
El menunggu di dalan kamar dengan perasaan yang takut juga khawatir. dia takut nantinya tidak bisa kabur dari rumah ini. melihat kamar ini saja El bergidik ngeri, kamar yang di penuhi nuansa hitam gelap pekat dan juga seperti tidak ada kehidupan.
Roger membawa El ke dalam kamar Elio karna begitulah perintah yang di dapat oleh Roger. El sudah hampir 4 jam hanya diam di kamar, tidak ada yang menyapanya sejak tadi. karna setelah para pelayan memberikan apa yang dia butuhkan mereka langsung keluar,meninggalkan El sendirian disana.
disisi lain, Elio tengah brsama anak buahnya. semuanya sudah berkumpul di markas besar mereka. Elio punya perintah kepada mereka bertiga untuk segera diselesaikan. "kalian harus cari tau tentang dia yang mengirimkan paket kemarin" ucap Elio kepada Roger dan Erlan. namun Liam, dia masih harus mengurus perusahaan saat ini.
"Liam.. jangan pernah lalai dalam tugasmu, aku percayakan perusahaan semua padamu. aku tidak bisa mengurus semuanya!" ucap Elio sambil menatap Liam. sedangkan pria itu hanya diam tidak merespon, bukan karna malas atau tidak mau mengurus perusahaan, namun Liam ingin tuannya ini tidak lagi hidup dalam dunia yang kelam itu.
"Erlan dan Roger kerahkan semua anak buah kalian untuk mendapatkan informasi, secepatnya agar kita tau bagaimana bertindak selanjutnya" ucap Elio. keduanya mengangguk paham, mereka tau apa pekerjaan mereka,sekalipun menyerempet bahaya.
"aku akan mencai tau tentang mereka yang berani membuat bendera perang dengan kita, jangan lupa saat ini bukan lagi tentang diri kita maisng-msing tapi sudah ada nyawa yang harus kita jaga saat ini" ucap Elio. bukan karna ada El bersamanya, namun karna anak buahnya saat ini sudah sangat banyak, dan dia bertanggung jawab untuk melindungi mereka semua.
"baik utan. akan kami kerjakan" jawab mereka bertiga serempak. jika dulu Erlan ditugaskan menjaga wilayah Amerika, namun sekarang mereka semua berkumpul untuk melihat siapakah yang menjadi musuh mereka nantinya. Elio ingin menumpas semuanya tanpa sisa, meski itu musuh dari masa lalunya.
"baiklah kalau begitu kalian bsa istirahat. Roger apakah wanita itu baik-baik saja dirumah?' tanya Elio. dia tidak sempat bicara banyak dengan El karna pekerjaannya ini. mungkin nanti setelah pulang dari sini Elio akan bicara dengan wanita itu. entahlah rasanya dia ingin mengurung wanita itu bersamanya selamanya.
mereka semua akhirnya bubar. namun Elio tidak langsung pulang kerumah, dia memilih untuk masuk kedalam ruangan pribadinya. ia membuka ruangan itu yang sudah lama tidak Elio tempati, bahkan sudah lama rasanya Elio tidak berkunjung kedalam ruangan ini, hari ini Elio datang dan menatap semuanya.
__ADS_1
ruangan itu sudah sedikit berdebu, namun masih sangat rapi. Elio mulai berjalan dan melihat beberapa foto yang tergantung disana, ada foto dirinya juga orantuanya. juga ada foto dimana dia harus berjuang sendirian dan membentuk sebuah geng yang sampai saat ini masih berjalan dan semakin besar.
Elio berdiri ditengah beberapa pengusaha yang ingin merebut perusaaan papanya, namun dengan kuat Elio berusaha untuk bertahan sampai saat ini dia menjadi pemilik perusahaan terbesar di dunia. juga ada foto dimana dia bersama Liam sedang berkunjung kesebuah perusahaan yang mereka akuisisi saat ini.
"semua sudah berubah, bahkan aku berubah sangat jauh" ucap Elio sambil menatap foto orangtuanya. Elio mengambil bingkai foto itu dan duduk dikursi sambil memeluk foto itu. dia sangat menyesal sudah terlalu jauh berada dijalan yang sala, Elio sadar akan hal itu.
beberapa kali Liam berusaha untuk menasehati dirinya. namun tetap saja Elio tidak mendengarkannya. sakit hati yang dia rasakan dulu masih sangat terasa sampai sekarang, bahkan Elio berubah menjadi pria yang sangat kejam, tidak kenal lawan atau kawan jika sudah marah.
dia menjadi pribadi yang sulit untuk diatur, bahkan tidak ada yang berani bicara berlebihan dengan Elio. dia pria bertangan panas dan juga kejam. tidak pernah merasa kasihan denga musuhnya. dia selalu membutuhkan melodi setiap malam untuk tidur, dia menjadi psyco yang kejam namun juga banyak akal bulusnya.
"ma..pa.. aku terlalu jauh namun aku juga tidak bisa kembali. aku menyukai diriku seperti ini meski aku sangat tersiksa, aku merasa mneyesal setiap aku merenggut nyawa orang yang tidak bersalah" ucap Elio. namun dirinya yang seperti ini tidak pernah terlihat diluar. dia hanya akan menyesali perbuatannya jika dia sendirian, mengingat orangtuanya.
Elio keluar dari ruangan itu dan melihat Liam yang masih berada disana. pria ini yang paling tau apa yang dilakukan Elio didalam sana. Liam sangat setia mengikut Elio kemana pun pria itu pergi. " tuan ini sudah malam, kasihan nona Elmira dirumah" ucap Liam memberitahu. " sebentar lagi aku pulang!" awab Elio dan melangkah lebih dulu.
Liam mengikutinya dari belakang. dia mencoba untuk bicara pada Elio namun sepertinya pria itu tidak bisa diajak bicara membuat Liam hanya diam dan ikut saja. sedangkan Elio menuju mobilnya untuk pulang, teringat dengan wanita yang dia bawa paksa tadi siang kerumahnya.
sementara dirumah Elio, El mulai merasa bosan dan emosi. sudah berjam-jam dirinya hanya diam mematung dikamar yang tidak ada kehidupan ini, dia merasa kesal dan berteriak namun percuma karna tidak ada yang mendengarnya. El mulai melempr ponselnya ke kasur dan hampir saja ia menangis.
__ADS_1
"kemana sih pria aneh itu, main ninggalin sendir disini, udah gak ada kehidupan dikamarnya makanan juga gak ada" ucap El sambil merebahkan tubuhnya diranjang. ia kesal namun tidak bisa ia lampiaskan karna sama sekali tidak ada apa-apa dikamar itu. sungguh menyebalkan.
"aku akan mencari cara untuk kabur, tapi gimana!!' El bicara sendiri sambil memutar otak untuk keluar dari kamar ini. setidaknya jika dia sendiri ada makanan yang bisa ia cicipi agar tidak kesepian plus membosankan. El berdiri dan melihhat kearah jendela kamar, ia mendapatkan ide untuk keluar dari kamar ini.
"aku akan kabur, siapa yang sudi tinggal dirumah ini seperti tahanan saja" ucap El. dia mengambil sprei kasur dan menariknya kearah jendela. namun saat El ingin mengikat sprei itu ternyata bukan jendela yang dia temui namun seperti bangunan yang menjulang kebawah, seperti sebuah ruangan namun diluar jendela.
"astaga.. ini rumah atau apa sih!!. susah banget mau kabur" ucap El kesal. dia menghentakkan kakinya dan kembali keatas ranjang. sudah berkali-kali dia mencoba untuk kabur namun tetap saja tidak pernah berhasil. mungkin ini usahanya yang terakhir kalinya.
"aku capek.. astaga pria itu sampai sekarang tidak pulang juga" El mulai resah. dia tidak biasanya seperti ini. meski dulu tinggal sendiri namun di apartemennya banyak makanan juga kamarnya penuh dengan hiasan, tidak membuat sakit mata. "aku akan menelfon manager Ling agar menjemputku" ucap El dan mengambil ponselnya.
namun saat dirinya ingin menelfon manager Ling, tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan memperlihhatkan sosok yang tadi siang sempat bertengkar dengannya. pria dengan aura dominan dan juga sangat datar tanpa ekspresi. El menatapnya namun tidak bergerak dari tempat tidur, masih stay rebahan diranjang.
"apa sudah lama menungguku?"
#fid.nch
#Zelenio
__ADS_1