PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar

PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar
TERUNGKAP


__ADS_3

"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan ?" tanya Hamdan langsung pada intinya malam itu . "Kata kak Devi dia baru kenal kakak sekitar tiga minggu ini , tapi kenapa kakak langsung berani lamar kak Devi ?"


Pertanyaan itu dijawab dengan yakin oleh Hamdan , "Pertama , karena baru sekali ketemu kakak kamu , aku udah jatuh cinta tapi aku tahan ," karena Hamdan mengucapkan dengan sebuah urutan maka Sinta menanti alasan lainnya . "Yang kedua ?, meyakinkan pilihan dalam waktu tiga minggu sama seperti taruhan ."


"Sebelum aku lanjut akan ku jawab pertanyaanmu !"


"Kamu pernah mengandalkan insting dalam mengerjakan soal ? , tentu pernah bukan !" Sinta mengangguk tuk mengikuti alur cerita Hamdan. "Sama seperti soal itu aku memilih kakakmu , benar tidaknya itu kita sama-sama tidak tahu tapi keyakinan ku datang begitu saja ."


Dengan perumpamaan seperti itu Sinta bisa langsung memahaminya , "Oke ! Aku bisa mengerti , terus alasan kedua apa ?" Hamdan tau maksud Sinta menanyakan tentang semua ini . Adik dan kakak itu memiliki hubungan yang didasari oleh naluri , jadi jika salah satunya tidak yakin dengan pilihan saudaranya dia pasti memastikannya .


"Yang kedua , karena almarhum ayah memintaku untuk memilih salah satu dari kalian !" Kalimat yang diucapkan Hamdan masih ambigu . "Maksudnya memilih ?" Hamdan menjelaskan maksud dirinya.

__ADS_1


"Secara tak langsung berarti aku dijodohkan kepada salah satu dari kalian , dan setelah bertemu Devi aku yakin untuk memilihnya." Sinta jelas tak terima dengan keputusan Hamdan . "Butuh waktu tiga minggu untuk memilih kakak , tapi tak mencoba mengenalku jelas itu tak adil."


Sinta memendam kalimat itu sendiri , "karena menyangkut ayah kakak , sekalian saja pertanyaan ini aku tanyakan." Dengan senang hati Hamdan mempersilakan . "Kakak tau kenapa aku dan kak Devi diberi warisan ?" Hamdan yang mengatakan jika itu berhubungan dengan hutang kedua ayah mereka.


"Kalo hutang kan harusnya dibayar sesuai jumlah awal kenapa ini jauh lebih besar ?" Hamdan hanya menjawab , "Berarti itu dianggap investasi oleh ayah ." Jawaban itu belum bisa menjadikan Sinta puas.


"Jika investasi berarti bagian untuk ayah ku terus berlanjut sesuai perkembangan perusahaan ayahmu bukan ?" Hamdan hanya bisa diam entah apa yang dia pikirkan . Sinta memperjelas maksudnya , "Bukan aku bermaksud mengungkit masalah ini , tapi untuk memastikan jika pinjaman ayah tidak menjadi riba."


note : sebelum lanjut baca tolong kasih like dulu untuk mendukung cerita ini , like kalian pasti akan berdampak pada lanjutannya.


"Dan untuk pembagian hasil investasi ayahmu , akan aku urus besok semoga cepat selesai !" Secara tak langsung hal yang ditekankan oleh Dara juga menjadi pertanyaan Sinta untuk Hamdan. Dan saran Rara hanyalah agar Sinta lebih yakin.

__ADS_1


"Terima kasih untuk itu , dan semoga kakak memang jodoh yang tepat untuk kak Devi." Hamdan menyambut itu dengan baik . "Yah !, doakan saja memang pilihan yang tepat ."


"Oh ya , sebagai adiknya kamu pasti tau banyak hal tentang Devi bukan ?, boleh kakak diberi bocoran sedikit ." Di hati Sinta dia masih mencintai orang di depannya itu , tapi sekarang ia berusaha melupakannya .


"Soal itu aku tak akan memberitahu kakak !, kadang sifat orang bisa berubah sesuai siapa yang dihadapinya dan bagaimana keadaannya." Hamdan menganggapinya sudah sebagai petunjuk jika Devi orang yang suka berubah sifatnya.


"Jadi dia sering berubah-ubah sifatnya ?"


"Selama ini tidak !, tapi entah jika kakak yang dihadapinya ." Balas Sinta judes . "Karena kamu tak mau memberitahu jadi kakak pulang saja , dan semua ini sudah kakak bayar !" Hamdan langsung meninggalkan kafe itu.


****

__ADS_1


note : sekali lagi author minta dukungan kalian lewat like komen vote dan rate 5 , semua dukungan dari kalian akan menjadi pemantik semangat author , thx 😄


__ADS_2