
"Oh Ini nih , yang katanya punya pemikiran cemerlang itu ." Sindir Sindy saat Sinta lewat di depannya , "Coba kamu baik-baikin aja." Bisik Dara . "Bukan , yang punya ide itu pak Darwin sendiri."
"Kok kamu kerja disini sih ? , Katanya kamu dikasih biaya pendidikan sampai lulus kuliah ...,atau jangan-jangan dia bangkrut ya." Sinta mencoba menahan agar tak terpancing emosi. "Nggak kok , cuma aku pengen kerja sendiri aja."
"Ya udah , aku permisi dulu."
Baru satu langkah ia berjalan , dengan cepat kaki Sindy menjegalnya sehingga ia terjatuh . "Upss..,maaf nggak sengaja." Sindy mengucapkannya dengan nada mengejek , "Iya nggak papa." Sudah hampir di ujung kesabarannya .
Rupanya Ranty sudah mengambil gambar di salah satu sudut tempat itu , "Lihat guys , dia cuma pencitraan kan...,pura-pura baik biar nggak terus-terusan di-bully." Ucapnya sambil mengambil video , dan ternyata Ranty melakukan siaran langsung sehingga Vidio itu langsung disaksikan banyak orang.
"Kalian tahu kan apa yang aku pikirkan ?" Ucap Sinta sambil membersihkan bajunya , "Tentu , dan kita sudah punya rencana buat mereka." Mereka berpisah disana , lalu melanjutkan rencana masing-masing.
***
Kedua sahabat itu nongkrong dulu sebelum kuliah , seperti biasa keduanya memesan menu mahal hanya untuk difoto dan di posting di sosial media mereka . "Ayo foto dong , dah lama kita nggak foto berdua." Ajak sindy setelah memfoto makanan itu.
__ADS_1
Media sosial keduanya telah di isi foto makanan dan sefie itu , beberapa orang mungkin tak menyadarinya , bahkan Sindy dan Ranty pun jua .
Hingga muncul komentar tentang sosok hitam di belakang mereka. "Salah fokus sama bayangan hitam dibelakangnya ," dari satu orang yang menyadari membuat lainnya juga mengulik sosok itu . Ranty langsung menghapus foto itu , sedangkan Sindy malah membalas komentar komentar itu santai .
"Nggak , disini nggak ada apa-apa..., palingan itu bayangan orang kok." Tapi kejadian itu tak hanya sekali saja , disela-sela kuliahnya mereka sempat melakukan siaran langsung . Sosok itu muncul kembali di sisi kanan mereka , semua orang yang melihat penampakan itu mengaitkan dengan foto sebelumnya.
"Tuh , disamping kanan ada penampakan lagi , wajahnya persis yang tadi." Kali ini sosok itu muncul cukup lama , keduanya juga menyadarinya sehingga langsung mengakhiri siaran langsung itu. Meski di ruangan itu banyak orang tapi sosok itu tak dilihat oleh lainnya . "Re , kamu lihat sosok perempuan tadi nggak ?"
"Sosok perempuan dimana ? , orang ga ada apa-apa kok ," Sindy yang tadi sempat mengambil tangkapan layar menunjukan pada Rere , tapi dari tangkapan layarnya sosok itu tidak ada . Sindy yang tadi masih berfikir hanya bayangan juga mulai ketakutan.
"Kok bisa ayah mengerjakan hal sesibuk ini tiap hari ?" keluh Hamdan setelah menggantikan posisi almarhum ayahnya memimpin perusahaannya. Meski nampaknya mudah hanya duduk di kursi dan menandatangani berkas tapi itu adalah kegiatan paling membosankan .
__ADS_1
Membaca kata per kata hingga berpuluh-puluh berkas fisik di mejanya lalu menandatanganinya , belum lagi dengan file yang harus ia baca di komputernya . Waktu mudanya seperti hilang dan masuk dalam kekangan dunia yang super sibuk .
"Maaf pak , rapat akan di mulai lima belas menit lagi dan nanti setelah rapat bapak harus menemui kolega di loby." Asistennya sudah mengingatkan , "Huh.., padahal ini saja belum selesai !!."
Ia beranjak meninggalkan mejanya , menatap keluar dari balkon. "Ya Tuhan !!, kenapa hari-hariku begitu berat." Dari lantai lima itu ia bisa langsung melihat remaja dan pemuda seusinya bermain skateboard atau BMX tanpa ada tekanan sepertinya.
"Maaf pak , sudah ditunggu di ruang meeting." Asistennya sudah kembali lagi , "Iya saya segera kesana." Rupanya ponselnya terus saja berbunyi , terpampang nama Devi di layarnya . "Ahhh..,gak tau lagi sibuk apa ?" Meski kesal tapi ia masih mengangkatnya sambil berjalan ke ruang meeting .
"Ada apa lagi sih ? , Oh iya-iya tentang pencairan uang itu ? , tenang nanti sore aku suruh orang bantu kamu." Tanpa menunggu jawaban Devi ia langsung menutup panggilan itu. "Bukan , bukan gitu..."
Tut..Tut..tutttt..
"Lha kok diputus sih ?" Akhirnya Devi berganti lewat pesan singkat , "Kalo gini kan nggak ganggu meskipun sibuk banget."
note: please kasih like , komen dan vote kalian buat dukung author . jangan lupa di favoritkan juga biar tau update terbaru , thx 😄
__ADS_1