
Waktu terus bergulir sang mentari sudah mulai menampakkan wujudnya cahayanya menembus ke dalam jendela kamar menerangi dua insan yang masih bergelung selimut.
Netra mata seorang wanita menerjap ia terkejut saat melihat sosok pria tampan yang selama bertahun-tahun ia puja ada di hadapannya bahkan satu ranjang dengannya.Ia pun mengingat kejadian panas yang mereka lakukan semalam.
Stella menangis ia merutuki dirinya yang terbuai oleh sentuhan Dave.Terlebih Dave tidak menyukainya sama sekali,bodoh sunggu sangat bodoh pikirnya.Ia terus memukuli kepalanya.
Merasa ada pergerakan Dave membuka kedua bola matanya.Ia terkejut saat melihat seorang gadis dengan tubuh polos berbalut selimut tebal duduk disampingnya.Sontak ia pun melihat tubuhnya dibali selimut yang tidak memakai apapun.
Di lihat nya sekeliling kamar, kamar ini bukan kamarnya.Kenapa ia ada di sini?pikirnya.
" Udah bangun Lo?" tanya Stella sudah tidak ada kata aku kamu yang keluar dari bibirnya kini.
" Lo pasti nge jebak gue ya" sarkas Dave.
PLAKKK!! satu tamparan mendarat di pipi Dave.
" Lo yang datang kesini,lo yang maksa gue sekarang lo malah nuduh gue?" Stella tersenyum sinis.Stella beranjak dari tempat tidur.Ia menoleh ke arah Dave lagi," Asal lo tau gue cinta sama lo bukan berarti gue murahan" pekiknya dengan nada tinggi lalu melangkah kan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dave mengusap wajahnya dengan kasar,ia beranjak dari tempat tidur.Ia memakai celananya lalu memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai. Ia melangkahkan kaki menuju kamar mandi di ruang tengah lalu ikut membersihkan diri.
Stella yang sudah selesai dengan ritual mandinya bergegas bersiap siap untuk ke kampus.Dia yang memakai kaos longgar dan celana jeans nya.Kini ia sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
Tak lama kemudian Stella sudah siap,dengan cepat ia mengenakan sneakers nya.Dave yang baru selesai mandi melihat ke arah Stella yang cuek seolah tidak melihat keberadaan nya menjadi kesal.
Saat Stella yang hendak keluar apartemen tiba tiba langkah nya terhenti saat lengannya dicekal oleh Dave.
" Lo mau kemana?" tanya nya yang masih bertelanjang dada dengan handuk dililit dipinggang nya.
" Ke kampus..udah sana lu ganti baju gue buru buru" ujar nya ketus lalu pergi meninggalkan Dave yang mematung.
" Apa gue salah ya?kenapa dia jadi beda banget" gumam Dave lirih.
Dave melangkah kan kakinya menuju kamar Stella, ia melihat kamar masih berantakan akibat ulah nya semalam.Ia pun tercekat saat melihat darah di sprei, ia tidak percaya ia telah merenggut sesuatu yang berharga bagi Stella.Pantas saja Stella sangat marah pada nya.
__ADS_1
Dave merutuki dirinya yang malah menuduh hal tidak- tidak kepada Stella.
Ia pun segera memakai pakaiannya lalu membereskan kamar Stella.
Tak lama setelah itu Dave pun meninggalkan apartemen Stella.
Sejak kejadian itu Stella dan Dave jarang bertemu,bahkan ia sudah tidak pernah menemani Alexa menyanyi lagi.Stella seperti sedang menghindari Dave saat ini.
Bahkan pesan chat dari Dave pun kini tidak dibalas oleh Stella. Biasanya gadis itu selalu rajin men chat Dave dengan rentetan pertanyaan tentang kabar Dave hari ini.
Namun seolah seperti handphone rusak hari ini tidak ada satu notif pesan masuk dari Stella.
Kini Dave merasakan rasanya di abaikan, bukannya ini yang ia harapkan. Namun kenapa ia merasa ada yang aneh. Hari -hari nya terasa kosong tanpa Stella.
Tidak ada makanan enak yang datang menghampiri nya, tidak ada wajah cantik yang menghiasi hari nya, tidak ada canda tawa atau celotehan aneh dari gadis yang menurutnya aneh itu.
Tanpa Dave sadari kini ia sangat merindukan Stella, ia ingin menghampiri Stella ke apartemen nya namun ia malu harus memakai alasan apa untuk datang ke sana.
Lalu dengan siapa Stella berchat selama itu? apa dengan pria sipit itu? pikir nya.
Dave benar-benar frustasi, ia mengacak-acak rambutnya. Stella berhasil memporakporandakan hati nya saat ini.
Di kampus Alexa menghampiri Stella yang setia dengan novel nya ia sedang duduk di bangku kantin.
" Lo kemana aja sih?" tanya Alexa.
" Gue gak kemana-mana ada dirumah" jawabnya santai pandangan matanya masih tertuju kepada buku novel nya.
" Lo kayak yang ngehindar dari Dave..lo udah nyerah?" tanya Alexa lagi.
" Entah lah"
" Besok si Poltak ngajak kita maen ke villanya sekalian mau ngenalin cewe nya ke kita" ajak Alexa.
__ADS_1
"Kalau gue gak ikut gak apa-apa kan?" tanya Stella ragu.
" Lo lagi ngehindar dari manusia kulkas itu ya? ada apaa sih?" Alex penuh selidik.
" Oke oke gue ikut" Stella pun pasrah.
Di Kafe Dave dari tadi mondar mandir sesekali ia melihat ke arah luar kafe.Berharap seseorang akan datang seperti biasanya,namun nihil orang yang diharapkan tidak kunjung datang.Ada apa dengan Dave? mengapa ia gelisah tidak bertemu Stella.
Tak lama kemudian Alexa memasuki kafe,wajah Dave berseri saat melihat Alexa.Ia berharap Stella bersama nya namun ternyata senyuman Dave memudar saat melihat Stella tidak ada dibelakang atau di samping Alexa.
Alexa yang menatap gelagat aneh dari bos nya itu langsung mendekati nya.
" Lo kenapa bos?" tanya nya.
" Ah enggak" jawabnya santai.
" Lo kayak nungguin seseorang?" selidik Alexa.
" Iya gue kan nunggu pengunjung kafe biar makin ramai" Dave mempertahankan gengsinya tidak mau bertanya kemana Stella.Padahal dalam hati ingin bertanya namun bibir nya seolah terkunci.
" Lo lagi gak ada masalah kan sama Stella? akhir-akhir ini dia sibuk banget sama si Korea sipit itu" ujar Alexa santai.
Masih dengan wajah cool nya yang masih berusaha tersenyum padahal hatinya sedang ada kobaran api saat mendengar Stella sering bersama Ha Joon.
" Enggak kenapa-kenapa" ujar Dave dengan wajah datar nya.
" Yaudah gue siap siap dulu" sahut Alexa seraya pergi meninggalkan Dave ke ruang ganti.
Dengan cepat Dave keluar kafe melangkah kan kakinya menuju mobil.Ia masuk kedalam mobil lalu melakukan mobilnya meninggalkan kafe.
Dalam perjalanan Dave melirik ke arah luar menelusuri jalanan.Pandangan nya terhenti saat melihat Stella sedang duduk manis di bangku taman kota bersama pria tampan bermata sedikit sipit sedang menikmati es krim.
Dave mengepalkan tangannya,ingin rasanya ia keluar dan menghajar pria itu.Walaupun pria itu rekan bisnis papa nya ia tidak peduli,namun karena gengsi takut ketahuan kalau ia sedang cemburu Dave mengurungkan niatnya.
__ADS_1