Project Cinta 100 Hari

Project Cinta 100 Hari
Sultan minta endorse


__ADS_3

Hari sudah mulai larut malam Ha Joon dan Hyeri sudah pamit pulang dengan kendaraan masing-masing.Kini tinggal lah Dave dan Stella yang sedang sibuk berebut untuk mencuci piring sedangkan Nick sibuk membersihkan teras halaman belakang.


" Kamu lagi hamil enggak boleh kecapean,itu susu udah aku buatin minum terus istirahat" ujarnya mengambil alih pekerjaan mencuci piring sambil menujuk ke arah susu dengan dagu nya.


" Biar aku saja Dave dari tadi kamu sudah lelah membersihkan rumah" ucap Stella.


Hari ini pelayan di rumah Stella mendadak libur dikarenakan ada halangan yang membuat semua orang saling membantu menyelesaikan pekerjaan rumah.


Dave mendekat kan wajah nya ke hadapan Stella kini wajah mereka sakin dekat bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan.Debaran jantung Stella sudah mulai tidak karuan bahkan wajahnya kini sudah memerah.


" Cepetan minum susunya atau mau aku cium lagi kamu" ancam Dave sambil berbisik ditelinga Stella.Membuat Stella meremang langsung berlari kecil mengambil susu yang berada di atas meja dapur.Dengan cepat ia menghabiskan susu buatan Dave,lalu ia melangkahkan kakinya meninggalkan Dave yang masih sibuk mencuci piring.Berada dekat dengan Dave membuatnya menjadi salah tingkah apalagi jantung nya yang selalu berpacu lebih cepat apabila bersama pria itu.


Nick yang baru saja selesai dengan tugas nya menghampiri bos nya lalu tersenyum mengejek.


" Cinta benar-benar mengubah segalanya,kau lihat bos kini kau bahkan mau cuci piring" Nick tertawa sangat kencang.


Dave memukul bahu Nick dengan lap basah yang tadi ia pakai mengeringkan tangannya.


" Dasar asisten nggak ada akhlak" pekiknya lalu pergi meninggalkan Nick yang masih asyik tertawa.


Saat Dave baru memasuki kamar tiba-tiba ada panggilan video dari Indonesia,siapa lagi yang bisa menelpon nya kalau bukan si anak sultan.


Dave pun mengangkat panggilan tersebut.


" Apaan?" tanya Dave sambil hendak membuka bajunya.


" Eh kulkas pakai baju lo bini gue mau ngomong" teriak Keenan saat melihat Dave yang sudah bertelanjang dada.


Dave pun meletakkan ponselnya lalu kembali memakai kaus yang tadi ia pakai.


" Apaan sih?" tanya Dave lagi.


" Apa lo nggak suka kalau gue telpon!!" bentak Alexa.Kini panggilan diambil alih oleh nyonya besar.

__ADS_1


" Eh ..enggak bukan gitu Lex" ujar Dave terbata.


" Gue masih ngambek sama lo ya Dave, kecuali kalau lo bawa pulang Stella" ancam Alexa.


" Iya kan ini gue juga lagi usaha" jawab Dave memelas.


Keenan pun merebut ponselnya," Lo musti biaya in catering resepsi kita ya" ujar si anak sultan memaksa.


" Idih lo kan lebih tajir dari gue masa minta gratisan sama gue" Dave tidak terima ditodong oleh Keenan.


" Resepsi pernikahan gue Ama Alexa ditunda nunggu kepulangan Stella,jadi ini tanggung jawab lo" jelas Keenan.


Dave memijat pelipisnya yang sedikit pusing, bisa-bisanya Keenan yang kaya nya melebihi dirinya kini meminta biaya catering yang pasti memiliki bajet yang luar biasa.


" Elo lagi nggak salah ngomong seorang sultan minta endorse ke gue"ujar Dave seraya menghela nafas panjang.


" Duit lo nggak akan abis buat acara nikah gue brother elu kan anak tuan Smith yang terhormat yang duit nya nggak akan abis-abis" ucap Keenan kekeh minta endorse.


" Itu kan bokap gue bege,kalau gue kan cuma remahan kerupuk beda sama lo" ujar Dave memelas.


Keenan berdecak sebal," Ck mana ada remahan kerupuk punya banyak kafe mewah di Indonesia".


" Oke oke " akhirnya Dave menyetujui keinginan Keenan.Ia jengah mendengar Keenan terus saja merengek seperti itu ia paham betul watak Keenan yang pantang menyerah apabila mempunyai keinginan.


" Tapi nikahan gue kado nya harus mobil sport keluaran terbaru ya yang gue pengen kemaren" imbuhnya lagi membuat Keenan membelalakkan matanya.


" Wah lo nggak ikhlas nih malah balik ngerampok gue..lagian lo kepedean banget emang si Stella mau sama lo" cibir Keenan.


" Idih doain nya yang jelek-jelek, doain yang baik-baik kek" sahut Dave memelas.


" Jadi gimana masih belum ada perubahan?" tanya Keenan mulai serius.


" Masih belum,tiap dia mencoba mengingat kepalanya terasa sakit gue nggak mau ngebahayain dia dan anak gue biarin pelan-pelan dia inget sendiri" jelas Dave dengan wajah sendu.

__ADS_1


Alexa yang ikut mendengar karena kini ia ada disamping Keenan," Sabar ya Dave semoga kalian berjodoh.." ucap Alexa memberi semangat.


" Iya makasih ya salam ke Jonas gue nggak bisa Dateng ke acara nikahan nya besok".


" Iya nanti gue sampein" balas Keenan.


" Yaud gue mau tidur" pamit Dave setelah mendapat persetujuan dari Alexa dan Keenan Dave mematikan sambungan telepon.


Dave pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah selesai mandi dan berpakaian Dave merebahkan dirinya di atas ranjang.Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk,Dave pun beranjak dari tempat tidur lalu berjalan untuk membuka pintu.


Nampak Stella sedang menekuk wajahnya sambil mengerucutkan bibirnya.


" Kenapa?" tanya Dave.


" Aku nggak bisa tidur pengen dielus kayak waktu itu" ucap nya malu-malu.


Dave tersenyum lalu mengajak Stella masuk ke dalam kamar.Setelah masuk Stella pun merebahkan dirinya di atas tempat tidur.Begitu pun Dave yang kini sudah berbaring miring di samping Stella ia pun langsung mengusap ngusap perut Stella yang sedikit membuncit.


"Sehat terus ya anak papi" batin Dave.


Stella yang kini sudah merasa nyaman akhirnya terlelap di kamar Dave.Begitu pun Dave ikut menyusul Stella ke alam mimpi.


Malam berganti pagi sang mentari mulai menampakkan wujudnya.Stella menerjapkan matanya saat merasa ada lengan kokoh sedang memeluknya sangat erat.Stella tercengang saat melihat wajah tampan Dave kini ada dihadapannya.Ia lupa kalau semalam ia ketiduran di kamar ini.Ia pandangi mahakarya Tuhan yang sempurna,ia sentuh kelopak mata Dave turun ke hidung mancung nya lalu bibirnya.Dengan berani Stella mengecup bibir Dave .


Merasa ada yang mengecup nya Dave membuka matanya namun sang pelaku malah pura-pura masih tidur.Dave tersenyum melihat tingkah Stella yang menggemaskan ia rengkuh tubuh Stella kedalam pelukannya.Ingin rasanya ia menghentikan waktu agar bisa seperti ini bersama Stella.


Stella yang mendapat pelukan hangat Dave hanya tersenyum sambil memejamkan matanya.Ada rasa senang yang kini ia rasakan,namun ia masih merasa bersalah dengan tunangannya Ha Joon. Boleh kah ia menyukai pria lain selain tunangannya?


Stella merasa dilema ia merasa nyaman bersama Dave namun disisi lain ia merasa bersalah dengan Ha Joon.Andai saja Stella tau kalau Ha Joon bukan siapa-siapa nya pasti saat ini ia tidak akan merasa seperti ini.


Biarkan ia merasa egois sebentar saja ia masih enggan melepas pelukan dari Dave.


__ADS_1


Yang penasaran sama cerita Keenan dan Alexa kuy mampir disini.


__ADS_2