PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar

PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar
SIA-SIA


__ADS_3

"Kita sudah sampai tuan !" ucap kapten , mobil itu berhenti di balik tembok rumah tetangganya .


"Aku akan melihat bagaimana anak buah mu bekerja !" respon tuannya . Tuan Andilah membuka pintu mobil tetapi dihalangi oleh Tan yang duduk disampingnya .


"Singkirkan tangan mu !, aku akan menilai kerja mereka ," bentak tuan Andilah , namun Tan tetap menghalangi tuannya turun .


"Kita nilai nanti , dia bisa kabur jika tuan ikut turun ." Tan membela dirinya ,


"Benar !, gadis itu kenal tuan jadi mungkin akan kabur jika tuan turun sekarang ," Kapten membantu Tan untuk menghalangi tuannya .


"Baiklah !, aku akan menunggu kabar baiknya saja !" balas tuan Andilah . Ia hanya melihat dari jendela mobil sambil menghisap cerutunya .


Kapten mengirim pesan kepada agennya yang telah menyamar disana . "Lakukan apa yang harus kalian lakukan !" tanpa membalasnya mereka masuk ke rumah Devi .


Berkali-kali pintu diketuk tetap saja tak mendapat jawaban . "Dobrak !, cepat sebelum dia kembali kabur !" perintah kapten lagi.


Ternyata pintu itu bukan dikunci dari dalam tetapi di ganjal dengan kursi , "Cuma kursi !, apa dia mau mempermainkan kita ?" tanya si agen perempuan .


Dari balik tembok ruang tamu , mereka menemukan Devi yang terduduk di lantai . "Ah !, ini kakaknya , tapi kenapa dia disini ?" tanya agen perempuan kaget .


"Darah ini sepertinya juga darah dia !" agen laki-laki itu menemukan bercak darah yang menetes dari tubuh Devi . Saat di angkat posisi kepalanya mereka kaget karena ada luka di dada sebelah kanannya.

__ADS_1


"Ini luka tusuk !, apa mungkin Sinta yang melakukannya ?" tanya agen laki-laki kembali . "Apa yang kalian lakukan , cepat cari dia !" kembali perintah kapten ,


Agen perempuan mencari Sinta di dapur dan kamar mandi sedangkan agen laki-laki mencarinya di ruangan lainnya .


Hampir seperempat jam mencari Sinta dan tak ada hasil mereka hampir saja menyerah . "Dia tak ada di dapur dan kamar mandi !, bagaimana denganmu ?" tanya si perempuan .


Agen laki-laki menggeleng , tapi melarang partnernya melaporkan kegagalan mereka . "Shusssst !" agen laki-laki memberikan kode dengan tangannya .


Dia menunjuk sebuah ruangan yang belum mereka periksa sama sekali , "Kita belum memeriksa ruangan itu !" agen perempuan mengangguk dan membuka pintu ruangan itu .


Note : like dulu ya guys sebelum lanjutin bacanya , dukungan kalian akan membawa semangat baru untuk author...


Hwaaaa....!!!!


"Bagaimana ?, kita kabari kapten atau urus dia dulu ?" tanya agen perempuan meminta saran . Agen laki-laki menatap serius Sinta yang sudah tak bisa kabur .


"Suruh tuan masuk !, tuan pasti sangat ingin melihat dia sekarang ." Agen perempuan meminta mereka yang menunggu di mobil untuk masuk .


Dengan ekspresi senang tuan Andilah keluar dari mobilnya . Keadaan hatinya mungkin separuh puas setelah menanti waktu seperti saat ini dan separuh marah karena telah menghilangkan nyawa anak perempuan satu-satunya .


"Dimana gadis itu ?, aku tak sabar memberi satu dua bogem di hidungnya." Tanya tuannya penuh emosi . "Dia di dalam dan kita pastikan tak akan melawan !" balas agen laki-laki .

__ADS_1


Agen-agen itu memeriksa kondisi Devi yang masih dibiarkan duduk tertunduk dan tertusuk di dadanya . "Meninggal !, dia telah meninggal ," ujar agen laki-laki setelah memeriksa kondisinya .


"Selamat malam gadis ku !" sapa tuan Andilah saat membuka pintu . Namun yang ia dapati tak sesuai dengan keinginannya , "Hah !, dia bunuh diri ?" ucap Tan kaget .


Mereka mendapati Sinta dalam kondisi tergantung di kamarnya dulu . Mungkin mereka hanya telat lima belas menit dari keputusan Sinta untuk mengakhiri hidupnya .


"Sial !, harusnya kau masih berdiri disini dan menerima pukulan ku , nak ." Ujar tuan Andilah yang semakin menjadi . Beberapa pot kecil dan hiasan dibanting oleh tuan Andilah .


Kekecewaannya bukan hanya karena tak jadi melayangkan bogem mentah saat itu , tapi karena seorang gadis muda yang ia kagumi kepandaiannya adalah pembunuh anaknya sendiri .


Tuan Andilah menyuruh kapten untuk menghubungi polisi , sementara Tan untuk mengurus Devi bersama dua anak buahnya .


"Tak kusangka kaulah pengkhianatnya nak !, mengkhianati kebaikan yang kuberikan ." Ucap tuan Andilah sambil menyibak rambut Sinta yang menutup wajah cendayam nan imut itu .


"Setelah putriku pergi aku rasa kamu akan menggantikannya , nak ." Ekspresi tuan Andilah sangat kecewa saat itu . "Aku menganggap mu keluarga , jadi tak ada curiga padamu ." Tuan Andilah memegang wajah Sinta dengan kedua tangannya sambil mengingat saat putrinya masih kecil .


"Dulu dia sangat kesepian , sering berpindah sekolah karena ancaman lawan bisnis ku ," tuan Andilah menceritakan kesepian putrinya .


"Kelas satu SMA aku bawa dia pulang ke rumah ibunya , dan disini putriku mendapat teman baik yaitu kamu !" tidak ada orang yang menganggu tuan Andilah menceritakan kisah itu .


"Tapi kematiannya juga ditangan mu teman baiknya ! , ternyata kau lebih fahisyah daripada lawan bisnis ku , nak ." Mengungkapkan cerita itu membuatnya meneteskan air mata .

__ADS_1


Note : kalau belum like , boleh like dulu guys . terus lanjut tulis komentar kalian , vote dan rate 5 yah...


Aku kasih bocoran yah , ini bukan episode terakhir lho setelah ini ada kejutan pokoknya...,thx


__ADS_2