PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 40, Sebenarnya Dia Siapa?


__ADS_3

hari ini El memasak untuk yang kesekian kalinya. dia mencoba untuk membuat makanan kesukaan Elio karna hari ini pria itu akan bekerja. dia bangun dengan cepat dan berkutat sibuk di dapur, ditemani pelayan disana juga Blue. sedangkan Elio masih sibuk dengan mimpi indahnya dibawah selimut, matanya masih sangat berat untuk bangun, karna semalam dia lanjut mengerjakan pekerjannya yang belum selesai.


setelah selesai masak, El naik keatas dan membangunkan Elio. dia tidak ingin pria itu telat ke kantor dan tidak bekerja. karna Elio akan banyak alasan untuk tidak pergi bekerja, dan El tidak mau hal itu terulang kembali. kasihan Liam yang selalu datang membawakan pekerjaan Elio yang harus dikerjakan pria itu, tidak bisa diwakilkan oleh liam. karna beberapa klien mereka ingin Elio sendiri yang menandatangani kontrak meereka.


"ayo bangun.. jangan malas terus disana" ucap El membuka selimut yang menutupi tubuh Elio. pria itu masih mentup mata namun sudah terhusik. mendnegar suara El yang mengomel membuat Elio bangun dan bersender diranjang. dia menatap El dengan mata yang sangat berat untuk buka. " tanggung sekali, aku masih ngantuk" ucap Elio seperti anak kecil merengek tidak mau bangun.


"tidak ada alasan tuan terhormat, anda harus bangun dan pergi bekerja. kasihan Liam yang selalu keteteran karna pekerjaanmu" ucap El dan menarik tangan Elio, namun bukannya tertraik malah dirinya yang terdorong dan jatuh dipelukan Elio. " kau sengaja menggodaku pagi ini?" ucap Elio memeluk pinggang El. dengan cepat El mendorong tubuh Elio agar terlepas dari pelukan pria itu.


"jangan banyak halu aku tidak tertarik melakukan itu" ucap El dan pergi begitu saja. ia meninggalkan Elio dengan senyuman liciknya. " baiklah karna ratu sudah marah aku harus bangun" ucap Elio tertawa, lantas menuju kamar amndi untuk membersihkan diri. El hanya menunggu sembari menyiapkan baju untuk Elio. ya sudah beberapa hari ini El mencoba untuk melakukan tugas seperti menyiapkan sarapan, kebutuhan sampai menjadi alarm Elio.


setelah selesai ritual mandi, keduanya langsung turun. Elio sudah siap dengan baju kantornya, sedangkan El masih begitu-begitu saja. dia tidak akan kemana hari ini jadi tidak perlu bersiap-siap. dia hanya mengantarkan Elio ke depan dan kembali masuk kedalam. dia tinggal menghabiskan waktu bermalas-malasan sampai malam dan menungg kepulangan Elio kerumah.


begitulah setiap hhari jadwal El. jika ditanya bosan atau tida pastinya sangat bosan, namun El juga menikmati karna selain malas-malasan dia bisa ikut berkebun dengan Blue dan lainnya. dia juga sering mencoba hal baru seperti membersihkan taman, atau sekedar menanam sesuatu disana, El suka dengan hal itu. diabndingkan harus memikirkan acara besok, pemotretan dan lainnya.

__ADS_1


Elio sampai ke perusahaan bersama Liam, keduanya masuk kedalam dan tidak banyak karyawan yang tau jika Elio pemilik perusahaan ini sebenarnya, mereka taunya Liam adalah pemilik perusahaan ini karna Liam selalu pergi meeting dan mengikuti acara dengan rekan bisnis mereka. " apa ada yang bisa aku kerjakan Liam?, atai tidak aku pulanng lagi" ucap Elio sambil masuk kedalam ruangannya.


'banyak tuan, sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu kepada anda" ucap Liam. jiak dikantor mereka akan menggunakan bahas formal, lain halnya dengan diluar. Liam menganggap Elio seperti adik,teman, sahabat. " apa itu?, katakahlah aku akan mendengarnya" jawab Elio dengan serius, kini dia tengah duduk dikursi miliknya. sedangkan Liam berdiri didepannya.


"saya lelah tuan, apakah tuan tidak ada niat untuk memberitahu kepada dunia bahwa anda pemilik perusahaan sebenarnya. saya lelah jika di cecar oleh awak media, rekan bisnis" ucap Liam memberitahu kerisauan hatinya. selama ini dia melakuukan dengan baik namuun tetap saja ternyata menjadi orang kaya besar itu snagat melelahkan dan kadang menyita waktu tidur dan istirahatnya.


"kenapa tiab-tiba Liam?, apa kau tidak tau apa yang sedang aku kerjakan sekarang?' ucap Elio menatap Liam. dia memberikan tatapan yang snagat tajam dan dingin. dia pikir Liam akan berhenti bekerja dengannya, kalau begitu terpaksa Elio akan turun angan mengurus perusahaan, dia malas untuk itu. "tidak tuan, maksud saya anda hanya perluu memberitahu pada publik untuk urusan perusahaan tetap saya pegang" jawab Liam


"anda akan membuka diri anda pada publik?' tanya Liam.tentu saj itu snagat membahagiakan kepada Liam, dengan adanya Elio maka pekerjaannya akan semakin ringan dan tidak sibuk pergi ke acara-acara yang menurutnya sangat melelahkan itu. " tentu saja, setelah menikah aku akan mengambil alih perusahaan dan kau akan jadi sekretarisku" ucap Elio.


"baiklah kalau begitu, saya senang mendnegarnya. kapan anda menikah'?" tanya Liam menata Elio, ia snagat berharap perniakhan itu secepatnya berlangsung. " masih lama, Elmira masih memikirkannya dan aku akan menunggu" jawab Elio. seketika senyuman di bibir Liam pudar bergati dnegan senyum kecewa. " lanjutkan pekerjaanmu, aku akan mengurus disini" ucap Elio yang muak melihat waja Liam.


sedangkan dirumah, El ditemani oleh tiga trio gadis melakukan kebersihan di area kebun. El sudah dua hari ini melakukan hal yang sama, selama ini tidak ada yang aneh di kebun itu. namun hari ini El merasakan ada sesuatu disana, sebuah gubuk kecil dibalik pohon mangga disana. El mendekatinya dan jika dilihat banyak alat-alat tajam. El merasa heran kenapa sampai gunting dan pisau ada disana.

__ADS_1


tidak mungkin seseorang yang berkebun menggunakan gunting membersihkan pohon mangga besar ini, atau pisau kecil memotong dahan mangga?, bukankah itu hal yang terlihhat aneh. El juga melihat beberapa gundukan tanah disana, entah apa itu namun sangat menyita perhatian. " apa tuan kalian sering datang kesini?" tanya El kepada tiga gadis itu, mereka menggeleng tidak tau.


"tempat apa ini?, apa kalian pernah kesini sebelumnya?' tanya El lagi. namun mereka kembali menggeleng. El semakin penasaran, untuk apa gubuk kecil ini berada dipinggir kebun dan sangat aneh bentunya. sekitaran kebun itu tanahnya seperti gundukan namun kosong, hanya ada rumput diatasnya. " nona sebaiknya kita pergi dari sini, tuan marah jika kita mendatangi area ini" ucap Filka. dia tau apa yang sebenarnya disana.


"kenapa melarang?, apakah ini tempat sesuatu untuk dibuatnya?' tanya El, namun Filka menggelng dan menyuruh Blue membawa El untuk keluar dari sana. mereka memaksa El gara tidak terlalu penasaran dengan tempat itu. karna mereka sendiri yang sudah lama disana tinggal tidak pernah masuk kedalam kebun, hanya untuk membersihkannya saja.


namun diarea gubuk itu meski ada gundukan tanah namun hanya beberapa saja. El merasa sedikit aneh dan menurutnya itu hal yang tidak biasa. " maafkan kami nona, namun jika tuan tau kita sampai kesana tuan akan marah besar kepada kita" ucap Filka minta maaf. dia tidak ingin karna keingintauan El membuat mereka berada dalam bahaya, mungkin Elio akan melenyapkan mereka nanti.


"tidak apa, aku paham dengan pekerjaan kalian. tapi aku masih bingung Elio sebenarnya siapa?" tanya El kepada mereka, namun ketiga gadis itu hanya menggeleng. mereka juga tidak banyak tau tentang Elio, mereka diumah itu hanya bekerja dan tidak ada hak untuk mencari tau siapa Elio. karna mereka ada aturan dan jika sampai ketahuan maka nyawa yang akan jadi taruhan mereka.


#fid.nch


#Zelenio

__ADS_1


__ADS_2