
Tuan Andilah menemukan secarik kertas di bawah jasad Sinta yang masih tergantung . Ia membacanya sekilas namun isinya mengejutkan ,
Sebelum mengakhiri hidupnya dengan menjerat lehernya sendiri , Sinta menuliskan semua hal yang ia lakukan sejak pertama kali membunuh .
Tuan Andilah terkejut karena dua hal .pertama , rahasia yang ia sembunyikan sejak belasan tahun lalu pun tak pernah bocor tapi kasus ini berbeda .
"Darimana kau mengetahuinya nak ?, ini tak pernah terumbar ke publik atau..?" tanya tuan Andilah , berdiri di balik jendela sambil melihat bintang .
"Atau sopir itu yang mengumbarnya ?, akan ku urus kau Darman !" Ucap tuan Andilah geram . Mengingat sopir yang ia pecat setelah kejadian itu mungkin ingin membalaskan dendamnya .
Dia lanjut membaca cerita singkat yang ditulis Sinta itu . "Kami sudah melakukan olah TKP !, apa ada yang ingin anda rahasiakan ?" tanya komandan polisi yang waktu itu gagal menjalankan tugasnya .
"Buat alasan bunuh diri karena depresi saja !" tegas tuan Andilah . Komandan polisi itu menanyakan bagaimana dengan kakaknya , "Bagaimana dengan kakaknya , dia ditusuk !"
"Ahh !!!, jangan banyak tanya terserah alasan untuk kakaknya !" bentak tuan Andilah . Komandan polisi itu langsung pergi membawa jasad Sinta dan kakaknya ke rumah sakit .
****
"Bagaimana ? , kamu bisa meminjamkan modal untuk ku ?" tanya almarhum ayah Hamdan . "Bisa saja ! , tapi masalahnya aku tak akan disini lebih lama lagi ." Balas ayah Sinta .
__ADS_1
"Tulis saja alamat rumah mu , satu atau dua bulan pasti akan kembali ," ayah Hamdan terus meyakinkan . "Bukan tak percaya padamu bahkan tempat ku ini bisa aku pinjamkan , tapi ada alasan kenapa aku menolak ."
Ayah Hamdan semalaman penuh meminta bantuan Danuarta , teman baiknya . Dulu ia karyawan perusahaan besar namun ia resign untuk memulai bisnisnya sendiri .
Sayangnya uang yang sudah dihitung cukup untuk memulai bisnisnya terpaksa digunakan untuk operasi anak satu-satunya , Hamdan .
Umur dua tahun setengah Hamdan divonis tumor ganas , tumor itu membuatnya koma satu minggu . Terpaksa uang darurat ayahnya dikorbankan .
Untuk meyakinkan Danuarta , ia menjabarkan rencana dari awal dibuka sampai satu tahun ke depan . Dia juga memberikan rencana B dan C jika gagal .
Pukul dua pagi , sebelum menghabiskan seruputan terakhirnya Danuarta akhirnya mau menyetujui permintaan sahabatnya .
"Pulang saja dulu , besok aku ambilkan uangnya !" jawab ayah Sinta sambil menutup pintu . Mendengar jawaban itu ayah Hamdan sampai melompat kegirangan .
"Nah gitu dong !, temen itu harus saling bantu ," namun almarhum pak Danuarta sudah menutup pintu . "Iya , iya aku pulang !"
Rumah ayah Sinta , 15.34
"Assalamualaikum !" ucap ayah Hamdan sopan , tak seperti biasanya yang langsung masuk .
__ADS_1
"Walaikumsalam..., ini nih tipe orang yang baik kalo ada maunya ." Sindir ayah Sinta .
"Iya , iya..., uangnya udah kamu ambilkan ? , kalo belum ayo aku anter ambil." Ayah Sinta mengeluarkan segepok uang dari kantung bajunya .
"Ini ada syaratnya !" canda ayah Sinta dengan menggibas-gibaskan uang itu . Langsung ditarik oleh kawan baiknya , "Apa ?, apapun itu jika bisa akan ku penuhi."
"Anak laki-laki mu harus menikah dengan anak ku !" kembali canda ayah Sinta . Meski hanya candaan tapi itu benar-benar dipenuhi oleh ayah Hamdan . "Setelah lulus SMA akan aku suruh mencari anak mu , Dan !" ucap ayah Hamdan serius .
Satu Minggu setelah itu ayah Sinta pulang ke rumah mertuanya , dan rumah yang ia sewa itu dipinjamkan ke ayah Hamdan untuk memulai usaha .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...TAMAT...
TERIMA KASIH SUDAH MENJADI PEMBACA SETIA , TERIMA KASIH ATAS LIKE , KOMEN , RATE , DAN VOTE YANG KALIAN BERIKAN .
ALHAMDULILLAH INI ADALAH NOVEL PERTAMA YANG BISA SELESAI DAN TERKONTRAK . SEMOGA LAINNYA BISA SELESAI DAN TERKONTRAK , AMIN .
@oki_pradana93689
__ADS_1