
Setelah beberapa jam akhirnya Stella dan Dave sampai di bandar udara London Heathrow. Para pengawal ayah Dave pun sudah siap menjemput mereka.Ketiganya kini tengah beristirahat di kafe sekitar bandara.
Dave mengambil benda pipih ia menekan nomor ponsel, lalu menghubungi Lexy adik ipar nya.
"*Apa?" jawab Lexy dari sebrang sana dengan ketus.
" Waw galak banget ade ipar gue, padahal tadi lo bela-belain ngejar gue ampe kecelakaan CK CK" Dave berdecak seolah tidak berdosa.
" Lo ngerjain gue?" tanya Lexy lagi.
" Lo nya aja yang oon ade gue udah ada dirumah lo buat ngasih surprise eh lo malah ngejar-ngejar gue..segitu demennya lo punya ipar kek gue" ejek Dave terkekeh.
" Sialan lo".
" Gue bukan ngerjain tapi itu hukuman buat lo,sekali lagi lo bikin ade gue nangis..gue nggak akan ampuni Lo lagi" ancam Dave.
" Iya siap yang mulia" jawab Lexy terkekeh.
" Jaga ade sama ponakan gue,kalau udah lahiran baiknya ikut pindah sini aja" tawar Dave.
" Gue warga Indonesia yang berbudi pekerti luhur masih betah di sini" ujar Lexy tegas.
" Jangan lupa masukin nama Smith di nama ponakan gue nanti"
" Ih elu ngapa jadi kayak emak-emak bawel banget".
" Dia sama anak gue akan jadi penerus keluarga gue" balas Dave menjelaskan.
" Iya yang mulia..sudah dulu ya gue udah kangen banget ama bini gue yang kemarin diculik sama ipar nggak ada akhlak".
" Sialan lo*"
Tanpa berbasa-basi Lexy mematikan sambungan telpon nya*.
" Maen tutup aja lagi, gue kan belum ngomong sama Nichole, dasar ipar laknat, " sarkas Dave kesal.
" Kamu juga lagian seneng banget godain mereka, " protes Stella.
Setiap selesai kini mereka pergi menuju mansion Smith.Ini pertama kalinya Stella datang ke mansion milik Mertuanya.Mansion yang seperti istana di negri dongeng, Stella tidak tau kalau kekayaan suaminya tidak jauh berbeda dengan Keenan si anak Sultan.
__ADS_1
Bak di negri dongeng para pelayan berjajar lalu membungkuk saat Stella dan Dave masuk ke dalam mansion.
"Waw daebak, kita akan tinggal di sini chagi? " tanya Stella.
" Iya, sayang" jawab Dave yang sedang menggendong Kaivan.
" Enggak kegedean buat kita bertiga? " tanya Stella.
" Kan kita mau buat anak yang banyak buat menuhin mansion ini, " sahut Dave seraya menaik turun kan kedua alisnya.
Stella langsung memukul lengan suaminya, " Ish.. kamu ini pikirannya ke situ mulu, " balas Stella.
" Chagi, bagaimana kalau kita honeymoon di sini? " usul Dave.
" Terus Kaivan gimana? " tanya Stella.
" Sama baby sitter aja dulu, " jawab Dave santai.
" Aku nggak percaya orang lain, " ucap Stella.
Tak lama kemudian mommy dan daddy Dave datang lalu tersenyum kepada mereka.
" Makasih mom, " balas Stella lalu mengurai pelukkan mereka.
" Oh my god, ini cucu ku, " pekik nya histeris.
Mom Jullie langsung mengambil Kaivan dari gendongan Dave.
" Dad, kenapa daddy di sini bukannya istirahat di mansion daddy? " tanya Dave saat melihat daddy berada di mansion nya.
" Daddy dan mommy kan mau menyambut kedatangan kalian, " jawab dad Andrew santai.
" Daddy.. padahal kita bisa mengunjungi daddy nanti, " sahut Stella sungkan.
" Tapi daddy sudah sangat rindu dengan cucu daddy ini, " ucap nya sambil mencubit pipi gembul Kaivan.
Mereka pun kini duduk di ruang tengah, para pelayan menyiapkan minuman dan beberapa cemilan untuk mereka.
" Kalian tadi lagi ngomongin apa? " tanya mom Jullie penasaran.
__ADS_1
" Aku mau ajak Stella honeymoon mom tapi Stella nggak percaya nitipin Kaivan sama orang lain, " jelas Dave.
" Biar Kai sama mom dan daddy aja, " ucap mom Jullie.
" Tapi mom kan harus ngurusin daddy? " sambung Stella masih sungkan.
" Daddy sudah sembuh melihat kalian, " balas Dad Andrew lalu tersenyum.
" Daddy juga ingin bermain bersama Kaivan, " imbuhnya lagi.
Stella pun lalu menyetujuinya, Stella merasa beruntung memiliki mertua yang baik seperti mereka.Bahkan tak tanggung- tanggung mereka memberikan fasilitas mewah untuknya dan Kaivan.
Kini mereka sedang berada di Tower bridge sambil menikmati indahnya pemandangan dekat sungai Thames.Hari ini Stella dan Dave sengaja quality time berdua tanpa Kai.
Setelah selesai berfoto di sana mereka tiba di London Eye.Manik mata Stella berbinar memandang pemandangan indah di depan nya.
" Chagi, hari ini aku bahagia banget, " ucap Stella sambil mengeratkan pelukan nya kepada Dave.
" Iya Chagi, sebentar lagi kita akan makan malam, " ujar Dave lalu membawa Stella ke sebuah hotel untuk berganti membersihkan diri dan berganti pakaian.
Kini mereka sudah berada di restoran mewah di London.Stella nampak cantik dengan gaun berwarna merah dan rambut yang di gerai.
Dave menggandeng lengan Stella lalu mereka pun duduk di kursi yang sudah Dave reservasi.
Berbagai macam makanan sudah tersaji, Stella dan Dave pun makan sambil sesekali Dave memegangi tangan sangat istri.Mereka seperti sepasang kekasih yang baru saja memulai hubungan.
Walaupun sudah memiliki putra namun keharmonisan keduanya masih terjalin.
" Makasih chagi, kamu sudah menjadi istri dan ibu terbaik untuk aku, " ucap Dave lalu mengecup punggung tangan Stella.
" Kamu juga udah jadi suami dan ayah terhebat untukku dan Kai, i love you husband, " ucap Stella.
" Love you too my wife, " balas Dave lalu mengecup pipi Stella.
Suasana malam itu sangat romantis, diiringi musik romantis yang menemani makan malam mereka.Stella memandang wajah tampan suaminya, pria yang pertama kali ia cintai hingga kini.
Begitu pun Dave yang tidak menyangka akan begitu mencintai Stella sedalam ini.Gadis cengeng yang selalu ia ejek dan bukan tipe nya ternyata adalah cinta pertama nya. Bahkan kini cinta mereka semakin kuat dengan ada nya Kaivan diantara mereka.
Kekuatan cinta keduanya sungguh dapat mengatasi berbagai halangan dan ujian.Benar kata Stella cinta tau kemana harus pulang.
__ADS_1