PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar

PSIKOPAT CANTIK | Setan Kembar
MASALAH BARU


__ADS_3

 


"Kasihan juga pelayan itu , tak bersalah tapi jadi korban." Ucap Sinta setelah mendengar cerita dari Dara tentang nasib pelayan itu. "Tak usah panik Sinta !! , tidak ada bukti lain yang bisa digunakan untuk mencari tahu lebih jauh tentang pembunuhan ini."


"Sin...,Sinta...!! Kemari bantu nenek." Teriak nenek memanggilnya , "iya nek bentar Sinta keluar." Meninggalkan kedua teman khayalannya.


 


Sambil memasak neneknya menanyakan tentang kelanjutan pendidikan Sinta. "Jadi gimana nduk sekolahnya ? , mau dilanjut apa kerja ?" Sinta tak langsung menjawabnya "Kalo mau lanjut takut sama biayanya nek , mending aku nyari kerja dulu aja." Jawabnya santai , "kamu bisa buka angkringan apa buat usaha kecil\-kecilan pulang kuliah , nggak usah ngumpulin uang baru sekolah."


"Pengennya gitu nek tapi takut mulainya." Neneknya menghela nafas menghadapi ketidakpastian Sinta . "Buka usaha sendiri bisa paruh waktu , dan nenek bisa modalin meski sedikit."


"Kayaknya jangan dulu nek , aku belum siap usaha sendiri." Neneknya semakin lelah menghadapi Sinta yang tak punya pendirian sama sekali. "Terserah kamu lah nenek bingung."


"Kalo seminggu kamu nggak punya keputusan siap-siap ikut garap sawah biar bau lumpur badan mu." Entah ancaman atau hanya candaan si nenek tapi jelas akan membuat Sinta cepat memilih. "Iya seminggu , tapi garap sawahnya Sinta bagian anter makanan aja."

__ADS_1


 


\*


 


"Kalian bantu aku dong , aku bingung milih yang mana lanjut kuliah sambil kerja apa buat usaha sendiri ?" tanya Sinta kepada Dara dan Rara . "Gak usah milih !! , Aku pengen liat kamu bau lumpur kan kamu belum pernah main di sawah." Canda Rara , "enak aja , dulu udah pernah tapi langsung muntah."


"Aku gak bisa bayangin kamu nanem padinya maju." Timpal kembarannya , "woy sembarangan , aku tau ya kalo nanem padi itu mundur." Balas Sinta sambil melempar bantal . "Payah lempar bantal aja gak kena." Ejek Rara lagi , "gimana mau kena orang kalian ghaib." Balas Sinta ketus .


"Ayo cepat bantu aku waktu ku cuma seminggu." Sinta semakin panik . "Kalo mendadak gini aku juga nggak bisa apa-apa." Setelah berfikir sejenak dara memberikan sarannya . "Fokus nyari kerja aja dulu , coba lihat lowongan kerja dekat sini kayak warung apa usaha kecil-kecilan gitu."


"Betul kata dara sin , pokoknya cari aja dulu aku yakin pasti ada kok." Rara semakin membangun motivasi Sinta , "hemmm..., yaudah deh."


Setelah masuk ke beberapa tempat yang menawarkan kerja tetap saja ia ditolak karena tak memiliki KTP . "Coba yang ini sin , gak jauh dari sini." Tapi semangat Sinta sudah tak seperti pagi tadi "Dara !!, Rara !!.., aku udah ditolak lima tempat , apalagi ini restoran yang berani nawarin gaji lumayan aku takut."

__ADS_1


Benar setelah menemui pimpinannya , Sinta kembali ditolak karena tak memiliki KTP atau tanda pengenal apapun. "Maaf tapi kami tidak berani mengambil resiko." Ucapnya .


Tapi disaat ia hendak keluar dari restoran itu ada seorang yang memanggilnya, "Sinta , kamu Sinta kan ?" Ia berhenti menenggok sekelilingnya dan orang itu mulai mendekat.


"Kamu pindah kesini ya ? , Kok om nggak pernah ketemu kamu." Ternyata orang itu adalah tuan andilah. "Iya om , aku pindah kesini ikut nenek." Tuan andilah mengangguk dan menanyakan mengapa ia disini. "Kamu ngapain disini kan restorannya belum buka ?" Sinta agak gugup menghadap tuan andilah.


"Mau ngelamar kerja om , tapi nggak diterima, om sendiri ngapain kesini ?." untuk mengurangi kegundahannya ia mencoba berbalik tanya. "Nggak diterima ? , bentar om bicara sama manager restoran ini , kebetulan pemiliknya temen om." Tuan andilah meminta seorang pelayan untuk memanggil managernya.


"Kenapa dia nggak diterima kerja disini ?" karena tau yang dihadapannya adalah kolega bosnya manager itu gemetar. "Dia tak punya tanda pengenal pak , jadi kami nggak mau ngambil resiko apalagi saya juga karyawan."


Tuan andilah memandang Sinta sekaan bertanya kebenaran yang diucapkan manager itu. "Benar om , aku belum punya KTP." Sinta menjawabnya terbata-bata takut malah ia yang dimarahi.


"Kamu ikut om , biar om aja yang kasih pekerjaan." Sinta tak menyangka tuan andilah memberikan tanggapan seperti itu. Di mobil tuan Andilah , Sinta hanya diam seribu bahasa ,gugup dan penuh rasa bersalah . "Kamu kenapa kok tegang banget ?" Tuan Andilah memecah ketegangan Sinta , "aku bingung mau dikasih kerja apa ?"


"Ohh itu...,maaf om lupa kasih tau kamu , om mau nempatin kamu di usaha om yang baru." Satu pertanyaan Sinta langsung menyahut "usaha otomotif om ?" Tuan andilah hanya menggeleng . "Bukan , om mau nyoba usaha baru, baru kemarin om buat kerjasama dengan perusahaan pariwisata." ✓

__ADS_1


note : hallo guys , author udah up lagi nih buruan baca ya jangan sampai nyesel...,jangan lupa tinggalkan jejak ya vote , komen dan like sangat membantu author, thx 😄


__ADS_2