
"Dua hari lagi aku akan melamar mu , aku ingin malam ini bisa menjadi pertemuan terakhir kita tanpa ikatan yang jelas," ucap Hamdan lewat pesan suara yang ia kirimkan untuk Devi . Baru kali ini Hamdan tak menuliskan kalimatnya tapi mengucapkannya saat mengajak Devi kencan.
Tak seperti biasanya , Devi merasa malam ini lebih istimewa daripada malam kencan sebelumnya . "Di tempat biasa dan waktu yang sama tetapi kenapa perasaanku berbeda ?" gumam Devi dalam hati . Tak mau lama membuang waktu ia langsung membalasnya dan lanjut pekerjaannya .
Meski tampak dingin dan tenang Hamdan meminta asistennya mengosongkan aktivitasnya dua hari ini , ia mengosongkan aktivitasnya agar memiliki waktu bersama dirinya sendiri . Banyak pertanyaan dan keraguan dalam senandika yang harus dipecahkan.
"Bagaimana jika...?, atau dia...," hanya dia yang mengerti pertanyaan yang terlintas dibenaknya . Tekanan ini muncul dari kekhawatirannya sendiri akan keputusannya , semakin lama bukan semakin terjawab tapi semakin besar dan berat.
"Kamu nggak berangkat ke kantor , nak ?" tegur mamanya karena hingga siulan burung peliharaannya hilang masih dirumah . "Aku sudah menyelesaikan urusanku , jadi dua hari ini aku tak perlu ke kantor ." Jawab Hamdan dari balik kaca itu.
"Mama tau akhir-akhir ini kamu sedang ada pikiran , ayo beritahu mama !" insting seorang ibu sangat tajam di saat ini . "Entahlah Ma , aku tak bisa menjelaskan pada orang lain perasaan khawatir , cemas dan gugup datang tanpa alasan."
"Apa kamu berbuat kesalahan akhir-akhir ini nak ?, perasaan seperti itu biasanya muncul karena ada hal yang kamu pendam sendiri." Memang Hamdan punya hal yang dipendamnya sendiri tapi abstrak , ingin dijelaskan tapi tak bisa.
"Baiklah jika memang sulit ! , tapi ingat kau punya Tuhan yang akan mendengarkan keluhan mu meski tak terucap ." Ujar namanya karena hanya diam saja , "Iya ! , aku tak lupa ."
__ADS_1
****
Note : sebelum lanjutin bacanya ayo kasih like dulu yah , like gratis dan gak butuh waktu lama....
"Apa kalian punya jalan keluar untuk ku ?" tanya Sinta saat beristirahat siang ini , sayangnya mereka tak memiliki rencana apapun . "Tidak !, urusan ini terserah padamu saja ." Dara menyerahkan keputusannya ,
"Dan kami juga tidak akan membantumu menyelesaikannya !" jadi sekarang penyelesaian kasus ini tergantung pada Sinta sendiri . "Waktu ku tak lebih dari dua hari sebelum kakak benar-benar dilamar ," itu yang terlintas dipikirannya saat ini.
"Kamu harus cepat memisahkan mereka , karena kami tau kamu masih belum bisa melepaskan Hamdan sepenuhnya." Rara masuk dalam obrolan rahasia ini , "Iya , selain itu aku tak rela menjual kakak ku sendiri."
****
Meski belum sepenuhnya pulih pikirannya tapi karena dia yang mengajak Devi makan malam , Hamdan tetap datang . "Apa aku selalu terlambat ?" tentu dia tak terlambat tapi Devi yang selalu datang awal .
"Sepertinya kau perlu kenal aku lagi !"
__ADS_1
"Kamu mengajakku kesini karena ini pertemuan terakhir sebelum melamar ku kan ?, jadi pasti ada yang ingin kamu katakan ," buka Devi dahulu . Hari ini Devi sudah tak ragu untuk lebih terbuka lagi .
"Ya benar !, ada yang ingin aku sampaikan tapi aku tak tahu bagaimana mengatakannya ." Tak lagi dengan kalimat yang simpelnya , "Tenang !, boleh langsung intinya aja gak perlu basa-basi."
Hamdan mejelaskan apa yang ia alami seharian ini .
"Hari ini aku terbangun lebih awal dan muncul rasa cemas , takut serta bingung tanpa alasan yang jelas ," Devi paham apa yang sedang dialami oleh Hamdan "Aku tahu sebabnya !"
"Perasaan itu sebenarnya adalah gugup karena kamu belum benar-benar siap melamar ku ." Devi tak berat mengucapkannya seperti dia sudah melewatinya , "Mudah sekali kamu bicaranya seperti sudah pernah saja !" Hamdan tak percaya apa yang dikatakan Devi
"Memang pernah !" Jawab Devi percaya diri dan tegas . "Kapan ?, dan apa rasanya sama sepertiku ?" sebelum membalas Devi tersenyum hingga gigi ginsulnya kelihatan . "Saat kamu melamar ku , satu minggu aku mengalami hal yang sama ."
"Jika ditanya rasanya pasti berat aku !, yang kamu rasakan apakah benar aku jodoh kamu kan ?" Hamdan mengangguk , "Aku lebih rumit lagi , karena jika salah pilih banyak hal yang sudah tak bisa dikembalikan lagi ."
Note lagi : bagi yang belum like kasih like dulu yah , lanjut komen , rate dan vote agar author semakin semangat lagi...✓✓
__ADS_1