
Krystal berjalan melewati para wanita yang tempo hari mehina nya ia menyebabkan rambutnya yang ia kuncir sehingga mengenai rambut mereka.Tangan Dylan masih saja menggenggam erat tangan istrinya itu, ia tidak tahu mengapa Krystal bersikap seperti itu.Yang jelas ia yakin Krystal melakukan hal itu karena mereka terlebih dahulu membuat masalah dengannya.Mereka memasuki lift bersama semua pandangan tertuju kepada Dylan yang ikut masuk kedalam lift karyawan.Lain halnya dengan Dylan yang kini sibuk memperhatikan Krystal nampak cantik dengan rambut di kuncir ke atas menampilkan leher jenjang nya.Oh tidak? Dylan tidak bisa membiarkan mata para lelaki melihat indahnya leher sangat istri.Ia pun menarik ikat rambut Krystal lalu merapikan rambut itu ia biarkan tergerai indah.
" Tuan apa yang kau lakukan ? " tanya Krystal setengah berbisik karena saat ini mereka sedang menjadi tontonan para karyawan.
" Aku tidak ingin mereka terus saja memperhatikan mu. " bisik Dylan.
" Kenapa kau tidak naik lift mu saja? kenapa kau harus mengikuti ku. " protes Krystal dengan suara pelan.
" Oh kau tidak suka dekat dengan ku? " tanya Dylan kesal.
" Bu_ bukan begitu. " ucap Krystal gugup.Tanpa mereka sadari satu persatu karyawan di dalam lift sudah keluar satu persatu dari lift.Dan kini hanya tinggal mereka berdua di dalam lift.Dylan menggunakan kesempatan ini menghimpit tubuh Krystal.
Krystal merasa gugup, " Tu_ tuan nanti ada yang lihat, kalau mereka tahu tentang kita bagaimana? " .
" Aku tidak peduli, apa kau malu memiliki suami seperti ku hmm? " tanya Dylan sambil mengusap lembut pipi istri nya.
Eh
" Kenapa dia semakin aneh? apa dia sudah mencintai ku? " batin Krystal.
" Apa karena empat pacar mu yang lebih kaya dari ku. " ketus Dylan kini ia mengurai pelukan nya.
Hah? pacar?
" Apa maksud mu tuan? " tanya Krystal bingung.
" Pacar- pacar mu yang berapa kali aku lihat. " sahut Dylan.
Tiing
Mereka pun sampai di lantai tempat mereka bekerja, Krystal dan Dylan berjalan beriringan.
"Oppa? " tanya Krystal lagi.
Dylan mengangguk pelan lalu memalingkan wajahnya, bisa- bisa nya ia bertanya hal itu kepada Krystal.Apalagi saat ini gadis itu malah tertawa tanpa dosa.
" Mereka itu anak- anak para ibu peri yang aku ceritakan, tentu saja mereka hanya kakak ku. " jelas Krystal masih dengan tawa nya.
Oh mau got Dylan rasanya ingin melarikan diri saat ini, ia begitu malu berasumsi Krystal memiliki banyak kekasih.
__ADS_1
" Dari dulu hingga sekarang aku hanya terobsesi pada mu seorang Lei. " lanjut Krystal lagi sambil berjalan menuju meja nya.Sudut bibir Dylan sedikit terangkat ia begitu senang mendengar nya.
Krystal mengikuti langkah Dylan yang memasuki ruangan nya lalu ia segara menutup pintu tersebut.Dylan menoleh ke arah Krystal yang mengikutinya dan semakin mendekati nya.
" Apa kau cemburu tuan Zhang? apa kau sudah ada perasaan dengan ku? " tanya Krystal dengan mata yang berbinar.
Dylan mendorong kening Krystal dengan jari telunjuk nya, " Dasar anak kecil, bisa- bisa nya kau terus menggoda ku. "
Krystal mengerucut kan bibirnya, "Kecil- kecil juga kau sudah macem-macem in aku. "
" Itu sudah menjadi tugas istri. " jawab Dylan.
Ya ya ya selalu ia mengatakan semua itu tugas istri.Krys menggembung kan pipinya ia berjalan keluar ruangan sambil menghentakkan kaki nya.
..............
Singkat waktu kini mereka sedang melakukan rapat penting dengan tuan Kim dari perusahaan baru yang akan bekerja sama dengan perusahaan Dylan.Kim Ha Joon sangat menyukai kinerja Krystal saat mempresentasikan program kerja perusahaan mereka.Ha Joon merasa wajah Krystal seolah mengingatkan nya dengan seseorang yang pernah ada di hati nya.
Dylan dan Tuan Kim pun menandatangani kontrak lalu bersalaman. Para petinggi perusahaan sudah mulai meninggalkan ruangan rapat.Tinggal lah Dylan, Krystal, tuan Kim dan asisten nya.
" Tuan Zhang, setelah ini putra ku yang akan sering kemari karena aku memiliki banyak pekerjaan lainnya." ucap Tuan Kim lalu tersenyum.
" Entah kemana anak nakal itu sekarang. " celetuk Tuan Kim terkekeh.
Tiba-tiba seorang pria tampan berwajah oriental datang memasuki ruang rapat ia lalu membungkukkan sedikit tubuhnya.
" Maaf aku terlambat appa".ucap nya lalu tersenyum.
" Bukan hanya terlambat namun sangat terlambat. " ketus Tuan Kim.
Pandangan mata pria itu kini tertuju kepada Krystal yang menundukkan kepalanya saat pria itu masuk.
" Krystal? " tanya nya.
Tuan Kim menoleh ke arah Krystal lalu melihat anaknya kembali, " Apa kau mengenal asisten tuan Zhang? bagus kalau begitu karena setelah ini kalian akan sering bertemu. " jelas Tuan Kim.
" Tentu saja sangat kenal appa, dia mantan pacar ku. " jelas pria itu sambil tersenyum menatap Krystal yang kini melotot kepada nya.
Dylan yang mendengar hal itu tentu saja ingin marah, namun ia tidak dapat marah di depan klien nya.
__ADS_1
" Kau mantan pacar Seo Jun nona Krystal? " tanya tuan Kim lagi.
Krystal diam tak bergeming, Dylan yang ingin berbicara ditahan oleh Krystal.
" Wah sepertinya dia malu bertemu kembali dengan mu. " goda tuan Kim kepada Seo Jun.
" Saya pamit dahulu tuan Zhang, permisi. " ucap Tuan Zhang. " Dasar anak nakal. " bisik Tuan Kim saat melewati putranya.Ia pun keluar dengan asisten nya meninggalkan anak dan kedua rekan bisnis nya itu.
" Bisa kah kita bicara Krys? " tanya Seo Jun yang kini hendak memegang tangan Krystal namun ditepis oleh Dylan.
" Jangan kau sentuh lengan i_ " belum sempat Dylan berbicara Krystal membekap mulut Dylan dengan tangannya.
Hmmmph
" Sepertinya tidak ada yang perlu di bicarakan, kami permisi dulu. " ucap Krystal lalu menarik Dylan keluar ruangan.Dylan yang kesal dengan sikap Krystal ia pun menarik Krystal menuju ruangannya lalu mengunci pintu ruangan.
" Apa kau malu mengakui ku suami mu Krystal Jung? " bentak Dylan penuh emosi.
" Kau ini kenapa sih terkadang manis terkadang galak banget, aku nggak mau Seo Jun tahu kalau kita sudah menikah. " jelas Krystal.
" Apa kau ingin kembali dengan mantan pacar mu itu sampai tidak ingin memberi tahu kan pernikahan kita? " tanya Dylan lagi kesal.
" Kalau dia tau otomatis papi ku akan tahu semuanya, aku belum mendapatkan cinta mu jadi aku tidak mau papi menggagalkan misi ku. " cerocos Krystal sambil memijat pelipisnya yang sedikit pusing.
Dylan menarik tengkuk Krystal ia mulai mencium bibir ranum Krystal dengan sangat buas.Bahkan kini ia membawa Krystal duduk di sofa dengan Krystal yang berada diatas pangkuan nya.Tangannya tidak tinggal diam mulai membuka kancing kemeja Krystal.
" Kau masih belum paham dengan apa yang selama ini aku lakukan? " tanya Dylan yang kini sedang terbakar oleh gairah.
Krystal menggeleng kan kepalanya. " Sebaiknya stop ya, aku kan sedang datang bulan. " bisik Krystal yang kini ketakutanmu melihat Dylan yang seperti ini.
" Aku tau aku hanya ingin ini. " ucap Dylan yang kini melahap benda kenyal Krystal yang entah sejak kapan terpampang jelas di depan Dylan.
" Aaahkkh" racau Krystal meremas rambut Dylan.
Mereka pun bercumbu di dalam ruangan Dylan dengan gairah yang menggebu walaupun tanpa penyatuan.
" Ini gila.. aku mencintaimu Krystal Jung. " batin Dylan.
... .....................
__ADS_1
Jangan. lupa tinggal kan jejak ya