PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 7, Jangan Datang Lagi


__ADS_3

~El


Terhitung sudah  tiga hari aku diam di apartemenku. bahkan semua media sosial milikku tidak aku aktifkan, malas saja jika banyak yang datang menghubungi, meski memang selama tiga hari ini sudah ada managerku yang menelfonku berulang kali, aku malas untuk bicara dengan mereka.


perihal hubunganku yang sudah akndas ditengah jalan, aku mulai belajar untuk bangun sendiri. tidak ada manusia yang bisa aku harapakan dalam hdup ini. mungkin memang sudah waktunya aku berjalan sendiri, tanpa iringan siapapun, aku mampu dan sampai sekarang aku masih mampu sendiri.


urusan hubunganku sudah selesai, cukuplah selama tiga hari ini aku bodoh telah menangis sepanjang malam, memikirkan sesuatu yang tak semestinya aku pikirkan. mulai hari ini aku harus memulai sesuatu yang baru dalam hidupku, tidak lagi memikirkan cinta, meski awalnya aku pikir itu yang paling penting.


sudah cukup airmataku habis menangisi pria brengsek itu, sekarang waktunya aku kembali bekerja. kembali melakukan proritasku dan menjalani kehidupan baruku, besok aku akan pergi meninggalkan kota ini, meninggalkan semua kenagan yang pernah ada, sakit dan bahagia, pahit dan manis. semua akan aku kubur dalam kota ini.


aku mulai merenggangkan ototku dan melangkah menuju kamar mandi, hanya menghitung hari lagi aku akan melakukan fashion show lagi dan kali ini dinegara impianku, Milan, Italia. aku ahrus mempersiapkan diri seperti yang dikatakan oleh managerku, harus berlatih mulai sekarang.


sebelum itu, aku harus merendam dengan air hangat dulu dan mulai memesan makanan favoritku setelah itu akan bersiap untuk melakukan penerbangan, entah kemana negara yang akan aku tuju yang pasti dimana aku menemukan ketenagan dan juga meninggalkan semua yang buruk dalam pikirkanku.


hangat dan sangat harum, aku menikmati kesendiriaku dalam bath up. tidak ada yang aku pikirkan sekarang dan semua aku lepaskan begitu saja, tidak ada lagi mata bengkak, suara habis hanya karna menangisi sesuatu yang tidak pantas aku tangisi.


setelah selesai dengan ritual mandi, aku langsung menikmati makan siangku. agar nanti aku punya tenaga untuk bersiap-siap, aku juga belum memberitahu kepada managerku untuk kepindahanku. mereka pasti akan terkejut, dan pastinya senang, karna sudah berapa kali mereka mengajakku untuk pindah saja, tidak bolak-balik ke Indonesia.


aku segera mengambil ponselku untuk mengabar mereka, sebagai model dari perusahaan harusnya memang aku tinggal dengan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan, namun karna aku tidak ingin hidupku terlalu banyak aturan jadi aku memilih untuk tinggal sendiri, ingin menikmati waktu sendirian dan menikmati uangku juga hahaha


"hallo.. bagaimana kabar mu Elmera?, astaga sudah berapa lama kamu tidak angkat telfon kami, bakan pesan yang kami kirim tidak ada kamu baca satu pun" ucap managerku ketika aku menelfonnya. sudah ku duga akan seperti ini tapi ya sudahlah, memang salahku mendiamkan mereka tiga hari ini.

__ADS_1


"iy..iya maaf.. aku tidak sengaja" ucapku sambil tersenyum. namun sepertinya managerku tidak mendengar alasan yang aku berikan. " sejak kapan mengangkat telfon tidak sengaja Elmira, itu hanya kamu bersedia angkat atau tidak" ucapnya lagi. ahh memang sangat cerewet tapi aku sabar sekali kan


"iya maafkan aku.. aku tidak akan ulangi.. aku sedang ada masalah kemarin makanya mau tak mau harus mematikan ponselku" itu jawaban terkahir, jika managerku tidak mau menerima ya sudah, aku malas memikirkan alasan lagi. cukup dia tau kalau aku memang ada masalah.


"masalah apa?, apa yang terjadi selama beberapa hari ini, apa kamu masih baik-baik saja disana?" pertanyaan yang sangat banyak dan harus aku jawab, astaga kalau bisa dengan diam dan telepti kami bicara aku akan melakukan hal itu, tapi ini aku tidak bisa telepati dengannya, terpaksa hharus menjawab.


"aku putus dengan kekasihku, dan aku akan pindah besok ke Italia. siapkan tempat tinggalku disana" ucapku singkat dan jelas. yang pasti dia tau kalau aku sudah tidak berhubungan dengan Brday dan akan pindah besok. selesai, itu jawabanku dari pertanyaan yang banyak tadi.


"apa!.. kenapa bisa!!.. apa kamu sudah memikirkannya dengan baik?, bukannya kamu sangat mencintai kekasihmu itu?, kenapa bisa putus?" managerku terkejut, suaranya melengking sampai orang-orang disampingnya terkejut, kenapa harus respon seperti itu yang aku dapatkan coba?


"bertanya satu-satu bisa gak?, aku malas  jika banyak pertanyaa, intinya aku besok akan pindah. siapkan dulu tempat tinggalku setelah itu aku akan ceritakan semuanya. sudah ya nanti sore aku kabarin kalau sudah mau berangkat" ucapku dan mengakhiri panggilan itu, malas jika mendengar pertanyaan sebanyak itu.


setelah selesai bicara dengan managerku, aku langsung bersiap. aku bawa barangku yang seperlunya saja. untuk apartemenku akan aku sewakan atau aku jual nanti, tapi untuk satu bulan kedepan. karna masih banyak barangku yang tinggal disini. yahh kalau langsung dibawa semua sangat sulit juga.


"siapa??' tanyaku sambil melihat tamu yang datang. namun betapa aku terkejut kkarna ternyata masih ada waja pria brengsek itu mendatangiku, dia masih punya muka untuk bertemu denganku. padahal semua kontaknya sudah aku blokir, bisa-bisanya dia datang menemuiku disini.


"sebentar saja El, aku ingin bicara denganmu. aku juga mau minta maaaf secara langsung padamu" ucap Brady sambil mengetuk pintu. dengan berat hati aku keluar dan menatapnya, muak dan jijik ddengan wajah itu. sok tersakiti padahal sangat bajingan dan tidak tau diri sekali.


"ada apa?, untuk apa datang kemari?' tanyaku menatap dia dengan tajam. entah apa yang dia inginkan datang ke appartemenku dan bertemu denganku. " El.. aku minta maaf sudah memmbuatmu sakit hati, sudah mengkhianati hubungan kita, tapi aku sangat mencintaimu El" ucap Brday dengan wajah yang lesu


"lalu apa peduliku dengan hal itu?, apakah kau berharap aku akan kasihan denganmu dan langsung meminta kita kembali?, mimpi mu sangat jauh Brady" ucapku dengan santai. tidak ada ketakutan atau apapun dalam hatiku. jika dulu aku melihat pria ini sangat senang namun sekarang hanya ada perasaan muak dalam hatiku.

__ADS_1


"bukan begitu El.. aku minta maaf dengan semuanya, aku mencintamu tapi aku juga tidak akan memintamu untuk kembali. tapi kalau masih ada kesempatan, aku ingin perbaiki semuanya" capnya dengan tersenyum. hahah perbaiki katanya?, jangan harap, hatiku sudah tertutup rapat dengan pria tidak tau diri ini.


"jangan bermimpi dengan lelucon Brady, aku memaafkanmu namun untuk kembali?, tidak ada dalam kamusku bekas orang lain masih aku pelihara" ucapku dan langsung masuk kedalam. aku tidak jtahan lama-lama didepannya, menatap mata itu lagi, aku akan menangis jika lama bicara dengannya


sengaja aku bicara ketus, namun dalam hatiku aku sebenarnya menangis. ingin rasanya kembali seperti dulu, tapi apalah dayaku, semua sudah hancur dan tidak akan bisa diperbaiki lagi. "El.. tolong pikirkan lagi, orangtuaku juga tidak mau kita putus" ucapBrady, pria itu belum pergi


"jangan pernah datang lagi, hiduplah dengan wanita iu. aku sudah memaafkanmu, tapi jangan harap untuk kembali. kau bisa bersama wanita itu mulai sekarang" ucapku dan melangah masuk kedalam kamar. menangis kembali dan merasakan sakit ku sendirian. aku butuh tempat bercerita sebenarnya.


~Brady


pagi ini aku berencana untuk menemui El kembali. aku masih berharap untuk hubungan kami kembali seperti dulu. aku tau El masih sangat mencintaiku, tidak mungkin dia mau memutuskan semua dengan begitu gempang, aku tau El sangat pemaaf dan juga pasti mau menerimaku kembali.


untuk urusan Bianca biarkan saja, nanti aku masih bisa mengurusnya jika sudah selesai membujuk El. aku harus meminta maaf dan memohon untuk memperbaiki semuanya. setelah makan siang aku langsung pergi ke apartemen El, semoga saja dia masih berada disana.


aku langsung masuuk kedalam apartemen itu dan mencari kamar yang biasa ditempati oleh El. aku sering kesini dulu ketika kami masih sering menghabiskan waktu bersama. kadang menonton bersama atau El akan memasak makanan kesukaanku, sangat romantis dan menyenangkan dulu.


aku mengetuk pintu apartemen El, lama tidak ada suara dan tidak ada balasan dari dalam. aku mulai ragu jika El tidak berada dinegara ini lagi. kutau jika dia selalu bekerja diberbagai negara dan selalu berpindah, aku juga tau kalau El hanya punya libur sedikit saja.


namun ketika aku ingin menyerah, tiba-tiba pintu itu terbuka dan melihat sosok yang sangat aku rindukan. aku langsung mengatakan apa yang seharusnya sudah aku rangkai dari rumah, minta maaf dan meminta El untuk memikirkan semuanya, namun hasilnya nihil. jawaban El sangat menohok untukku.


El segera menutup pintu kembali setelah kami bicara, aku berdiri didepan pintu dan menatap kosong kedepan. aku masih berharap dengan El namun aku tidak bisa memaksnya. tapi tidak apa untuk hari ini mungkin El memang masih belum bisa menerima semua, aku akan berusaha lagi nanti.

__ADS_1


#fid.nch


#Zelenio


__ADS_2