
"Sekarang kamu sudah tahukan ?" Hadang Dara saat baru masuk kamarnya malam itu , "Tahu apalagi ?, yang kau suruh hanya menanyakan urusan hutang kan ?" Sinta benar-benar polos sekali .
Rara yang menjelaskan jika ada tujuan tersembunyi dibalik warisan itu , "Meski Hamdan memeriksa data dari awal berdirinya perusahaan itu tetap tidak akan selesai masalah ini ," seperti biasa Sinta memotongnya . "Kenapa ?... langsung intinya saja ."
Rara melanjutkannya , "Ayah Hamdan ingin menjodohkan Hamdan kepada kamu atau kakak kamu kan ?"
"Secara tak langsung dengan menjodohkan kalian berarti hutang itu bisa dilupakan dan yang kalian dapatkan hanya warisan yang nilainya kecil !" Lagi-lagi Sinta masih belum memahaminya ,
"Kalau benar begitu tapi kenapa namanya malah menyuruh agar warisan itu tak boleh digabungkan jika kakak menikah dengan Hamdan ?" Dara Kembali mengambil alih . "Karena mamanya tak tau alasan suaminya membuat warisan ini ,"
"Tapi bagiku warisan itu sudah cukup , dilupakan pun tak masalah sekarang !" Dara dan Rara saling bertatapan , dengan ekspresi yang bingung bagaimana caranya menjelaskan pada Sinta . "Huh.."
__ADS_1
"Akan aku jelaskan perlahan !, dengarkan dan jangan tanya sebelum aku selesai." Perintah Rara pada Sinta .
"Tujuan ayah Hamdan menulis warisan itu pertama , agar hutang belasan tahun lalu itu bisa dilupakan ." Namun rasa penasaran Sinta memaksanya mengucap satu pertanyaan,
"Kan tidak ada yang tau kenapa di ingatkan ?" Kedua teman khayalannya kembali saling bertatapan . "Aku lanjut dulu pertanyaan nanti aja !" Rara kembali meneruskan ceritanya .
"Tujuan keduanya berhubungan dengan yang pertama , menjodohkan salah satu dari kalian agar hartanya tak berkurang banyak ." Dara menanyakan apa Sinta paham , "Sebelum lanjut , kamu sudah faham ?"
Tentu karena belum dirinci jadi dia belum paham , "Belum , sekarang boleh aku tanya ?" Akhirnya Sinta boleh bertanya sekarang . "Kalau tujuan pertamanya agar dilupakan hutangnya kenapa di ingatkan lewat warisan ?"
"Almarhum ayahnya tak ingin lupa jasa ayah kalian , tapi dia ingin hartanya tetap utuh ," jawaban lebih lanjut di ambil alih Dara . "Makannya menjodohkan kepada salah satu dari kalian dengan anaknya , jadi separuh dari warisan yang ia keluarkan kembali ."
__ADS_1
Sinta lanjut pertanyaan keduanya , "Jadi tujuan tersembunyinya agar hutang dilupakan dan hartanya tetap utuh ?, kenapa kalian sampai begitu khawatir ?" Masih Dara yang memegang kendali atas pertanyaan ini .
"Huh...,aku lebih khawatir karena jika perjodohan ini tetap terjadi maka kalian seperti menjual saudaranya sendiri ." Dara menyederhanakan kalimatnya agar Sinta segera mengerti . "Jika kalian mendapatkan keuntungan dari perusahaan yang dipegang Hamdan , yang diberikan hanya untuk mu ,"
"Sedangkan bagian kakakmu tetap disana karena mereka pasti akan menyatukan yang mereka miliki ." Ternyata Sinta punya pertanyaan baru setelah penjelasan itu , "Tapi Hamdan sudah setuju agar harta mereka tidak boleh digabungkan ?"
"Itu yang ia bilang saat ini , tapi kita tak tau berapa tahun lagi kalimatnya bertahan Sinta ! ." Rara menambahi ucapan saudaranya , "Jika di ibaratkan air dalam wadah , air yang kalian miliki harusnya jauh bertambah banyak setelah diberi warisan itu,"
"Tapi karena kakak mu menikah dengan Hamdan , air milik kakakmu dimasukan ke wadah Hamdan dan wadah mu hanya bertambah sedikit."
"Baik sekarang aku paham maksud kalian aku menjual kakak !" Dengan perumpamaan Sinta akhirnya paham juga . "Huh..., untung kamu paham !, Aku sudah hampir menyerah."
__ADS_1
note : maaf kalau agak lama update nya , yang terpenting kasih like komen vote dan rate yah dukungan dari kalian akan menjadi pemantik semangat author...