PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar

PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar
SALAH SASARAN


__ADS_3

Belum genap dua kali dua puluh empat jam , sketsa itu dipublikasikan pihak kepolisian sudah berhasil menangkap tiga gadis yang usianya sekitar delapan belas tahunan , Mereka memiliki kesamaan fisik dibeberapa bagian.


"Pihak kepolisian berhasil menangkap tiga gadis yang diduga ada saat pembunuhan terjadi , ketiganya memiliki kesamaan fisik yang mirip dengan sketsa yang dipublikasikan kemarin." Tulis berita online itu di halaman depannya , Sinta semakin penasaran dengan kelanjutan kasus itu.


"Ketiga ditangkap diwaktu dan tempat yang berbeda , semuanya saat ini berada di kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut ." Lanjut berita online itu di paragraf keduanya. "Pihak kepolisian hari ini juga berhasil mengungkap fakta terbaru tentang kasus ini , polisi menemukan tisu yang ada di meja kafe tempat mereka makan malam .


Setelah di identifikasi dengan mengumpulkan semua pengunjung kafe polisi menemukan satu tisu yang pemilik sidik jarinya tidak ada saat pemeriksaan , sehingga penyelidik mengerucutkan bahwa pemilik sidik jari di tisu itu adalah teman kedua korban makan malam."

__ADS_1


"Tenang aja polisi tak akan bisa menangkap mu , tiga orang itu tak tau apapun soal pembunuhan Anni dan Rita." Ujar Rara yang tiba-tiba muncul . "Bukan ketiga gadis yang ditangkap polisi tapi sidik jariku yang ditemukan polisi di sebuah tisu."


Namun kedua setan kembar itu tak tampak panik sedikitpun , "bagaimana polisi bisa menemukan kamu jika kamu saja tak punya KTP hingga kini." Jelas Dara . "Benar juga !! , Tak pernah aku membuat sidik jari yang bisa diakses secara umum kecuali yang ada di ijazah ku." Balas Sinta dengan menyunggingkan senyum .


\*\*\*


"Kalian bertiga mirip dengan sketsa yang dibuat oleh saksi mata jika ada seorang lagi yang terakhir kali bersama korban . Disini kalian hanya perlu jujur dan masalah selesai." Ucap komandan satuan yang dibentuk khusus menangani kasus ini . Merasa yakin bukan gadis yang dicari itu mereka sama-sama menjawab bukan saat ditanya apakah salah satu dari mereka bersama korban.

__ADS_1


Satu gadis terakhir memilih diam tak membantah ucapan polisi , tapi orang yang memegang alat setrum itu telah menyambar kan ke pinggangnya . "Tampaknya kamu terlalu pasrah nak , perlu sebuah kejutan agar kamu mau bicara."


"Ayo bicaralah nak , kami tak berniat buruk hanya ingin sebuah kabar baik saja." Paksa komandan satuan khusus itu. Karena tak ada satu dari mereka yang mau membuka mulut takut alat setrum itu kembali menempel di pinggangnya , sang komandan menyuruh mereka keluar tersisa tiga gadis itu dan komandan satuan khusus .


"Sepertinya aku terlalu keras kepada kalian , aku juga tak tega melihat kecantikan kalian berubah." Ucap komandan itu memecah lengangnya ruangan 5x5 meter itu. "Suruh mereka masuk !!" Lanjut komandan itu kepada bawahannya lewat radio yang ia pegang.


Tiga polisi wanita muncul dengan seragam lengkap ditambah topeng untuk menutup wajahnya . "Kalian lapar bukan ? , Aku tau kalian melewatkan makan malam hari ini jadi makanlah." Komandan satuan khusus ini melempar tiga buah roti di meja depan mereka . "Suapi mereka !! , Dan perlahan jangan buat mereka semakin ketakutan." Entah mengapa komandan itu mengubah sikapnya . ✓

__ADS_1


note: author kasih episode khusus nih buat yang gak sabaran nunggu 🙄 , tapi maaf author nggak bisa janji sering update idenya mulai seret...


kalo udah baca tolong banget dikasih like , vote atau komen biar author tambah semangat..buat yang setia sama karya ku yang ini aku follow tenang aja thx 😄


__ADS_2