
Setelah selesai dengan urusannya dan membaca pesan dari Devi , Hamdan menelepon balik . "Assalamualaikum gimana bisa ?" Devi langsung ke poinnya , "Walaikumsalam , aku sih bisa tapi mama nggak bisa ikut dia sedang di luar kota."
"Kebetulan juga aku pengen ketemu adik kamu , dulu ayah pernah bilang kalo pak Danuarta anaknya dua cewek semua , dan yang kecil masih sekolah." Devi meluruskan ucapannya "Sinta udah lulus tahun ini , makannya dia pengen ngucapin terima kasih sama keluarga kamu."
Devi menghubungi adiknya , "Assalamualaikum dek , katanya Hamdan bisa ketemu nanti malam tapi mamanya gak ikut , lagi di luar kota." Sinta menganggapinya dengan penuh semangat , "Alhamdulillah , nanti aku ke rumah kalo gitu biar bisa berangkat bareng."
"Nak , kita nanti sore ada meeting penting kamu harus ikut." Tuan Darwin yang mengatakannya . Sinta sempat terfikir untuk menolaknya karena ingin menemui Hamdan . "Ini penting kamu harus hadir Sinta , kamu adalah orang penting di bisnis ini." Paksa tuan Darwin melihat Sinta tak jua memberikan respon .
"Menurut ku sekarang kamu masih punya waktu untuk berterima kasih kepada orang itu , jadi kau boleh mengejar karirmu." Bisik Dara yang telah kembali bersamanya. "Lagi pula aku punya firasat buruk jika kamu ke kafe itu." Rara menyadari ada yang aneh saat Sinta bertemu kakaknya kemarin malam.
__ADS_1
"Baiklah , nanti Sinta datang ke kantor ." Akhirnya Sinta memutuskan untuk langsung memberitahu kakaknya jika ia tak bisa datang . "Assalamualaikum kak..,"
"Walaikumsalam , kenapa dek nelpon lagi ?" meski sebelumnya telah menyiapkan kalimat yang tepat untuk mengatakan itu , tapi Sinta gugup sehingga buyar semuanya. "Ini kak , tiba\-tiba aku di suruh ke kantor nanti sore jadi aku nggak bisa nemenin kakak , nggak papa kan ?"
"Iya nggak papa , yang penting kamu yakin apa yang kamu pilih yang terbaik untuk kamu." Jawaban yang tak dibayangkan Sinta sebelumnya . "Ya udah kak , ini Sinta mau langsung ke kantor." Pungkas Sinta dengan hati yang lebih lega .
\\*
Saat itu disana sedang ramai , tetapi Ranty merasakan sesuatu yang aneh . Ia merasa ada yang mengikutinya tetapi tidak ada siapa pun , saat melewati beberapa baris pakaian disana ia melihat perempuan yang sedang memilih\-milih .
Mungkin itu tampak biasa saja , tapi perempuan itu selalu ada di setiap baris pakaian . "Aneh , kok perempuan itu selalu ada di setiap baris pakaian sih ?" Ranty terus menatap ke arah perempuan itu tapi ia memang sedang memilih pakaian seperti orang lainnya.
__ADS_1
Namun saat ia melangkah ke baris selanjutnya ia melihat perempuan itu lagi . Ranty mencoba mundur ke baris sebelumnya , perempuan itu tak ada . Ia kembali maju ke barisan tempat ia melihat perempuan itu tapi juga telah hilang . "Loh , kemana perempuan itu pergi ? , Tadi masih disini."
Setelah melewati baris\-baris selanjutnya ia terus saja menatap orang\-orang yang sedang memilih pakaian dan perempuan itu juga tak ada. "Aduh , maaf mbak nggak sengaja." Ranty menabrak seorang wanita yang sedang memilih pakaian .
Anehnya wanita itu tak memberikan respon apapun , setelah beberapa langkah Ranty membalikan badannya. Wanita yang ia tabrak tadi menghilangkan begitu saja. "Maaf Bu , tadi liat orang yang lagi milih baju disini nggak ?" Ia menanyakan pada beberapa orang yang di dekat sana .
"Tapi dari tadi nggak ada yang milih baju di situ lho mbak ," jawab ibu itu "Malah mbaknya tadi kenapa tiba\-tiba bilang maaf kan nggak ada orang disana ?" timpal ibu satunya yang melihat Ranty bertingkah aneh . "Ya udah Bu makasih," dan Ranty pun langsung pergi meninggalkan mall itu.
note: please kasih like , komen , dan rate kalian agar author tambah semangat lagi nulisnya , dan jangan lupa di fav juga ya biar tau update terbaru...
__ADS_1