
"Selamat siang semuanya !!" tuan Darwin membuka meeting siang itu , "Siang !!!" tuan Darwin lanjut membuka slide presentasinya tentang tiga tempat wisata yang baru dia temukan . Nampak semua peserta meeting tertarik dengan gagasan tuan Darwin .
"Namun dibalik potensi yang dimiliki ketiga tempat ini ada beberapa kendala yang akan kita hadapi , untuk materi ini saya serahkan kepada Sinta ." Semua peserta melirik Sinta dan itu membuat Sinta semakin gugup. Banyak dari mereka yang mempertanyakan siapa sinta ?, Bagaimana gadis muda itu menjadi pembawa materi di meeting penting seperti ini.
"Kendala yang akan dihadapi adalah infrastruktur area wisata ini masih sangat buruk , ditambah lagi proyek ini bisa gagal jika masyarakat sekitar menuduh kita akan merusak lingkungan."
Meski penuh rasa gugup Sinta bisa menghadapi situasi ini , dia dengan mudah menyampaikan kendala yang akan dihadapi dalam proyek ini dan tentu saja cara menghadapi kendala tersebut.
"Jadi perusahaan ini perlu meyakinkan masyarakat sekitar agar bisa diterima dengan baik , selain itu kita bisa lebih cepat mendapatkan kepercayaan warga dengan menawarkan modal kepada mereka yang ingin membuka usaha seperti oleh-oleh dan cenderamata."
Pemikiran Sinta cocok sekali dengan kebutuhan perusahaan sebagai ujung tombak target pemasaran di kalangan wisatawan lokal dan asing.
Setelah ia menyelesaikan presentasinya para peserta meeting memberikan tepuk tangan untuk Sinta . Mereka kagum dengan Sinta si gadis muda yang memiliki pemikiran cemerlang.
Tak hanya itu , selesai meeting itu Sinta diajak berkumpul dengan beberapa dari mereka yang selalu dilakukan setelah meeting penting . Banyak pertanyaan datang untuk Sinta jawab dari mereka , dan mereka juga heran mengapa gadis dengan pemikiran sebaik ini hanya sebagai tour guide .
__ADS_1
"Seharusnya kamu mendapatkan bagian yang lebih baik ketimbang tour guide , pemikiran mu sangat dibutuhkan perusahaan ini karena kamu benar-benar hidup diantara pangsa pasar bukan seperti kami yang hanya mengandalkan materi." Sinta langsung menunjukan alasan dia hanya menjadi tour guide , "Itu berlebihan , bahkan aku belum punya KTP atau tanda pengenal apapun."
"Sayang banget , seharusnya kamu dibiayai perusahaan untuk memperdalam ilmu kamu di luar negeri , kamu itu aset berharga Sinta." Puji mereka . "Aku bisa mengusulkan kamu agar dibiayai kuliah oleh perusahaan ." Tentu saja dengan dukungan orang-orang penting ini beasiswa bisa saja diberikan padanya .
***
Demi mendapatkan hasil terbaik dalam proyek yang mereka garap , perusahaan itu langsung mengutus beberapa perwakilan termasuk Sinta untuk melobi masyarakat sekitar akan kesejahteraan mereka jika tempat wisata itu berhasil dikembangkan lagi .
Perlahan tapi pasti mereka menyakinkan masyarakat dengan menawarkan pinjaman dana untuk membuka usaha disekitar tempat wisata itu , juga dengan janji investor untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan meski menjadi tempat wisata yang terkenal .
Hanya perlu waktu dua Minggu hingga mendapatkan persetujuan dari semua pihak baik masyarakat ataupun pemerintah desa. Setelah tugas mereka untuk meyakinkan masyarakat selesai ganti para pekerja menjalankan janji perusahaan membangun infrastruktur serta memperbaiki sarana dan prasarana penunjang tempat wisata .
Memang Sinta sama sekali belum menjalankan tugasnya sebagai tour guide tetapi ia sudah banyak membantu proyek ini , jadi banyak bonus yang ia dapatkan sebelum berkerja . ✓
__ADS_1
*/*/*
note : Hay guys..., author udah up lagi nih
selalu author ingetin buat like , komen ,
vote dan rate ya !!!...
kritik dan saran kalian sangat
dibutuhkan author !!!, jadi jangan
sungkan buat komen...
__ADS_1