
Hari ini Ha Joon mengajak Stella berjalan-jalan di
Hadong Plum Street (Cheonggyecheon Stream).
Suasana di sana terlihat sangat romantis Ha Joon kini sedang menggenggam tangan Stella.Tidak pernah terbayangkan oleh Ha Joon bisa berjalan bersama sambil menggandeng mesra Stella seperti ini.Stella yang dari dulu sangat sulit ia dapatkan kini menjadi tunangan nya bahkan sebentar lagi akan menikah.
Ha Joon sadar perbuatan nya ini salah, sebenernya ia bukan pria egois yang menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkan apa yang diinginkan.Namun ia sangat membenci Dave pria yang selama ini di puja Stella yang selalu mengabaikan Stella tapi ia pun yang menghamili Stella.Sejak mengetahui Stella hamil Ha Joon berniat akan merebut Stella dari Dave walaupun dengan cara yang salah,dan ternyata semesta pun memihaknya dengan hilang ingatan nya Stella.
Ha Joon merasa Dave memanfaatkan Stella yang begitu mencintainya hanya untuk pemuas nafs* nya saja.Oleh karena itu kini Ha Joon tidak akan mengalah dari Dave.Walaupun ia harus menerima amukan Stella saat ia ingat nanti.
Lain halnya dengan Ha Joon pikiran Stella saat ini hanya dipenuhi oleh Dave Smith.Sedang apa dia saat ini? Stella merasa gusar apalagi tadi sebelum pergi ia melihat Hyeri datang menemui Dave dan Nick.
" Kamu nggak pengen beli apa gitu?" tanya Ha Joon memecahkan keheningan.
Stella menggeleng pelan,"Aku ingin pulang ngak apa-apa kan" lirih nya lagi.
Ha Joon pun menghela nafas panjang," Baiklah" ujarnya pasrah.
Mereka pun berjalan menuju mobil Ha Joon yang terparkir tidak jauh dari situ.Ha Joon hendak memasangkan seat bealt kepada Stella saat mereka sudah berada didalam mobil.
Jarak mereka kini sangat dekat Ha Joon mendekat kan wajahnya dengan wajah Stella ia hendak mencium Stella namun Stella memalingkan wajahnya sehingga ciuman Ha Joon terkena kening Stella.
" Mianhae oppa ..aku kaget" ucap Stella gugup.
Entah mengapa Stella merasa takut apabila dicium Ha Joon yang sudah jelas tunangannya.
"Gwenchana" jawab Ha Joon lalu tersenyum. Sebenarnya Ha Joon kecewa walaupun Stella tidak mengingat Dave namun hatinya tetap bersama dengannya. Apakah ini yang dinamakan kekuatan cinta?
Ha Joon melajukan mobilnya membelah jalanan kota Seoul.Pikirannya saat ini tertuju bagaimana caranya agar Stella menjadi miliknya.Sesekali ia melirik ke arah Stella yang sedang melihat ke arah jendela.
__ADS_1
Dua puluh menit berkendara kini mereka sudah sampai di pekarangan rumah Stella.Stella keluar dari mobil diikuti Ha Joon.Ia melihat ke arah Dave, Hyeri dan Nick yang sedang sibuk membantu ibunya berkebun.
Stella sangat kesal melihat Dave membantu Hyeri mengangkat pot bunga yang besar.Stella pun menghentakkan kakinya berjalan ke dalam rumah meninggalkan Ha Joon yang masih terpaku di pekarangan rumah.
" Apa aku tidak salah liat Mr Smith?kau mau berkebun?" tanya Ha Joon dengan nada mengejek.
" Ada apa kau tidak bisa berkebun?" kini Dave berbalik tanya kepada nya.
Ha Joon melihat ke arah ibu nya Stella lalu tersenyum," Siapa bilang aku pun bisa " ujarnya lalu melepaskan jas nya menaruh di kursi.Ia gulung lengan kemejanya hingga ke siku.
Kini mereka berdua sedang sibuk merawat dan membersihkan kebun bunga milik ibu Stella.Nick dan Hyeri yang melihat perseteruan itu akhirnya mengundurkan diri ikut duduk di kursi teras bersama oemmoni setelah selesai mencuci tangan dan kaki.
Seolah sedang dalam menjalani kontes memikat hati mertua kini mereka sedang sibuk menata bunga-bunga di pekarangan.
Stella yang melihat tiga orang yang sedang duduk dan dua orang yang sibuk berkebun kebingungan.
" Ada apa ini oemmoni?" tanya nya.
Sang mentari kini sudah berada di bagian barat menandakan hari sudah mulai sore.Kini para wanita sedang membantu oemmoni memasak didapur.
Para pria yang tadi bersiteru masih melanjutkan perseteruan mereka. Setelah membersihkan diri mereka kembali melakukan kegiatan bersama yaitu menata piring dan gelas di meja makan.
Tak lama kemudian makanan sudah tersaji di meja makan mereka kini menikmati makanan dengan khidmat.Walaupun ada dua sorot mata yang seolah sedang mengumpat.
Malam semakin larut setelah kepulangan Hyeri kini giliran Ha Joon undur diri.Kini Stella sedang mengantar Ha Joon ke teras depan rumah.
" Jaga hati kamu ya entah kenapa aku ngerasa hati kamu enggak ada untukku" lirih Ha Joon memelas.
" Mianhae oppa..aku masih belum ingat semua nya" ucap Stella merasa bersalah.
" Aku pulang ya" pamit Ha Joon lalu mencium kening Stella.
__ADS_1
" Hati-hati" jawab nya lagi.
Ha Joon pun melangkahkan kakinya menuju mobil,ia pun masuk ke dalam mobil lalu melakukannya meninggalkan rumah Stella.
Setelah kepergian Ha Joon Stella masuk kedalam rumah lalu berjalan masuk ke kamarnya.Sepanjang malam ia memikirkan ucapan Ha Joon.Stella merasa bersalah ia pun merasakan bahwa hatinya tidak untuk Ha Joon namun untuk Dave.Namun bagaimana bisa ia mengkhianati cinta pertama nya sedari kecil.
Dave yang terbiasa tidak bisa memejamkan matanya kini sedang berdiri di teras balkon ruang tengah lantai atas.
Dave menelinsik sekitar mencari keberadaan Stella namun sedari tadi ia tidak melihat Stella.Biasa nya Stella selalu tidak bisa tidur apabila perut nya tidak dielus oleh Dave.
" Apa dia sudah tertidur?" batin Dave.
Dave mengira Stella sudah tertidur jadi ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.
Sementara Stella yang berada di kamar sebelah Dave merasa gelisah.Pasalnya ia tidak bisa tidur kalau perut nya tidak diusap oleh Dave.Namun sejak mendengar ucapan Ha Joon tadi ia mengurungkan niatnya.Kini ia bertekad untuk menjauhi Dave karena ia tidak mau mengkhianati cinta pertama nya.
Ya karena sampai saat ini yang Stella tau Ha Joon lah cinta pertama nya baby bear nya sejak kecil.
Malam ini keduanya tidak bisa tidur dengan perasaan masing-masing.
Malam pun berganti pagi,sinar matahari menyinari pagi ini.Suara kicauan burung terdengar di dekat jendela kamar.Dave menerjapkan matanya saat merasakan sinar matahari menerobos masuk ke dalam.
Entah jam berapa ia mulai terlelap kini ia merasa masih mengantuk.Namun ia tau diri kini ia sedang berada di rumah Stella,ia harus menunjukkan kepada orangtua Stella kalau ia bukan pria pemalas.
Dave pun bangkit dari tidurnya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Begitu pula Stella yang kini masih tertidur,entah pukul berapa ia dapat terlelap.Rasanya semalam ia ingin menangis seperti seorang kekasih yang menahan rindu ingin bertemu kekasih nya.Namun ia kembali berpikir bahwa Dave bukan siapa-siapa nya.
Hati nya hanya untuk Ha Joon tidak untuk orang lain.
Kini benteng yang membatasi cinta mereka semakin meninggi akan kah kekuatan cinta mereka dapat merobohkan benteng tersebut?
__ADS_1