
Seminggu kemudian ia sudah bisa masuk kembali , masih seperti biasanya ia mendapatkan bullying dari Sindy dan Ranty . Rasa malu sebenarnya sudah tak bisa terbendung tapi ia masih memegang janjinya pada kakaknya .
"Dek...,di sekolah kalo ada yang bully jangan di tanggapi ya ." Kalimat kakaknya terus terngiang hingga ia masuk kelas , "kamu dibully lagi sama bocah tengil itu sin ?" tanya Anni mencoba menenangkan .
"Emang kebangetan dua bocah itu ya !!" Anni marah meski Sinta tak menjawab pertanyaannya . "Udah , ini disekolah nanti kamu malah kena masalah ."
"Tenang , bukan aku tapi mereka yang akan dapet masalah ." Ucapnya yakin .
"Oh iya , kamu seminggu gak masuk sakit apa sih ? , Nggak ngasih tau aku lagi ." Sinta agak bingung menjawabnya . "Sin , kamu ditanya kok diem aja sih ." tegur Anni karena Sinta belum jua menjawabnya . "Enggak , cuma baru keinget kalo aku banyak ketinggalan pelajaran ya ."
"Udah tenang aja , udah aku rangkumkan pelajaran seminggu ini kok , tapi jawab dulu pertanyaan tadi ." Paksa Anni yang khawatir dengan sahabat karibnya itu . "Aku itu jatuh terus luka jahitan waktu itu terbuka lagi ." Bohong Sinta ,
__ADS_1
"Kepala kamu gak papa kan ? , Aku kok jadi khawatir sih . " Jelas sekali Anni sangat cemas , "kata dokter nggak papa tapi suruh nunggu sampai lukanya kering jadi lama ." Jelas Sinta pada sahabatnya itu meski harus berbohong .
"Kalo luka di leher mu itu gimana ?" Anni melihat bekas jeratan tali di leher Sinta , "oh ini , waktu itu pas jatuh leherku ke sangkut tali jemuran jadi ada bekas tali ." Lanjut Sinta berbohong .
"Nha kan udah aku jawab , sekarang mana rangkumannya ?" Sinta menagih rangkuman yang dijanjikan Anni , "iya bentar...,eh aku tinggal di rumah sin nanti aja pulang sekolah ke rumah aku."
Sepulang sekolah Sinta ikut Anni ke rumahnya , "itu ayahku ," Anni telah ditunggu ayahnya . "Ayah , ini Sinta temen aku dia mau pinjam buku tapi ketinggalan jadi boleh ikut ke rumah kan ?"
Sementara menunggu Anni ganti baju Sinta melihat beberapa barang Anni , ternyata Anni suka sekali mengoleksi sepatu disana ada satu rak yang penuh akan sepatu . Disaat melihat-lihat kamar Anni ia melihat sebuah foto yang terpajang di meja dekat tempat tidur Anni .
Gadis kecil yang mengenakan gaun putih dengan pose mengurai rambutnya yang panjang menjuntai sejajar pinggang.
__ADS_1
Melihat foto itu ia seperti teringat akan sesuatu , "Sin , ini rangkumannya ." Tapi Sinta tak mendengarnya ia fokus pada foto itu , "itu foto aku dulu , kalo gak salah pas umur tiga belas . " Ucap Anni melihat Sinta yang sedang memerhatikan fotonya itu .
"Oh iya , maaf aku gak tau kamu udah selesai ." Sinta meninggalkan foto itu dan memasukkan buku catatan ke tasnya , "oh iya Ann , sekalian aku pamit pulang ya ."
"Lho kok buru-buru pulang sih , nggak mau main dulu disini ."
"Nggak bisa , ibu aku udah nungguin aku pulang ." Sinta segera pergi dari sana , "kok langsung pulang nak , nggak main sama Anni dulu . " Tegur ayah Anni yang sedang membersihkan mobil klasiknya . "Nggak om , Sinta udah ditunggu ibu dirumah ."
"Ya udah hati-hati dijalan ." Pungkas ayah Anni .
Tak lama menunggu disana ojek pesanannya sudah datang , langsung Sinta meluncur pulang dan berniat segera membaca rangkuman itu . ✓
__ADS_1