
Hari ini Stella berkunjung ke apartemen Keenan dan Alexa.Ia menekan tombol bel di dekat pintu.Tak lama kemudian Alexa membukakan pintu lalu mengajaknya masuk ke dalam.
Stella melihat mertua Alexa sedang memasukkan adonan kue kedalam oven.Nampak nya menantu dan mertua yang bersahabat itu baru selesai membuat kue.
"Siang Tante " sapa Stella kepada Melisa.
" Hai sayang temen nya Alexa ya? nama nya siapa?" tanya Melisa lalu mereka cipika cipiki.
" Stella Tante".
Alexa pun membuatkan minuman untuk nya,Melisa dan Stella .Kini Stella sedang duduk di ruang tengah sedang kan Melisa sedang melakukan panggilan telpon.
Melisa menghampiri Alexa," Lex,mommy pulang ya mommy lupa ada janji sama temen temen mereka nagih oleh oleh".
" Yah mommy aku masih kangen..terus ini kue nya gimana bentar lagi mateng".
" Itu kue kesukaan Keenan kamu makan sama Keenan aja kasih juga temen kamu ya".
Melisa mengambil tas tangan nya yang ada di sofa dekat dengan tempat duduk Stella.
" Stell, Tante duluan ya".
" Kok pulang Tan?" tanya Stella.
"Tante lupa ada janji sama temen temen, duluan ya".
Setelah berpamitan dengan Stella Melisa pun pergi meninggalkan apartemen.
Alexa datang menghampiri Stella membawa minuman dan kue yang baru saja matang yang langsung ia sajikan di piring kecil.
Tanpa basa basi Stella langsung meminum minuman yang di sajikan Alexa.
" Makasih ya kemarin kalau Lo gak Dateng tepat waktu gue gak tau nasib gue kayak gimana" ujar Alexa melemah.
" Gue Ama Dave udah ngasih pelajaran ke c Bianca ama tuh cowok".
" Kalau ketemu lagi gue hajar dia gara gara dia kan gue sekarang gak perawan lagi..ya walaupun sama laki gue bukan sama laki laki itu" ujar nya malu malu.
Stella tersenyum miring mendengar perkataan Alexa yang terakhir.
" Jadi ada hikmah nya ya Lex? Lo berhasil di unboxing sama Keenan " goda Stella.
" Apa sih Lo " Pekik Alexa lalu melempar bantal ke arah Stella.
__ADS_1
" Gimana rasa nya Lex? enak gak? gede gak?" Stella berbondong bondong menanyakan pertanyaan tak berfaedah terhadap Alexa yang langsung dapat toyoran kepala dari Alexa.
" Apaan sih Lo orang gue belum cinta sama Keenan ".
" Lo tuh cewek Teraneh yang engga terpesona sama kharisma Keenan emang sih Lo kan punya Lexy gue lupa".
Mendengar nama Lexy Alexa menghela nafasnya.' Ada rasa bersalah Alexa terhadap Lexy.
" Kadang gue iri sama Lo Lex,Lo diapit dua cowok ganteng idaman para wanita".
" Eh iya soal Lexy kemarin dia marah sama Dave karena bawa Lo ke Keenan saat Lo dalam pengaruh obat" sambung Stella sambil memakan kue dengan tangan nya.
" Kak Lexy jadi tau soal kemarin?" tanya Alexa.
" Kenapa? Lo nyesel?Lo nyesel abis tidur Ama Keenan engga sama Lexy aja gitu?" ujar Stella penuh penekanan.
" Bukan gitu Stell, gue tau ini udah kewajiban gue sama suami gue..tapi gue ngerasa bersalah sama Lexy ".
" Why? suami Lo kan Keenan, saran gue sih mending Lo udahan Ama Lexy daripada nanti nya makin rumit".
" Iya gue juga berfikir gitu".
" Tapi Lexy gak mau ngelepasin Lo sebelum Keenan putus dari Jasmine".
Alexa mengusap wajah nya, ia menghela nafasnya.Rumit sangat rumit apa yang harus ia lakukan sekarang.
" Bye the way gimana misi lo?" tanya Alexa.
Stella mengerucutkan bibirnya ia menghela nafas kasar lalu menggeleng kan kepalanya." Udah hari ke 20 belum ada perubahan" jawab lemah.
" Semangat Stell,masih ada Ha Joon kalau lo gak berhasil" hibur Stella seraya menepuk lengan Stella.
" Gue gak bisa..Dave itu cinta pertama dan terakhir gue" ucapnya lirih.
Alexa tercengang mendengar ucapan Stella," Jadi selama ini lo belum pernah pacaran gitu?" tanya Alexa.
Stella hanya menggeleng," Cuma Dave yang ada di otak gue".
Alexa mendengus kesal," Apa bagusnya si manusia kulkas itu?" tanya Alexa kesal.
" Sulit diungkapkan dengan kata-kata" ucapnya santai.
Alexa bergidik ngeri," Idih gelay lo".
__ADS_1
" Idih serius gue, dia cinta pertama gue dari kecil, " ucap Stella dengan wajah sendunya.
" Tapi kayak nya Dave enggak inget deh sama gue, " imbuhnya lagi.
"Yang penting jangan ada uler aja yangyang ganggu misi lo, " sambung Alexa sambil memakan bolu buatan nya tadi dengan tante melisa.
" Ada sih satu cewek gatel yang nempel mulu sama Dave, bilang nya sahabatan tapi mepet- mepet mulu sama Dave, " ketus Stella menceritakan Gladys yang selalu keganjenan di dekat Dave.
Mereka bercerita sampai sore hari dan akhirnya Stella memilih untuk pergi meninggalkan apartemen Alexa menuju kafe.
Beberapa menit kemudian Stella kini sudah berada di kafe milik Dave.
Dave yang duduk membelakangi pintu tidak menyadari kehadiran Stella di ruang kerja nya.Semua karyawan Dave sudah mengetahui hubungan Dave dan Stella yang masih menggantung oleh karena itu Stella bisa sesuka hati keluar masuk ruangan kerja Dave di kafe.
Kedua tangan mungil Stella menutup kedua mata Dave, Dave terkejut saat ada tangan yang menutupi matanya.
Namun ia tahu siapa pelaku yang berani bertindak seperti ini kepada nya.Stella pun melepaskan tangannya dari mata Dave lalu mendekat kan wajahnya dengan wajah Dave lalu tersenyum.
" Surprise!! " seru nya dengan nada manja nya.
Manik mata mereka saling bertemu bahkan hidung mereka pun saling bersentuhan. Jarak kedua nya sangat dekat sehingga hembusan nafas keduanya bisa mereka rasakan.
Deg!!
Degub jantung Dave berdetak cepat, begitu pula Stella yang kini merasa ada banyak jutaan kupu- kupu sedang mengelilingi nya.
Dengan cepat Dave memalingkan wajah nya, Stella pun merasa gugup lalu menjauh dari Dave.
" Aku tadi buatin kamu makan sebelum ke rumah Alexa, tapi kayak nya udah dingin deh, " ujar Stella menepis kecanggungan nnya.
" Sini gue makan nggak apa- apa" ucap Dave.
Stella pun mengeluarkan kotak makan yang dari tadi ia bawa di mobil. Ia lupa tidak ikut menghangatkan nya saat di rumah Alexa tadi.
Kedua nya makan dengan sangat tenang, Stella benar-benar tau apa yang disukai Dave.Semua makanan yang ia buat makanan favorit Dave.
" Lo nggak usah repot - repot bawa makanan segala buat gue, ini kan kafe tempat makan jadi gue nggak akan kelaparan pastinya, " jelas Dave tidak enak dengan Stella yang terlalu baik dengannya.
Padahal hingga kini Dave masih juga belum membalas perasaannya namun Stella masih saja setia memperhatikan nya.
" Nggak apa -apa, gue lagi belajar jadi calon istri yang baik, " ujar Stella mengulum senyum.
" Calon istri? yang benar saja. " gumam Dave lirih.
__ADS_1