
"Assalamualaikum Dev , nanti sore mama mau ketemu kamu sama adik kamu bisa ?" Ujar Hamdan dalam telpon . Sambil bersimpuh di samping jenazah ibunya ia menjawabnya. "Kami nggak bisa , ibu ku meninggal ." Devi mengatakan itu dengan sesenggukan.
"Baik , nanti aku bilang mama...,tapi kamu bisa share lokasi ?" Pinta Hamdan dengan niat melayat . "Baik aku kirim lokasinya." Setelah mengirim lokasi ia memutuskan untuk mematikan ponselnya agar tak ada yang menggangu.
Akhirnya sore itu juga ibunya di kuburkan di pemakaman umum dekat sana. Meski keadaan gerimis ringan keduanya ikut mengantar ibunya. Berjalan kaki dan dibawah payung hitam yang bermekaran suasana sedih merebak .
Tutup keranda terbuka , air mata yang menetes semakin deras . Prosesi pemakaman harus segera dilakukan , karena air pasti akan semakin menggenang. Kaki keduanya terasa lemas hingga menopang badan pun tak kuat.
Dengan payung kecil Hamdan turun dari mobilnya karena jalan tanah itu mulai becek dan sempit. Ditemani ibunya ia datang kesana. "Maaf mas , apa jenazahnya sudah dimakamkan ?" tanya Hamdan karena rumah itu agak sepi .
"Baru aja mas , rombongannya baru berangkat mungkin baru sampai di TPU." Jawab pemuda yang berada di rumah itu. "TPU nya jauh nggak mas ?" Hamdan berniat menyusul rombongan . "Nggak jauh , tinggal ngikutin jalan ini ajah."
"Ma , Hamdan mau nyusul ke pemakaman Mama ikut nggak ?" Namun mamanya memilih tetap di sana karena gerimis semakin deras. "Kamu aja sendiri yah , mama tunggu sini." Karena gerimis semakin deras ia memutuskan untuk membawa mobilnya.
__ADS_1
Namun sampai disana prosesi pemakaman sudah selesai , beberapa orang sudah mulai meninggalkan tempat itu. "Yah , udah selesai." Akhirnya ia memutuskan hanya melihat dari kejauhan.
Karena tak kuat berjalan sendiri keduanya dibantu untuk kembali pulang , namun akhirnya Sinta jatuh pingsan setelah beberapa langkah meninggalkan kuburan ibunya.
Melihat salah seorang jatuh pingsan , Hamdan segera keluar menolongnya . Ia langsung mengangkat tubuh Sinta dan membawanya ke mobilnya .
***
Saat ia terbangun , di depannya sudah ada Devi , neneknya , dan beberapa orang tetangga yang masih bertahan untuk menemani mereka. "Alhamdulillah , udah bangun ." Ujar Devi yang sedang mengipasinya.
Setelah tersadar itu ia mengingat beberapa kejadian sebelum ia jatuh pingsan , salah satunya sesaat sebelum pingsan ia melihat seorang pemuda yang berdiri di dekat mobil .
Ia sama sekali tak mengenali pemuda itu , bahkan rombongan yang ikut mengantar ke TPU semuanya jalan kaki. Bahkan saat pingsan ia juga merasa diangkat seseorang sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya.
__ADS_1
Ia menanyakan itu pada orang-orang disekitarnya tetapi mereka juga tak kenal pemuda itu. "Ibu juga nggak kenal siapa pemuda itu, tiba-tiba ia langsung membawamu ke mobilnya saat kamu pingsan." Jelas salah seorang tetangganya.
"Ia ganteng banget nak , apa itu pacar kakak kamu ya." Timpal tetangga lainnya . "Mungkin aja , orang cuma kakak kamu yang kenal ." Tetangga lainnya terus membicarakan pemuda itu.
"Pemuda itu mungkin saja memang pacar kakak, seingat tadi ku kakak mengirim lokasi rumah ini kepada seseorang." Batin Sinta menanggapi kemungkinan pemuda itu pacar kakaknya.
Karena sudah merasa agak kuat , Sinta ikut menemui para pelayat. Karena pelayat terus berdatangan akhirnya Sinta lupa menanyakan siapa pemuda yang membantunya tadi .
****
Esoknya Sinta jatuh sakit , tubuhnya menjadi sangat lemas karena kesibukannya kemarin ia hingga lupa untuk makan . Sejak terbangun dari tidurnya ia sudah memaksa tubuhnya berlari ke tempat kakaknya , dan tak sempat makan sehingga ia sakit.
hallo guys , author udah up lagi nih
__ADS_1
jangan lupa untuk kasih like , komen , vote dan rate ya setelah membaca . dukungan kalian adalah semangat author...