PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar

PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar
TETANGGA BARU


__ADS_3

"Nyari siapa mbak , mas ?" tegur Devi pada dua orang di depan rumahnya . "Nyari tempat kost mbak , mbaknya tau ?" Melihat kondisinya mereka seperti habis di rampok. "Ada !, di depan gang itu," balas Devi.


"Apakah saya boleh tau kenapa masnya bajunya kok sobek-sobek ?" Rupanya benar mereka habis dirampok . "Petang tadi kita baru sampai dari Bali mbak , eh... dijalan kita malah dirampok." Jelas si wanita .


Pasangannya juga ikut menyahuti , "beruntung saya bisa pertahanin dompet saya mbak !, kalo nggak pupus harapan kita merantau di sini ." Setelah menunjukkan tempat kost yang ia maksud Devi baru berangkat ke tempat kerjanya.


Sementara Hamdan dan mamanya yang tinggal di perumahan elit tidak di datangi tetangga seperti Devi dan Sinta . Para agen itu menyamar menjadi klien di perusahaan yang ia dan mamanya pegang.


"Pagi pak !" Sapa asistennya saat Hamdan baru masuk ruangannya pagi ini . "Wajah sumringah mu membuatku bertanya-tanya apa yang menjadi kebahagiaan mu ?" Asistennya mengatakan jika Hamdan juga harusnya ikut bahagia.


"Harusnya bapak juga bahagia ! , Karena kita diminta mengerjakan proyek dengan nilai besar !" Proyek besar ?, tentu Hamdan tertarik dengan pembahasan pagi ini. "Sebenarnya proyek ini sudah hampir jalan , tapi salah satu pihak membatalkan dan proyek harus tetap dikerjakan !"

__ADS_1


Dari sana Hamdan sudah bisa menebak lanjutannya , "Jangan bilang mereka memilih kita untuk menggantikan posisinya !" Tentu tebakan itu benar . "Benar pak !, jika bapak menyetujuinya saya akan menghubungi mereka untuk membahas ini."


Satu jam setelah pertemuan untuk membahas proyek itu , Hamdan mendapatkan pesan dari Sinta. "Siang kak , ini aku Sinta ! , nanti sore kita bisa ketemu enggak ?" Tentu Hamdan bisa , bahkan jika ada urusan maka urusan itu yang harus mengalah. "Bisa ! , apa kakakmu juga ikut ?"


"Tidak ! , kakak nggak boleh tau." Hamdan mengira jika yang akan dibicarakan Sinta tentang pernikahan dia dan kakaknya. "Mungkin dia mau memberitahu ku makanan kesukaan Devi ?, atau bagaimana menghadapi neneknya ?." Batin Hamdan .


note : like dulu sebelum lanjut baca yah !


"Baru pulang mbak ?" Tanya dua orang pagi tadi pada Sinta . "Iya baru pulang , kalian kenapa duduk di luar ?" Waktu itu bumantara sudah gelap kumandang adzan Maghrib juga telah usai . "Nunggu pesanan mbak ," bohong keduanya.


"Kalo gitu saya masuk dulu !" Sinta masuk ke kostnya sementara dua orang wanita itu melaporkan hasil analisisnya tentang Sinta . "Udah kamu kirim ?" Tanya satunya dan dijawab dengan anggukan . "Ayo masuk kita liat laporan yang lain ."

__ADS_1


Tim ini saling terhubung dengan rekan lainnya , selain mengirim laporan langsung kepada kapten mereka juga mengumpulkan data yang mereka peroleh dalam satu tempat diskusi daring .


Hari ini informasi tentang Sinta tak bisa banyak di ungkap karena sumber sangat sedikit , tapi dari tim yang menangani kakaknya informasi mengalir mudah . Mulai dari kematian ayahnya hingga ibunya bisa langsung didapatkan hari itu juga .


Laporan dari balik layar menyatakan pada hari pembunuhan Anni hanya Devi yang benar-benar diam di rumah jika dilacak dari GPS ponsel mereka. Tapi jika dilihat di hari perkelahian Sindy mereka tak ada yang bisa dicurigai.


"Kami perlu data yang lebih akurat !, coba kirimkan data apapun dari ponsel mereka agar cepat selesai." Perintah hacker-hacker yang bekerja dibalik layar . Tentu pesan ini hanya ditujukan untuk kakak beradik ini yang datanya di dunia maya masih sedikit.


Apalagi Sinta , dia ialah remaja yang tumbuh dalam kekangan jadi aktivitas elektroniknya minim . Satu-satunya jalan untuk melihat sosoknya yang nyata adalah dengan ponselnya.


note ; maaf author kurang ide akhir-akhir ini jadi agak telat update , kalo ada saran boleh kasih di komentar , sekalian likenya dan juga rate thx 😄

__ADS_1


__ADS_2