PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar

PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar
EKSEKUSI


__ADS_3

Anehnya mimpi itu tak kembali setelah Sinta berjanji , bahkan ia tidur sangat pulas di sisa malam itu .


"An , nanti malam ada acara nggak ?, Aku mau ajak kamu keluar bisa nggak ? ." Anni mengingat sebentar "seingat ku enggak ada kok , emang mau kemana ?" dalam hatinya tersenyum . "Satu pion sudah bergerak ."


"Ke taman kota aja aku yang traktir , tapi jangan bilang siapa-siapa ya !," Anni menunjukkan kode "oke" dengan tangannya . "Kan kamu mau kuliah di Australia jadi kita bisa senang-senang dulu ." Ucap Sinta lagi .


Tepat jam delapan Sinta sudah disana , tentu bukan tanpa alasan karena ia harus menggerakkan kuda poninya kali ini . "Mbak pesan lemon tea nya dua ." Tak lama pesanannya datang , segera ia memasukkan sedikit obat ke minuman Anni .


"Hey , kamu kok cepet banget sih ." Ujar Anni yang baru datang . Belum sampai Anni duduk Sinta telah menyodorkan minuman yang telah di racun itu . "Nih aku dah pesenin sekalian minumnya." Tanpa curiga Anni langsung meminumnya . "An ,kok sama Rita ikut sih kan kita janjian cuma berdua !!" jelas kedatangan Rita membuat rencana Sinta harus di ubah .

__ADS_1


"Tadi seharian Rita di rumah ku , eh aku kesini maksa ikut ya gimana lagi ." Anni menjelaskan alasannya mengajak Rita . Dengan tatapan penuh kecemasan Sinta memastikan tak ada yang tahu selain mereka . "Nggak papa sih yang penting gak ada yang tau kecuali kita bertiga ." Keduanya memberikan kode OKE , meyakinkan Sinta .


Mana mungkin membunuh Anni jika ada saksi mata ?. "Ulur waktu eksekusi , kami cari cara lain ." Bisik kedua setan kembar itu agar mengulur rencananya .Sekarang sudah pukul sepuluh malam , kedua setan itu belum muncul kembali membawa rencana baru semakin membawa kegundahan bagi Sinta .


"Kemana lagi si kembar itu ? , Jam segini belum kembali ." Gumam Sinta sambil terus melihat jam tangannya yang menutupi tanda lahirnya . Akhirnya Sinta memilih idenya sendiri daripada menunggu kedua teman khayalannya .


"Iya aku setuju , biar ada kenang-kenangan ." Sahut Rita si benteng yang akan dimakan pion kecil ini , pukul sepuluh lebih dua puluh menit mereka berjalan menuju trotoar sebrang jalan . Malam itu jalan sudah tak terlalu ramai , hanya beberapa truk pengangkut motor atau barang yang masih berlalu lalang .


"Kamu jalan di depan aja An , aku masih nyari bedak ." Sedangkan Rita sambil mengulik ponselnya berjalan di belakangnya , Anni berhenti tepat di tepi melihat kanan dan kiri . Sesuai rencananya ia menusuk perut Rita yang masih asyik dengan ponselnya dengan pisau kafe tadi lalu mendorong Anni ke arah truk bermuatan barang sehingga tubuh Anni terpelanting menghantam aspal jalan .

__ADS_1


Berlanjut menusuk Rita yang sudah tersungkur tepat di ulu hati ditambah satu tusukan lagi di bawah tulang rusuk sebelah kiri . Untuk memastikan Anni benar-benar meninggal ia menggulingkan badannya ke tengah jalan saat sebuah truk box melintas .


Sayangnya truk box itu menyadari ada halangan di depannya sehingga bisa menghindari tubuh Anni dan hanya melindas tangan kiri Anni .


Sinta mengambil pisau yang ia bawa dari tasnya dan meletakkan di genggaman Anni . Bahkan sebelum meninggalkan keduanya Sinta meninginjak jasad Anni tepat di lehernya setidaknya agar tidak ada sidik jari di leher Anni .


Kejadian itu hanya terjadi kurang dari dua menit dan tanpa satu teriakan pun yang menambah aksinya semakin mulus , bahkan dia melakukannya di daerah yang luput dari pantauan cctv . Berlari secepat mungkin dan membuang pisau yang ia gunakan menusuk Rita ke sungai di tengah perjalanannya pulang . ✓


nih author kasih episode yang nunjukin sisi psikopat Sinta , jangan lupa kasih vote , like dan rate ya biar author tambah semangat !!..,di fav juga ya biar ada pemberitahuan jika author update

__ADS_1


__ADS_2