
Elio menerima data yang diberikan Erlan kepadanya. dia melihat beberapa nama yag sudah diitemukan oleh Erlan barusan. butuh waktu yang cukup lama untuk Erlan mendpaatkan ini, mungkin sekitar 2 hari ini dia sampai begadang untuk menemukannya, namun hasilnya juga sangat baik dan Elio memuji pekerjaannya itu.
dari antara beberapa nama yang sudah didapatan oleh mereka, akhirnya Elio menemukan satu nama yang menurutnya adalah orang yang menggerakkan semua permusuhan ini. dia yag memulai ini semua, Elio yakin itu karna dirinya masih ingat siapa saja yang pernah menjadi musuhnnya di masalalu.
"apakah kau menemukan mereka saat ini dimana?, lebih baik kita langsung melakukan penyerangan kesana" ucap Elio kepada Erlan. naun Erlan masih belum menemukan tempat mereka, bahkan sampai sekarang Erlan baru menemukan markas mereka dinegara ini, bukan markas besar mereka.
"belum tuan, mungkin butuh waktu untuk mencari taunya. kalau tuan mau aku mendapatkan markas mereka dinegara ini" ucap Erlan sambil memberikan data kepada Elio. Elio melihatnya dan tersenyum tipis. tentu saja ia kenal dengan tempat ini, ini adalah markas besar sekaligus perusahaan musuhnya dulu, namun sudah lama tidak ditempati oleh mereka.
ternyata mereka disini... baiklah kalau begituu kita akan melanjutkan misi kita besok, jangan sampai mereka tau kalau kita sebenarnya sudah menemukan mereka satu persatu" ucap Elio. ia kembali menatap anak buahnya, kini mereka akan membuat rencana baru untuk melakukan misi mereka.
"kalian yang masih ada urusan dengan wilayah kekuasaan kalian, entah dari pengiriman barang,keamanan markas atau mungkin dengan anak buah kalian bisa diselesaikan malam ini, karna besok kita akan melihat beberapa musuh yang akan menyerang kita disini" ucap Elio.
baru saja ia mendapatkan informasi dari anak buahnya bahwa ada rencana dari muusuh mereka akan menyerang mereka besok, dan tentu saja Elio suudah mempersipkan semuanya itu, dia tidak pernah lalai dengan pekerjannya. " baik tuan.. kami akan selesaikan" jawab mereka serempak.
mereka semuua langsung enghubungi tangan kanan masing-masing untuk mengurus semuanya, sementara Elio ingin pulang karna sudah larut malam. rencanaya sudah diberitahu kepada Erlan dan juga Roger untuk disampaikan kepada anak buah mereka semua, Elio tinggal menunggu waktu permainan besok.
dirumahnya, El masih kelimpungan karan bosan. sudah berusaha menghubungi manager Ling namun tetap saja El tidak bisa mendapatkan solusi dari managernya. bahkan amnager Ling mengatkan El sangat beruntung bisa bertemu langsun dengan pemilik perusahaan terbesar didunia, padahal manager Ling tidak tau saja dirinya sangat tersiksa disini.
__ADS_1
El melihat jam, sudah larut malam namun dia tidak bisa tidur. entah apa yag harus ia lakukan agar matanya bisa diajak untuk bersahabat. satu sisi El tidak ingin bertemu dengan Elio namun matanya belum bisa terpejam. padahal tadi sudah 2 jam Liam menemaninya dibawah bercerita.
cukup banyak yang mereka bicarakan, sampai akhrinya Liam sadar jika dirinya punya pekerjaan untuk segera diselesiakan, jika tidak Elio akan marah besar padanya. perusahaan berada ditangan Liam saat ini dan tentu saja Elio juga pasti ikut dalam perkembangannya.
"baiklah karna tidak ada yang bisa dilakukan aku akan mencoba untuk tidur" ucap El dan memilih untuk naik ketempat tidur. dia memejamkan matanya, sampai akhirnya dia merasa ngantuk dan tertidur begitu saja. sedangkan Elio baru sampai dirumah setelah El sudah tidur pulas dengan mimpinya.
Elio menatap seluruh ruangan, dia melihat hanya lampu tidur yang menyala itu artinya El suda tidur. Elio melangkah dengan pelan masuk kedalam kamar dan melihat El sudah pulas. Elio tersenyum dan mengelus pipi El, entah kenapa dia sangat ingin bertemu dengan El setelah sehharian diluar.
'tidur saja harus tersenyum, apa kau tidak bisa mengurangi cantik diwajahmu?' ucap Elio sambil memperbaiki anak rambut El. dia tidak tau kenapa snagat suka melihat El, padahal awalnya tujuannya membawa El kerumahnya ingin membuat wanita itu menjadi melodi indah setiap malam untuknya.
namun nyatanya sekarang, melihat El memohon seperti kemarin saja Elio merasa tidak tega. dia merasa tidak ingin melihat waah El sedih atau menangis, Elio juga tidak tau kenapa dirinya seperti ini didepan El. padahal dia sama sekali tidak tertarik dengan wanita ini, menurutnya wanita itu terlalu ribet.
sedangkan El yang merasa terhusik dengan suara-suara dikamar itu terbangun. dia merasa aneh karna tadi dia seperti merasakan sentuhan ditubuhnya, namun saat melihat sekelilingnya tidak ada apapun. El kembali tidur dan menarik selimut menutupi tubuhnya, dia pikir Elio belum pulang dari kantor.
setelah selesai makan malam, Elio kembali naik keatas dan bbergabuung bersama El. dia menarik El kepelukannya dan mengelus wajah El dengan lembut, Elio merasa senang saat melakukan hal ini kepada El. entah perasaan apapun ini yang pasti dia merasa senang dan cukup tertarik melakukannya setiap malam.
"eughh.." suara El membuat Elio menghentikan aktifitasnya menyentuh wajah El. dia menarik tangannya dan menatap wajah El. sedangkan El mengerjap pelan dan membuka matanya. dia terkejut sudah ada dipelukan Elio sambil pria itu menatapnya dengan ersenyum tipis.
__ADS_1
"kenapa bangun?, tidurlah lagi, maaf aku membangunkan kamu" ucap Elio sambil menarik El kepelukannya, dia juga mencari kenyamana disana. El hanya diam tidak berontak dan menolak. ia kembali memejamkan matanya sampai akhirnya keduanya tidur begitu pulas. El seolah merasa sangat nyaman dipelukan itu.
pagi harinya, El terbangun karna merasa kebelet ke toilet. dia melepaskan pelukan Elio dan pelan-pelan turun dari ranjang, ia merasa disini cukup baik dan merasa jika Elio bukanlah orang jahat. dari perlakukan pria itu membuat El merasa nyaman dan tidak merasa tahanan disini, terlepas dirinya tidak boleh keluar rumah.
El kembali naik keatas ranjang dan mengambil ponselnya. padahal tidak apapun disana, El hanya melihat jam dan masih menunjukkan pukul 7 pagi. dia tidak berani membangunkan Elio. dia kembali bergabung namun agaknya Elio sadar bahwa El tidak lagi dipelukannya, dia kembali menarik El untuk dipeluk.
"dari mana pagi-pagi begini? tanya Elio namun matanya masih terpejam, dia masih sibuk dengan mimpinya yang gantung. "dari kamar mandi, aku mmau lanjut tidur" ucap El dan kembali menutup mata. sedangkan Elio terlihat masih anteng pada posisinya, dia tidak terhusik sedikitpun.
sampai jam 10 mereka berdua baru bangun. Elio melihat jendela kamar mereka yang sudah dipenuhi terik matahari. dia bangun dan disusul oleh El, keduanya saling duduk diatas ranjang tanpa ada pembicaraan, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"kamu gak ke kantor hari ini?' tanya El bersuara. Elio menatapnya. " tidak, nanti sore ada acara sampai besok" ucap Elio dan menyuruh El untuk mandi lebih dulu.sedangkan pria itu mengambil ponselnya dan bersandar pada ranjang. itulah yang membuat El merasa nyaman disini.
jika umumnya pria akan melakukan aneh-aneh kepada wanita, apalagi secara tidak langsung bisa dibilang El berada dirumah ini karna dipaksa oleh Elio. namun pria itu sangat menghormati El dan tidak pernah melakukan hal yang melangggar aturan kepada El. hanya sebatas pelukan ketika mereka tidur.
El merasa pria itu sangat mengharagi wanita, sampai tidak berani berbuat macam-macam padahal mereka hanya berdua dikamar ini. bisa saja Elio melakukan apapun kepada El untuk melampiaskan nafsunnya kepada El. namun Elio tidak melakukan hal itu, El merasa sedikit senang.
#fid.nch
__ADS_1
#Zelenio