen yang sangat luas dan rapi.Krystal mengeksplor sekeliling ia tidak menyangka akan bertindak sejauh ini agar bisa bersama Dylan Zhang.
30/24 jam waktu yang harus Krystal gunakan mengejar cinta Dylan yang dulu selalu dikatakan polos dan lugu.
Terlihat Dylan sudah duduk di sofa ruang tengah sambil menyilang kan kaki nya.
" Kamar kamu ada di sebelah sana, ingat jangan mengganggu privasi ku.Dan jangan masuk ke dalam kamar ku. " ujar Dylan tegas." Apartemen ini kami juga yang membersihkannya ya. " lanjut nya lagi.
Apa? aku ini asisten atau Romusha?
" Kenapa nggak cari istri aja sekalian sih? " gerutu Krystal dalam hati.
Dylan terkekeh, " Aku hanya bercanda, kau disini hanya membantuku dan memasak saja, kalau untuk bersih - bersih selalu ada yang membersihkan nya siang nanti dari pihak apartemen. " jelas Dylan lalu mengulum senyum.
Senyum yang membuat Krystal auto meleleh, ternyata Dylan tidak seserius Krystal pikir.
" Sudah malam istirahat lah. " ucap Dylan bangkit dari tempat duduk nya lalu masuk kedalam kamar nya.
Krystal pun mendorong koper nya ke dalam kamar yang tadi ditunjukkan oleh Dylan.Setelah selesai merapikan pakaian nya Krystal lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai dengan ritual mandi nya kini Krystal memakaikan skincare di wajahnya lalu memakai baju nya yang longgar.Krystal sangat menyukai memakai kaos longgar dan hotpants nya.Karena ini sudah didalam apartemen ia tidak harus berpenampilan cupu lagi.Di dalam apartemen ia bisa tampil apa adanya.
Krystal keluar dari kamar nya dengan handuk yang dililit di rambut nya.Ia merasa haus untung nya ia sudah makan dulu sebelum ke apartemen Dylan.
Krystal tidak sengaja menabrak tubuh kekar Dylan yang kini memakai pakaian santai nya.
Deg!!
Pandangan mereka saling bertemu, Dylan menoleh ke kanan ke kiri ia masih tidak menyadari gadis dihadapan nya gadis cupu asistennya.
Krystal merutuki kebodohannya yang lupa memakai kaca mata nya.Setidaknya agar Dylan tidak curiga ia masih harus memakai kaca mata kuda itu.
" Apa ini si culun? cantik? tapi kenapa dia menyembunyikan nya? " batin Dylan.
" Maaf tuan mata saya sedikit rabun kalau tidak memakai kacamata, saya hanya ingin minum. " ujar Krystal pura-pura menyipitkan matanya.
Dylan pun mengambil minuman lalu menyodorkan nya kepada Krystal.
__ADS_1
" Lain kali pakai kacamata mu kalau susah berjalan. " ucap Dylan lalu kembali masuk kedalam kamar nya.
Krystal pun meminum air putih yang diberikan Dylan barusan lalu kembali ke dalam kamar.Ia harus cepat tidur karena besok hari berat nya akan di mulai.
Setelah selesai mensetel alarm Krystal merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu ia memejamkan mata nya.
Malam ini keduanya tertidur sangat pulas karena lelah nya aktivitas hari ini.
Jam 5 pagi Krystal terbangun oleh bunyi alarm yang ia taruh di dekat telinganya.Manik matanya menerjap melihat ke sekeliling, ia ingat ia kini berada di apartemen Lei idolanya.Krystal langsung bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Setelah itu ia melangkahkan kaki nya menuju dapur, membuka lemari es. Ia melihat apa saja yang bisa ia buat untuk sarapan idol kesayangannya itu.
Kini Krystal sedang sibuk berkutat di dapur, ia memasak menu favorit di kafe papi nya untuk breakfast.Setelah selesai memasak Krystal masuk kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri dan bersiap.
Benar saja jam 6 pagi ia melihat Dylan sudah berada di meja mini bar didekat dapur.Krystal kini sedang membuatkan jus untuk nya dan teh hangat untuk Dylan.
" Ini minuman nya tuan. " ucap Krystal sambil menaruh teh hangat itu di dekat Dylan.
" Terima kasih. " ucap Dylan sambil melirik penampilan kuno Krystal hari ini.
" Kenapa kau tidak memakai lensa kontak saja untuk mata mu? " tanya Dylan.
Dylan mengangguk lalu kembali menikmati sarapan nya.
Setelah selesai sarapan Dylan memakai dasi nya, terlihat ia kesulitan saat memakai dasi.Dengan inisiatif nya Krystal membantu Dylan memakai kan dasinya.
Deg!!
Jantung Krystal berpacu lebih cepat berada dekat seperti ini dengan idola nya. Setelah memakai kan dasi ia memasang kan jas untuk Dylan.
" Omo.. omo aku udah kayak istri nya saja. " batin Krystal terlonjak senang.
Setelah selesai bersiap kini mereka pergi menuju perusahaan bersama.
" Tuan jadwal anda hari ini ada pertemuan penting dengan perusahaan Smith corporation jam 9 nanti. " ucap Krystal.
Lalu tiba-tiba Dylan dibuat terkejut oleh Krystal.
__ADS_1
" Apa Smith corporation? " ucap nya lagi membeo.
" Kau ini kenapa membuat ku terkejut? " ucap Yixing dengan dingin nya.
Krystal tersenyum kecut, ia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti saat bertemu papi nya.Dan kenapa papi nya tidak memberitahu kan kedatangan nya ke LA.
" Aku terlalu bersemangat sepertinya tuan. " ucap Krystal lirih.
" Kalau begitu hari ini kau lagi yang mempresentasikan semua nya hari ini, ini berkas yang harus kau pelajari. " ucap Dylan lalu menyodorkan sebuah map kepada Krystal.
" Harus banget aku ya tuan? " tanya Krystal yang ingin menolak.
" Bukannya tadi kau bilang bersemangat? jadi tunjukkan semangat mu " ucap Dylan lalu terseyum tipis.
Krystal merutuki kebodohannya, benar kata aunty Hyeri sekali berbohong akan ada terus kebohongan yang akan berlanjut.Ia berharap papi nya tidak mengenalinya saat di ruang meeting nanti.
Tak lama kemudian keduanya sudah sampai di perusahaan.Krystal berjalan di belakang Dylan, ia masih memikirkan pertemuan nya nanti dengan papi Dave.
Krystal kini sudah duduk di kursi meja kerja nya, ia kini sedang mempelajari berkas penting yang akan ia persentasikan di acara rapat nanti.
Waktu terus berlalu kini tiba saat nya mereka semua memasuki ruang untuk meeting.Dylan yang didampingi Krystal duduk di kursi nya.
Krystal maju menuju podium untuk menyampaikan presentasi nya, ia melihat ke arah papi Dave yang sedang berbincang dengan rekan nya.
Krystal pun memulai presentasi nya, semua terpukau dengan cara Krystal menyampaikan nya.Ide- ide brilian yang Krystal ucapkan membuat para rekan kerja Dylan menyukai kinerja Krystal.
Dave dan Dylan pun bersalaman setelah menyetujui kerja sama yang akan mereka lakukan bersama.
" Saya sangat menyukai cara kerja asisten mu tuan Zhang. " ucap papi Dave.
" Anda terlalu memuji Mr. Smith. " ucap Dylan merendah.
" Siapa nama mu? " tanya papi Dave lagi.
" Krysi, panggil saya Krysi saja Mister. " ucap Krystal lirih.
Dave terdiam sejenak, " Oke sampai jumpa kembali. " ucap Dave lalu pamit meninggalkan Dylan dan Krystal yang masih di dalam ruang meeting.
__ADS_1
Krystal menghela nafas panjang, akhirnya papi nya tidak menyadari nya.