PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar

PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar
EXYE


__ADS_3

"Mana adik kamu ? , katanya mau ikut ." Tanya Hamdan karena melihat Devi sendirian . "Dia tiba-tiba ada urusan penting jadi nggak bisa ikut , maaf yah ." Balas Devi . "Ohhh , terus gimana ? , Mama nggak ada terus adik kamu juga nggak ikut ." Jelas pertanyaan Hamdan itu belum difikirkan Devi Sebelumnya .


"Emang kenapa sih , apa kamu buru-buru lagi ?" seolah Hamdan tak bisa atau tak mau bertemu lebih lama dengannya . Hamdan memanggil pelayan untuk memesan minuman . "Kalau dibilang buru-buru ya nggak ,tapi ada urusan jam tujuh ."


"Emang urusan apa sih tiap hari ada urusan mulu ?" belum sampai Hamdan menjawabnya pelayan itu kembali dengan segelas minuman yang dipesan Hamdan . "Buat apa kamu tau , nggak perlu juga ." Balas Hamdan semakin judes ."Sepenting apa coba sampai orang lain aja gak boleh


tau ," celetuk Devi menyindir Hamdan .


"Dulu penting banget tapi sekarang jadi nggak penting." Pernyataan itu cukup aneh , jika sudah tak penting lagi kenapa harus tepat waktu gitu .


"Terus kenapa terus dilanjutin kalo nggak penting lagi ?" Dengan cara khasnya Hamdan menjawabnya , "Mungkin awalnya terpaksa tapi sekarang jadi terbiasa dan sulit melepasnya." Devi sebenarnya belum tahu maksud Hamdan tapi ia mengalihkan topik pembicaraan."Oh iya , apa ayahmu sakit sebelum meninggal ?"

__ADS_1


"Entahlah , aku hanya dikabari jika ayah meninggal hari itu ." Sebagai seorang pemimpin perusahaan sekarang Hamdan seperti berhadapan dengan koleganya , menatap Devi tanpa henti sehingga Devi tampak bingung.


"Sudah jam tujuh , aku pamit dulu ada urusan." Hamdan langsung meninggalkan kursinya tanpa menunggu jawaban Devi . "Apa sih urusannya harus on time banget ?" batin Devi penasaran sehingga ia memutuskan untuk mengikutinya .


Hamdan yang memakai mobil pribadi langsung melesat meninggalkan Devi yang masih sibuk membuat penyamaran . Ia tak khawatir tertinggal jauh karena hanya tiga ratus meter lagi akan menemui persimpangan lampu merah yang pastinya akan membuat pergerakan mobilnya tersendat .


Benar saja , Hamdan ikut terjebak di antrian lampu merah itu . "Sesuai prediksi !" Ucap Devi lirih . Namun saat lampu hijau masih akan menampakkan warnanya Hamdan sudah memacu mobilnya . Tertinggal membuat Devi harus memacu motor maticnya lebih kencang , dengan pergerakan yang lebih mudah Devi melihat Hamdan berbelok dan berhenti di stasiun radio .


Devi tak langsung pulang ke rumah , ia mampir ke kost adiknya. "Sin , kamu dimana kok kost kamu gelap ?" tanya Devi lewat pesan singkat. Sinta tak lama membalasnya "Lagi makan Kak , kakak kesini aja di PKL pertigaan." Devi langsung meluncur menemui adiknya .


"Ada apa kak , nyariin aku ?" , sebenarnya ia hanya ingin mendengar radio . "Enggak papa , mau main aja." Setelah selesai makan Sinta mengajak kakaknya pulang .

__ADS_1


"Dek , kakak nyalain radionya ya !" tentu Sinta mengijinkannya , karena acara favoritnya baru mulai jam sembilan. Devi memutar tombol Chanel ke kanan ke kiri tapi tak jua menemui suara Hamdan . "Nyari apa sih kak , di puter-puter terus ?"


"Enggak , mau nyari lagu yang enak aja." Akhirnya Sinta membantu kakaknya ke Chanel yang biasanya memutar lagu-lagu kekinian jam segini. "Nah , ini chanelnya kalo mau denger lagu yang asyik."


"Kamu kok bisa hafal banget , Dek." Sinta menjawabnya santai "Gak ada tv ya tiap hari dengerin radio jadi hafal channelnya , biar hemat listrik." Meski sudah di tunjukan yang ia maksud Devi tetap saja mengulik Chanel lainnya. Karena tak jua menemui suara Hamdan Devi pamit pulang . "Lagunya gak ada yang asyik !! , Kakak pulang aja dek ."


"Iya , hati-hati dijalan." Sinta mengantarnya hingga naik motor. "Balik lagi EXYE menyapa kalian , para pendengar setia ku semoga malam ini menjadi malam yang indah." Musik edm remix menyambut kalimat pembuka penyiar favoritnya . "Buat kalian yang lagi patah hati , jangan mudah bertaruh , karena hati yang rapuh pasti akan runtuh jika air mata terus luruh ." Seperti biasa EXYE mengungkapkan kalimat galau sebelum memulai acaranya.


Namun pada akhir acaranya , EXYE harus mengungkapkan jika Minggu ini adalah minggu terakhir ia menjadi penyiar radio . "Sebelum saya tutup , EXYE ingin berpamitan dengan kalian penggemar setia ku . Minggu ini adalah terakhir kalinya menjadi penyiar radio , ada alasan yang tak bisa di ungkapkan sekarang."


note: tolong kasih like , komen , dan rate agar author semakin semangat nulisnya. jangan lupa di favoritkan biar tau ada update terbaru, thx 😄

__ADS_1


__ADS_2