PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 29, Rencana 1


__ADS_3

setelah selesai sarapan pagi, Elio langsung menyuruh Rogger untuk mengumpulkan semua anak buah mereka agar melancarkan rencana mereka hari ini. namun sebelum itu Elio sudah menyiapkan rencana cadangan jika nantinya rencana mereka yang pertama ini tidak berjalan dengan baik.


Elio meninggalkan El yang bertanya-tanya kemana pria itu akan pergi, entah kennapa El merasa dirinya ingin menghabiskan waktu bersama Elio hariini. karna dirinya ingin bicara banyak dengan Elio. namun pria itu tidak mendenngarkan permintaan El, malah menyuruh Liam untuk menemani dirinya.


El merasa kesal namun tidak bisa melakukan apa-apa, ia kembali naik keatas dan memiloh untuk rebahan menghabiskan waktu yang ada. dia juga tidak bisa mengajak tiga gadis yang menjadi pelayannya karna Elio sudah melarang mereka untuk tidak terlalu dekat, El merasa kasihan jika nanti mereka jadi kena amarah Elio.


disinilah Elio, bersama dengan anak buahnya mereka berdiskusi untuk melakukan rencana mereka. Elio memang sudah punya rencana pertama, namun tidak mungkin mereka hanya mengandalkan rencana yang satu itu, Elio sudah sering berada dikondisi ini dan harus menyiapkan rencana cadangan untuk mereka.


"jadi nanti malam kalian harus bersiap pada tempat yang sudah aku tentukan, nanti akan ada beberapa orang yang masuk kedalam dan melihat kondisi sekita, au dan Erlan serta Roger akan memantau dari atas gedung. kalian harus bertindak dengan hati-hati" ucap Elio kepada anak buahnya.


"untuk rencana cadangan kita, aklian langsung menyerang jika salah satu teman kalian berada dalam bahaya. kita tidak taua apakah mereka sudah mengetahui kedatangan kita atau tidak, yang pasti ketika salah satu dari kalian dalam bahaya semua langsung bergerak, aku akan terus memantau kalian" ucap Elio.


dia sudah menyiapkan seua kebutuhan yang ada, tidak lupa juga dia memberitahu kepada Liam untuk mengirimkan anak buah mereka yang bekerja pada bagian kesehatan untuk menangani siapa saja yang terluka nantinya. Elio selalu memikirkan anak buahnya jika sudah terjun pada misi yang baaya begini.


"semua mengerti!!" Elio menatap satu persatu anak buahnya, dia yakin semuanya sudah tau apa konsekuensi ikut bertarung malam ini. sebelum mereka berada disana Elio sudah memberikan surat perjanjian kepada mereka semua. jadi tidak ada orang yang akan mengkhianati lagi untuk kali ini.


diruang yang sangat gelap dengan lampu yang begitu redup, seseorag yang tengah menunggu kabar dari anak buahnya duduk sambil menikmati asap rokok yang terus keluar dari mulutnya. pria dengan tubuh yang tinggi dan sangat berotot, kepala yang hanya tersisa bbberapa rambut tidak membuat pria itu hilang wibawa.

__ADS_1


dia menatap sebuah gambar, mungkin sudah ada 1 jam dia berada ditempat ini dan tidak ada pergerakan sama sekali. dia fokus pada gambar yang ada didepannya dan teru smenatap. pria itu tampak seperti orang yang menunggu sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya.


sampai padanya akhirnya, seseorang datang dengan nafas tersengal menghampiri pria itu dan langsung sujud dibawah kaki pria itu. " tuan.. maafkan saya, saya gagal membawa informasi itu karna anak buah saya sudah dibunuh oleh mereka" ucapnya sambil memohon didepan pria botak tengah itu.


"kenapa kau berani datang kesini jika kau tidak punya informasi yang baik untukku!" jawab pria botak tengah itu dengan raut wajah yang tidak bersahabat. dia menganyunkan kakinya kedepan dan menendang pria didepannya. " jangan pernah datang jika kau tidak membawa informasi yang baik" ucapnya lagi dan berdiri dari kursinya.


"tapi tuan.. saya suudah berusaha, namun mereka kethuan telah ikut dengan kelompok kita" ucapnnya. dengan sigap pria botak tengah itu langsung mengeluarkan pistol milinya dan mengarahkannya kepada anak buahnya.. sekali tekan pelatuk pistol tersebut langsung merenggut nyawa anak buahnya.


"jangan pernah membuat alasan yang tidak penting untukku" ucapnya, dia melangkah keluar dari ruangannya dan membawa bingkai foto yang tergantung pada dinding tadi. pria itu memecahkan bingkai foto itu dan berteriak sekeras muungkin, sampai seisi ruangan dipenuhi dengan suaranya.


pria itu keluar dari ruangan dan kembali ke kamarny. dia mengingat bagaimana dia bisa berada disini dan membangun kembali apa yang hilang setelah berpuluh tahun. dia kehilangan pekerjaan seklaigus bos yang du;u pernah menolong dirinya, bahkan bosnya harus merenggang nyawa didepannya, dia tidak bisa melakukan apa-apa kala itu karna menghindari penyerangan waktu itu.


"aku harus melakukan usaha lebih besar lagi, mereka bukan hanya sedikit namun kekuasaan mereka sudah mendunia ucapnya sambil menatap foto yang sudah pecah bingkainya tadi. dia adalah pria yang menjadi anak buah dari geng mafia zaman dulu yang berkuasa.


hanya dia anak buah yang tertinggal setelah pembantaian itu, itu juga karna bosnya yang membantu dia untuk bersembunyi. untuk itu dia harus membalaskan dendam bosnya kepada musuh mereka di masalalu. dia tdak ingin kebaikan bosnya dulu tidak terbalaskan olehnya, juga ada kekuasaan yang harus ia rebut kembali.


"kemana putri mereka dulu, apakah dia masih hidup atau tidak" ucapnya lagi. dia mengeluarkan sebua foto ukuran 2r dari dompetnya dan menatap foto itu. foto gadis mungil yang diberikan oleh bosnya dulu, bosnya menyuruh dirinya untuk mencari gadis itu ketika dia selamat dari penyerangan itu.

__ADS_1


namun sampai sekarang dia belum menemukan gadis itu mungkin sekarang suudah sangat dewasa atau mungkin ikut diseret dalam penyerangan itu. dia juga tidak tau seperti apa gadis itu tumbuh jika sudah dewasa, dia belum pernah bertemu secara langsung, dulu dia sibuk dalam pekerjaannya.


"bagaimana pun aku harus mencari dan menemukan kamu. kamu harus tau bagaimana orangtuamu dibunuh dan diperlakukan seperti binatang saja oleh mereka. kamu harus membalas perbuatan mereka" monolog pria itu sambil menatap foto gadis mungil itu. dia keluar dari kamarnya saat mendengar suara riuh anak buahnya dibawah.


"tuan..tuan.. mereka datang menyerang kita.. markas kita diserang oleh mereka" ucap anak buahnya sambil berlari menuu kamarnya. pria itu membuka pintu kamar dan menatap mereka, tatapan yang sangat tajam dan mengerikan, pria itu geram dengan sikap anak buahnya yang tidak bisa diandalkan sama sekali.


sedangkan di markas mereka, anak buah Elio sudah melakukan aksi mereka disana. mereka tidak meninggalkan sesuatu apapun disana, semua dibantai oleh mereka dengan rata. sedangkan Elio merasa puas melihat pekerjaan anak buahnya itu. dia terlihat senang saat melihat betapa mereka kelimpungan sendiri menghadapi serangan anak buahnya.


"jangan ada yang tersisa satu orang pun, kalian harus meratakan semuanya" ucap Elio dari atas. dia melihat semua pekerjaan anak buahnya. mereka semua melakukan dengan baik dan benar. "kalian harus masuk kedalam, lihat apakah mereka ada yang bersembunyi atau tidak" ucap Elio tersenyum msirk.


jika dulu dia maish kecolongan terhadap anak buah musuhnya, kali ini itu tidak akan pernah terjadi. Elio ingin semuanya berjalan dengan baik tanpa menyisakan apapun disana. Elio mau permusuhan ini segera berakhir dan tidak akan ada lagi penyeranga terhadap sekelompok geng mafia, karna mereka sama saja semua.


"apa kalian menemukan pria itu?, jangan sampai dia lolos begitu saja" ucap Elio. namun baru saja dia mengatakan hal itu, Elio sudah kecolongan. pria yang menjadi atasan mereka kabur bersama beberapa anak buahnya lewat ruang bawah tanah gedung itu, dan Elio tidak menyadari akan hal itu.


mereka hanya membawa barang berharga mereka dan pria itu sepanjang perjalanan terus menurs mengeluarkan kekesalannya. selalu saja dia kalah dari geng Walkdark yang dulu juga mengalahkan mereka. dia tidak bisa tinggal diam begini, harus secepatnya mencari dukungan dari manapun itu.


#fid.nch

__ADS_1


#Zelenio


__ADS_2