PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 13, Permianan Baru


__ADS_3

warning!!!


AREA 18+ 


Mengandung unsur kekerasan fisik, bagi yang tidak suka skip saja. hanya untuk menghibur


~Elio


"Liam.. laukan dengan baik, aku ingin semuanya berjalan sesuai apa yang sudah aku rencanakan. aku butuh ssesuatu hari ini" aku menagtakan hal itu kepada anak buahku agar mereka tau pekerjaan mereka. apa yang ahrus mereka lakukan. " baik tuan, saya lakukan" jawab Liam.


dia adalah anak buahku yang bisa mengikuti ajaranku dengan baik. pemimpin kelompok bawah yang tidak lagi aku kerjakan, hanya melihat perkembangan mereka saja. namun aku selalu mengawasinya, tidak ada yang boleh melakukan kesalahan atau mereka yang akan menjadi melodi indah dalam tidurku.


hari ini aku dikejutkan dengan berita tentang ma*yat yang ditemukan didalam kontainer dalam keadaan yang sangat menyedihkan. entahlah apa yang dirasakan pelaku ketika melakukan pemb*unuhan dengan mayat itu. melihat hal itu saja aku sedikit bersedih dengan takdir mayat yang sangat malang begitu.


hal ini tidak sesuatu yang baru lagi dikota ini. karna sudah beberapa kali hal ini terjadi namun polisi sampai saat ini belum bisa menemukan siapa pelakuknya. bahkan mereka sempat meminta tolong kepada anak buahku untuk menyelidiki semua ini. namun tetap saja hasilnya nihil.


"pagi ini pihak kepolisian dikejutkan dengan kabar mayat yang ditemukan di kontainer dengan kondisi yang sudah bau busuk dan sangat mengerikan, karna kaki tangan mayat tersebut terlepas dari tubuhnya"  


aku mendengar berita itu saja langsung terkejut, kenapa bisa?, sungguh sangat mengerikan memang. orang seperti apa yang tega melakukan hal itu. sudah berapa kali melihat hal itu namun ini paling mengerikan. aku tidak tega dan langsung mematikan televisi itu, sangat menganggu. hal itu membuatku semakin ingin mendengar melodi indah.


" tuan.. hari ini kita pergi ke acara fashion show di Milan, kalau bisa  secepatnya karna sudah ditunggu disana" ucap Liam sambil menatapku. entah apa yang aku pikirkan sekarang ini. yang pasti semua sudah diusur oleh Liam, aku tidak perlu repot-repot untuk memikirkan apa yang harus aku lakukan disana nanti.

__ADS_1


"baiklah,.. aku segera bersiap, tunggulah dibawah" jawabku sambil kembali masuk kedalam kamar. aku memikirkan seperti apa yang akan aku lakukan ketika berada dikeruminan orang lain. selama ini aku selalu menghindari keramaian, aku tidak suka dengan orang-orang dan mereka tidak tau siapa aku sebenarnya.


aku memang pemilik perusahaan Delimus, namun yang sering tampil dipublik adalah Liam. dia tangan kananku dan selalu mengurus semuanya dengan baik. tidak pernah membuatku kecewa, aku sibuk dengan duniaku melakukan apa pun yang aku inginkan dan mengawasi kerja semua bawahanku.


hari ini lagi dan lagi aku harus ikut bersama Liam ke acara yang seharusnya aku tidak datang, namun Liam tidak bisa pergi begitu saja. dia memang dikenal pemilik perusahaan Delimus secara publik, namun jka akuu tidak ikut Liam tidak akan tau bagaimana cara kerja dalam perusahaan.


secepatnya aku segera selesai dengan jas dan juga penampilanku. Liam sudah menunggu dibawah untuk pergi bersama. sedangkan anak buahku yang lain mengurus bisnis kami yang semalam masih aku urus. aku sibuk dalam bisnis itu sampai tidak bisa melakukan tugasku tadi malam.


untuk malam ini aku akan mencari melodi. " tuan..apa anda tadi malam melakukan sesuatu diluar?' tanya Liam sambil menatapku. seperti biasa dia selalu tau apa yang aku kerjakan diluar sana. " tidak ada, aku bersama Roger pergi kepelabuhan untuk bermuat barang" jawabku. namun tatapan Liam seolah tidak percaya dengan ucapanku


"aku dengar berita tadi ditelevisi, apa tuan benar-benar tidak melakukan apapun?' tanya Liam lagi. astaga jika tidak butuh sudah ku sepak keluar pria ini, menyebalkan menuduhku sembarangan. " tidak ada Liam!!.. kalau ada pasti sudah ku suruh Roger atau Erlan mengurus sisanya" aku menjawab dnegan ketus.


aku punya anak buah dalam masing-masing pekerjaan mereka dan Liam bukan termasuk anah buahku yang ikut dalam mencari melodi indahku, meski sesekali aku mengajaknya juga.  "kita suudah sampai tuan, silahkan" ucap Liam membuka mobil. aku menatap tempat itu, seperti tidak asing untukku.


aku dan Liam berjalan sampai akhirnya kami dituntun untuk duduk didepan, meja yang sudah disiapkan untuk para perusahaan besar dan itu hanya beberapa saja. acara ini salah satu acara yang kami dukung dalam perusahaan, aku ingin perusahaan yang aku pimpin bergerak dalam semua bidang.


"tuan saya mau ke toilet dulu, anda tungu disini jangan kemana-mana" ucap Liam. seperti anak kecil yang disuruh diam oleh orangtuanya. Liam memperlakukan aku seperti itu, kesal sudah pasti. aku menatapnya dengan tajam. " cepatlah.. aku malas sendirian disini" jawabku, Liam mengangguk dan langsung pergi.


setelah acara dimulai, Liam belum datang. beberapa model sudah berjalan diatas panggung. tidak ada yang menarik untukku. aku bekerjasama dengan perusahaan ini hanya karna ingin memperluuas perusahaanku dan mudah masuk kedalam bisnis internasional, begitu juga dengan bisnis dunia bawah yang aku pimpin.


"kenapa lama sekali., aku malas sendirian apa kau lupa itu!" ucapku pada Liam yang baru saja datang. dia hanya mengangguk dan minta maaf. sampai akhirnya ada model yang katanya adalah model terkenal diperusahaan ini, model yang membawa perusahaan ini semakin maju dalam dunia fashion.

__ADS_1


Elmira.?, nama yang unik dan juga cantik, aku menatap kedepan sana, saat MC memanggil model itu. dia berjalan dengan gaya khasnya dan juga ketajaman mata yang dia miliki. aku menatapnya dan akhirnya mata kami saling bersitatap, wanita itu mengalihkan pandangan dariku, aku merasa wanita itu sangat unik.


sudah pasti aku ingin membawa wanita itu untuk menjadi melodi setiap malam untukku. mungkin suaranya sangat merdu dan menenangkan.  aku menatap Liam yang diapnggil maju kedepan sana. anak buahku itu langsung maju setelah aku mengangguk setuju, karna biasanya memang seperti itu.


sampai akhirnya acara ini selesai. aku bertemu dengan pemilik perusahaan ini. " terimakasih tuan Liam, anda sangat banyak membantu perusahaan kami" ucap pria itu, tidak tau saja Liam hanya tersenyum. tidak tau harus melakukan apa, makanya aku bilang anak buahku tidak dapat diandalkan.


"kalau begitu kami langsung pulang saja. kami masih banyak pekerjaaan tuan" ucap Liam. ia tau mataku yang sudah menatapnya tajam, tidak ingin berlama-lama disini. orang-orang munafik yang hanya ingin kekuasaan dan penjilat ulung, aku muak dengan kehidupan manusia seperti ini.


"kau pulang saja Liam.. aku masih ada urusan setelah ini" ucapku dan menyuruh Liam untuk pulang naik taksi. mobil aku pakai untuk mencari melodi yang indah tadi. aku tertarik padanya dan menginginkan dia ada dirumahku. segera aku hubungi Roger untuk datang kelokasi yang aku kirimkan.


sedangkan disisi lain, Roger sedang mengurus transaksi dengan geng mafia WOTL yang membeli barang kami. Roger mengurus semua itu dengan baik, tidak pernah terendus oleh pihak polisi, jika sampai itu terjadi kemungkinan aku dan perusahaanku akan tutup secepat itu.


"hallo Roger.. datanglah setelah selesai transaksi kelokasi yang ku kirim. jangan terlambat dan jangan bawa siapapun" ucapku ditelfon. aku sedang duduk ditepian danau yang sering aku kunjungi disini. " baik tuan tapi sepertinya sedikit telat karna mereka sudah diperingati" jawab Roger.


"tidak apa, segera selesaikan dengan mereka. bila perlu bawa ke markas kita" ucapku smabil tersenyum. aku merindukan masa-masa ketika aku berjuang sendirian dalam dunia ini. " baik tuan, saya segera selesaikan disini" Roger juga tersenyum. dia sama gilanya denganku hanya saja dia masih sedikti lebih gila.


aku menatap danau yang tenang didepanku, sedikit mengingat moment dimana aku pertama kali datang kesini dan menjadikan ini tempat yang sering aku datangi. bersama dengan ingatan tentang orang-orang yang pernah merenggut kebahagiaanku. disinilah tempat terakhir aku merasakan dunia yang benar-benar berwarna.


#fid.nch


#Zelenio

__ADS_1


__ADS_2