PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar

PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar
PENYIAR RADIO


__ADS_3

"Setelah lebih dari dua puluh hari tidak menemukan pelaku pembunuhan dua remaja di dekat taman kota , polisi akhirnya memutuskan untuk menutup kasus ini." Tulis berita kota malam itu. "Bagaimana bisa polisi itu membiarkan kasusnya ditutup ? , bukankah itu akan merusak karirnya yang tak pernah gagal mengungkap semua kasus yang ia hadapi ?" ujar Dara atas hal ini .


"Biarlah dara !! , yang terpenting sekarang Sinta sudah tak mendapat kekangan lagi ." Balas kembarannya , Sinta tak ikut membahasnya , ia memikirkan hal lain yang saat ini lebih penting. "Hey , kenapa kamu diam saja ?"


"Tak apa , aku memikirkan hal yang lebih penting...," kalimatnya terputus karena ponselnya berbunyi..., "Ada apa kak ?" Langsung saja Sinta tak ingin membuang waktu . "Bisakah kamu ke kafe dekat taman kota sekarang ?" menghela nafas panjang dan mengatakan "Iya , aku kesana ."


****


Pukul 19.15


Sinta akhirnya sampai disana , Devi melambai ke arahnya . "Kenapa kakak tiba-tiba mengajakku bertemu disini ?" Devi menunjukan berkas yang ia tanda tangani tadi . "Sebenarnya kakak ingin memberitahumu sejak kemarin malam , tapi kakak kira kamu sudah tidur jadi batal." Jelas itu membuat Sinta penasaran.

__ADS_1


"Ya..,sekarang kakak bisa memberitahu ku ." Devi memulainya dari awal , "Pemuda misterius itu kemarin malam kembali muncul lagi , dan kakak bisa menangkapnya." Sinta sangat bersemangat mendengar lanjutannya. "Tapi kita selama ini salah sangka padanya , dia tak memiliki niat buruk sedikitpun ."


Sinta memotongnya karena merasa aneh , "Tak berniat buruk ?" Devi mengangguk dan melanjutkan ceritanya . "Dia ternyata anak penumpang taksi yang menabrak ayah , tapi sebelum kakak lanjutkan kamu tak marah kan ?" Tentu Sinta tak marah karena sudah tau siapa yang salah di peristiwa itu.


"Sekarang ayahnya sudah meninggal , dan dia mencari kita untuk memberikan titipan dari ayahnya , yaitu surat permintaan maaf ."


"Dan baru saja kakak kembali menerima titipan lainnya , ini titipannya." Sinta membacanya dengan seksama , "Apa ? , Kita mendapatkan warisan dari ayahnya ?"


"Siapa nama pemuda itu ? , Kita harus mengucapkan terima kasih untuknya." Devi memberitahu namanya Hamdani . "Benar , kakak juga ingin berterimakasih pada dia dan keluarganya." Mereka disana hingga jam sembilan malam , tapi Dara yang sejak tadi merasa ada keanehan berbisik untuk segera pulang. "Pulang ! , Cepat pulang sepertinya ada yang aneh ."


Entah mengapa , sejak mendengar penyiar radio kemarin malam di mobil Bu Ratih , Sinta seperti ketagihan dengannya . Sepanjang perjalanan pulang ia mendengarkan ocehan penyiar itu , dia menyukai cara dia berkomunikasi dengan pendengarnya

__ADS_1


"Oke , setelah satu lagu ini kita akan membuka penelepon pertama ." Dengan cepat ia menekan satu persatu angka yang diucapkannya . Akhirnya lagu itu berakhir dan langsung ia tekan menu panggil di ponselnya .


Tut... Tut...tutttt


Di radio sudah terdengar nada panggilan masuk , separuh hatinya sudah amat bahagia . Namun bukan suara penyiar itu yang tersambung tapi info dari operator yang memberitahu bahwa pulsa yang ia miliki tidak cukup.


"Ya Allah..,aku lupa nggak ngisi pulsa." Tak terbendung air mata Sinta , seperti kehilangan pujaaan hati dalam sekejap. Ia menangis bersandar di tembok kostnya , dibenaknya hanya berisi tentang kegagalan . "Sakit tapi tak berdarah." Ia bertekad agar esok ialah yang berhasil menelpon EX-YE penyiar yang tengah dia segani .


"Oke kita akan putarkan lagu ya sudahlah-bondan Prakoso request dari penelepon pertama kita." Bukan membuat Sinta kembali bersemangat malah membuatnya semakin galau . ✓


note : please kasih like , komen dan vote kalian . author udah kasih cerita secara konsisten , ayo dukung author...

__ADS_1


__ADS_2