
Tak beberapa lama ada seorang sekuriti yang melihat dua orang bersimbah darah , keyakinan sekuriti itu bertambah karena Ranty yang sudah ditinggal bayangan itu masih sanggup merintih kesakitan.
Sekuriti itu memanggil temannya dan melihat keadaan keduanya sambil menghubungi polisi dan ambulan. "Sebelum hubungi polisi dan ambulans kita liat dulu masih hidup enggak !" kemudian ia mengajak kawannya ke sebrang jalan.
"Hidup bro !, cepetan telpon ambulans ," perintahnya pada kawannya . Meski sudah berada di dekat korban mereka mengambil gambar dulu , lalu memisahkan Sindy dari atas tubuh Ranty yang masih bisa merintih kesakitan.
Ternyata di leher Sindy masih tertancap pisau , tentu itu membuat mereka kaget . "Waduh bro !, lehernya masih ada pisaunya , gimana cabut nggak ?" karena takut malah menghambat penyelidikan mereka memutuskan untuk membiarkan pisau itu ditempatnya .
"Biarin aja nanti malah kita hambat penyelidikannya ! , lagipula dia udah nggak ada nyawanya ." Sambil menunggu polisi dan ambulans datang mereka menyebarkan foto itu ke media sosialnya.
__ADS_1
Titik terang itu muncul saat di perjalanan ke rumah sakit , Ranty yang masih menyisakan sedikit nyawanya mengatakan tujuannya berkelahi dengan Sindy. "Dendam mu telah aku balaskan !, tugasku selesai ,Ann." Setelah mengatakan itu Ranty kembali diam dan perlahan kehilangan nyawanya .
Kedua perawat yang mendampingi Ranty tak tahu maksudnya ,dan mereka lebih berfokus pada kondisi Ranty yang menurun . Kalimat itu belum bisa dipahami siapapun disana , tapi akan berguna saat penyelidikan nanti.
Esoknya setelah mengambil data dari TKP dan kesaksian beberapa orang, pihak kepolisian melakukan press release . "Kasus perkelahian yang terjadi di jalan Merak itu menjadi kasus kedua yang kami pegang dalam beberapa minggu ini ." Ujar bagian humas kepolisian.
Dari banyak pertanyaan yang dilontarkan wartawan ada satu pertanyaan yang langsung bisa dijelaskan olehnya dan satu pertanyaan lainnya belum bisa ia jawab sekarang. "Dari hasil penelusuran kedua korban merupakan teman baik dan korban yang berinisial S seorang anak dari pengusaha properti dan pariwisata , Darwin ! tapi untuk motifnya masih kami dalami ."
Sementara penyelidikan maraton yang dilakukan polisi mendapatkan beberapa petunjuk , selain dari kalimat Ranty tetapi juga dari kertas yang saku Sindy . Kertas itu bertuliskan "Pembunuhannya adalah Ranty !"
__ADS_1
Meski masih ambigu maksud dari kalimat Ranty dan juga tulisan itu tapi polisi berani menyimpulkan bahwa kasus itu ada kaitannya dengan kasus perkelahian sebelumnya . "Dari petunjuk ini saya tahu yang dimaksud keduanya adalah Anni , anak Andilah Smith !" Ungkap salah satu polisi .
Pagi itu juga polisi memanggil Andilah Smith untuk menanyakan apakah hal ini akan diungkap ke publik atau tidak . Setelah menerima penjelasan dan berkordinasi dengan tim yang ia bentuk sendiri untuk mengungkap kasus Anni , tuan Andilah memilih untuk tetap merahasiakannya.
"Sebaiknya kita rahasiakan saja pak !, publik tak perlu tahu ini karena bisa membuat pelaku sebenarnya tak muncul ," saran pemimpin tim bentukan tuan Andilah Smith. Tim itu dibentuk dari gabungan beberapa mantan intelegen luar negeri dan orang-orang Nataraharjan yang menculik lawan bisnisnya waktu itu.
Setelah melakukan penyelidikan mereka memang berkelahi dengan tujuan yang sama , yaitu untuk membalaskan dendam Anni . Namun mereka seakan-akan sedang di adu domba , karena tak mungkin arwah Anni meminta bantuan pada dua orang untuk saling bunuh .
"Menurut kalian apakah masuk akal jika mereka sedang di adu domba ?" tanya salah satu polisi itu pada lainnya . "Tentu masuk akal !, tak mungkin arwah mereka meminta bantuan kepada dua orang sekaligus," ucap salah dari mereka.
__ADS_1
"Bahkan bisa saja mereka bukan pelakunya sama sekali !, mungkin saja dilakukan oleh pelaku aslinya untuk menutupi perbuatannya." Pandangan polisi ini yang membuat lainnya sepakat untuk melakukan tes sidik jari untuk menentukan kebenarannya.
note : maaf buat kalian pembaca setia !, author balikin waktu update jadi tiga hari sekali karena lebih banyak yang baca dibanding up tiap hari . namun author masih menantikan absen kalian lewat like , komen , vote , dan rate . thx 😄