PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 10, Latihan El


__ADS_3

Pagi hari menjelang, El bangun dan menatap seluruh kamarnya. tidak ada yang berbeda dan masih sama, hanya saja hatinya sedikit plong dan merasa lebih baik. El beranjang dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi, masih sangat pagi dan dia ingin olahraga lebih dulu, dia hanya ingin kembali seperti dulu. hidup sehat dan juga karirinya.


El membersihkan diri dan mengenakan pakaian olaraga miliknya. El keluar dari kamar dan turun kebawah, ia berencana untuk olahraga disekitaran apartemen ini saja, toh juga ada lapangan yang tersedia dan juga banyak orang yang lari pagi disana, El melakukan hal yang sama dengan mereka.


setelah selesai dengan rutinitasnya, El kembali masuk kedalam dan mulai membuat sarapan untuknya, masih jam 7 pagi dan sangat sempat sarapan. tidak seperti hari sebelumnya, El bahkan tidak sempat berbuat apa sudah siang saja. namun hari ini dia melakukan semuanya dengan sangat baik.


dreettt...


El menatap ponselnya, dia melihat managernya menghubungi dan sudah dipastikan bahwa itu panggilan untuk latihan hari ini. untung saja El bisa memilih tempat latihan yang dia inginkan, malas saja rasanya jika harus keluar rumah dan pergi jau. El tidak puny tenaga sebanyak itu.


"hallo ada apa?, aku baru selesai sarapan" ucap El, managernya sudah seperti teman bagi El. kerna selama El bekerja disana, managernya itu yang paling dekat dengannya, paling pengertian dan juga dulu sering mengajari El disela waktu mereka yang free, El sering diajak untuk latihan bersama.


"jam 9 dijemput oleh supi, cepatlah bersiap jangan hanya menangis, kamu punya utang penjelasan padaku nanti" ucap manager itu, padahal usia mereka cukup jauh berbeda. manager El berusia hampir 40 tahun, sedangkan El baru 26 tahun. tapi El seperti menganggap managernya besti.


"iya aku tau, semlam kamu sudah memberitahuku. aku tidak pikun sepertimu" jawab El sambil memayunkan bibirnya. meski sudah tua begini El mash ingat jadwalnya apa saja. karna bagi El membuat jadwal setiap hari adalah tugas untuk dirinya setiap malam hari.


"ya sudah kalau begitu, sangat bagus kamu ingat jadwal" jawab managernya dan langsung mematikan panggilan itu. El mengehela nafas kasar. ia kembali membuka ponsenya namun kali ini dia teringat dengan artikel yang dia baca kemarin malam. Brady akan menikah?, meski sudah berusaha melupakan tapi El tetap saja kepo.

__ADS_1


"apakah wanita itu yang akan jadi penggantiku?, astaga Brady bodoh itu memang sangat bodoh" ucap El tertawa. dia bukannya kesal atau cemburu, tapi malah tertawa kran Brady menikah dengan wanita yang diatas El. tapi ternyata apa yang dibayangkan El sangat jauh berbeda.


"tidak ada yang penting lagi, aku harus fokus dengan kaririku dan latihan hari ini" ucap El beranjak dari kursinya. ia masuk kedalam kamar membersihkan diri. jam 9 dia dijemput oleh staff perusahaannya dan membawa El ketempat latihan mereka. El menatap tempat tu, sangat berbeda dari biasanya.


"bagaimana El, sudah siap?" tanya manager dan juga para staff yang akan membantunya latihan sudah siap disana. tinggal menunggu El. juga ada beberapa model yang juga ikut latihan disana, namun berbeda tempat dengan El, karna El berbeda dengan mereka. model perusahaan itu dipakai hanya untuk iklan dan juga brand produk


berbeda dengan El, bahkan semua show yang mereka ikuti pasti El yang akan datang mengisi acar itu. tidak heran akan semakin banyak yang mengenali El dan pendapatan perusahaan semakin banyak. juga El mendapatkan keuntungan yang juga tidak sedikit. penggemarnya sangatlah banyak namun El memilih untuk menyerahkan media sosialnya kepada manager,, hanya menggunakan seperlunya saja.


"sudah siap, ayo mulai saja" jawab E dan langsung berdiri, ia kapan pun selalu siap dan langsung eksekusi tempat. El tidak mau lama-lama jika latihan, dia selalu prefesional dan latihan secepat mungkin, dia selalu melakukan dengan baik dan setelahnya dia akan langsung bebas begitu saja.


El latihan tidak sampai 1 jam, dia sudah menguasai semuanya. tinggal melihat beberapa baju yang akan dipakai dan apa yang akan diperlihatakan disana. karna El akan membawakan tema tentang lingkungan dan pihak perusahaan sudah menyiapkan beberapa desain produk untuk acara ini.


"hahaha.. kalau kamu bisa memenangkan undiannya" jawab manager El smabil tertawa. mereka mengatakan hal itu memang benar adanya, acara fashion show yang digelar tidak sering dan juga pasti banyak para pengusaha yang melakukan persaingan untuk mendapatkan produk tersebut.


"sekarang ceritakan semuanya, apa yang sudah terjadi selama kamu di Indonesia" ucap manager Ling menatap El, dia tidak sabar untuk mendengar semua tentang El dan juga alasan El putus dari kekasihnya itu. " aku sudha bilang dari telfon kenapa masi bertanya" ucap El tersenyum tipis.


"ditelfon sama sekarang beda, sangat jauh berbeda. aku ingin mendengarnya secara ditail" ucap manager Ling, mendesak El agar mau cerita. karna El tidak mudah terbuka dengan orang lain dan selalu memendam semuanya sendiri, jarang bercerita kecuali hal-hal kurang berdampak padanya.

__ADS_1


"baiklah.... aku melihat dia selingkuh dengan wanita lain di apartemennya, aku bahkan melihat mereka melakukan hal itu didepan mataku sendiri" ucap El sambil menahan sesak didalam hatinya. ia memang ingin melupakan semua kejadian itu, namun terasa sulit dan seolah terekam jelas dikepalanya.


"beru pertama kali aku melihatnya selingkuh, mungkin dia sudah pernah melakukan itu tapi tidak ketahuan. aku mengurung diri selama dua hari di apartemen, jadi tidak berinteraksi dengan orang-orang, termasuk kalian semua" jawab El sambil tersenyum tipis, masih sesak namun berusaha untuk menahan.


"lalu apa yang kamu lakukan setelah itu?, apa kamu mau lanjut dengan dia atau tidak?' tanya manager Ling menatap El. dia kasihan dan juga sedih mendnegar cerita El sepertti itu, padahal El sudah sangat berusaha untuk mempertahankan hubungan mereka, meski perusahaan awalnya menetang El pacaran selama kontrak kerja berlangsung.


"tidaklah.. ngapain lanjut pacaran sama laki-laki modelan kaya gitu, aku mau fokus karir dulu" jawab El sambil menatap Ling, dia butuh sandaran dan saatnya memang menumpahkan semuanya kepada manager Ling. El tidak punya siapa-siapa lagi untuk bersandar.


"menangislah jika mau, aku tau kamu pasti bersedih karena itu" ucap manager Ling sambil mengusap punggung El dengan lembut, dan lihatlah El langsung menangis, ia menumpahkan semuanya didepan manager Ling dan tidak harus menutupinya lagi. mungkin tiga harii kemarin dia masih kuat sendiri, namun hari ini pembatasnya sudah runtuh.


"kamu harus kuat, tidak semua cowok itu bisa diharapkan. kamu lihat sendiri banyak kisah cinta yang kanda dan dari sini kamu harus bisa belajar" ucap manager Ling. El hanya bisa mengangguk paham, mungkin untuk jatuh cinta akan sulit untuknya. dia harus pulih dari sakitnya sekarang.


"sudah mendingan?, atau mau sesuatu?" tanya manager Ling. dia tau rasanya sakit hati dan putus cinta. karna dulu dia juga pernah menghadapi hal yang sama. " sudah, makasih selalu ada untukku" ucap El tertawa. entahlah kenapa dia masih menangis, padahal sudah berjanji untuk tidak menangis lagi mulai kemarin.


"ya sudah kalau begitu kita cari makan dulu, karna kamu tidak boleh kurus karna memikirkan hal itu doang" ucap manager Ling, menarik tangan El dan mereka meluncur pergi. keduanya tertawa dan memasuki jalanan, melihat suasana dengan keramaian sembari mencari tempat makan yang cocok untuk selera mereka.


#fid.nch

__ADS_1


#Zelenio


__ADS_2