PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 19, Kau Menculikku


__ADS_3

~Elio


masih menunggu kabar daro Roger untuk membawa wanita itu kepadaku. aku sangat ingin menemui wanita itu, aku tidak tertarik dengannya namun hanya ingin membuatnya bertahan dirumahku. entahlah iniperasaan apa yang aku rasakan, selama ini tidak pernah merasakannya.


mengingat ucapan Liam barusan membuatku sadar, selama ini aku terlalu sibuk mencari melodi pada orang-orang ayng punya takdir tidak baik. tadik yang malang dan harus berakhir ditanganku sendiri. namun aku tidak pernah merasakan hal seperti apa yang dikatakan oleh Liam barusan..


sejak kehilangan orangtuaku, aku tidak pernah merasakan tertawa, menangis, atau sakit hati. aku seolah merasakan dunia ku baik-baik saja semuanya, tidak ada pengaruhnya dari luar dan semya berjalan begitu saja, namun mendengar Liam berkata seperti itu membuatku sadar.


"apakah aku butuh pendamping?, apakah aku layak untuk orang lain?, apakah aku bisa diterima baik oleh mereka?' , banyak pikiran dan pertanyaan yang berada dalam otakku. banyak hal yang aku pikirkan sampai kahirnya aku mengurung perasaan itu jauh dalam lubuk hatiku. aku menyangkal perasaanku sendiri.


tapi bukan itu yang paling penting, aku masih menunggu Roger. untuk urusan yang lain akan kuserahkan pada mereka. mereka yang akan turun tangan lebih dulu dan aku hanya akan memantau mereka. aku mencoba menghubungi Erlan untuk membawa seseorang yang sudah ditemukan yang menjadi pengkhianat di geng kami.


"hallo Er.. jangan lupa bawa bajingan iu, aku butuh suaranya dan juga ingin melihatnya bagaimana menyesali tindakannya sendiri!!" ucapku sambil mengisap rokok yang aku bawa tadi. aku juga menikmati minuman yang aku suruh dibawakan oleh Liam untukku.


"baik tuan, saya akan segera membawanya. sebentar lagi saya sampai ke markas" ucap Erlan. aku sudha menduga itu, karna Erlan adalah bawahanku yang paling cepat bergerak dan juga tidak pernah sampai kelihatan pergerakannya, dia sangat ahli dalam bersembunyi.

__ADS_1


"ya sudah cepatlah datang, jangan lama-lama. aku sudah tidak sabar bertemu dengan bajingan itu!!"  ucapku dan mengakhiri panggilan. sedangkan aku kembali menatap ukiran kayu. keluarga Clov B, kemungkinan mereka punya keturunan atau aku sendiri yang tidak tau dulu. padahal setauku mereka tidak punya anak laki-laki, hanya anak perempuan itu pun hidupnya sudah tidak terlihat lagi.


aku berfikir bahwa ini ada hubungannya dengan anak buah Clov B, mungkin saja anak buahnya ada yang masih hidup dalam penterangan kami dulu sampai berencana untuk membalaskan dendam. tapi tidak mungkin karna setauku, Clov B tidak punya anak buah yang masih hidup. siapa mereka ini?.


lama memikirkan tentang hal itu, tiba-tiba Roger datang dan memanggilku. aku langsung sadar dari lamunanku, segera aku berdiri dari tempat dan menghampiri Roger, dibelakangnya da sesorang wanita yang tubuhnya snagat baik, namun aku tidak tertatik sedikitpun dengan tubuh itu.


"tuan.. saya membawa nona Elmira kesini sesuai permintaan tuan" ucap Roger, entah kapan aku memintanya membawa wanita itu datang kesini. " nona, kenalkan ini yang saya bilang tuan saya, dia ingin bertemu dengan anda" uca Roger, aku kesal melihat pria ini namun sebisa mungkin aku menahan diri.


"hallo tuan, saya model dari perusahaan XGX yang punya brand terkenal juga bekerjasama dengan perusahaan tuan" ucap Elimira, namun dia sama sekali tidak melihatku. matanya menatap kebawah, entah kenapa. apakah dia takut bertemu dnegan ku atau mungkin sesuatu hal.


"iya, aku tau... Roger kau pergilah!" usirku pada Roger. namun sedetik kemudian Elmira menatap keatas. dia melihatku dengan sangat terkejut, entah apa yang dipikirkan wanita ini sampai begitu melihatku. bak melihat setan didepannya. " kenapa melihatku begitu?' aku bertanya sambil menatapnya


"kenapa takut?, aku tidak akan memakanmu sekarang" ucapku sambil menatapnya. dia lagsung menatapku dengan bibir yang bergetar entah kenapa dia berubah saat melihatku. " tidak tuan.. maafkan saya, ada apa anda ingin bertemu dengan saya?" dia bertanya sambil mundur langlah demi langkah.


"apa kau takut?, apa aku seperti penjahat untukmu?" tanyaku. aku ingin tau seperti apa ia melihatku, apakah seperti yang aku pikirkan itu. tidak layak untuk siapapun. " tidak tuan, hanya saja saya canggung bertemu dengan anda, pasti anda bukan sembarang orang" jawabnya. see, aku bisa merasakan itu aku memang bajingan tak pantas dengan orang lain.

__ADS_1


"kenapa harus canggung, kau milkku mulai sekarang!!., kau tidak boleh pergi dari kawasan yang sudah kau masuki mulai sekarang!" aku mengatakan hal itu entah apa alasannya, aku bahkan tidak tau apa yang aku katakan. hanya keluar begitu saja, seolah tidak ingin wanita ini pergi dan harus menetap disini, bersamaku.


"apa maksudnya tuan?, saya milik anda?, apa anda ingin merekrut saya dari perusahaan tempat saya bekerja, atau anda ingin menjadikan anda model perusahaan anda?'di bertanya dnegan snagat polos. wanita ini membuatku semakin tidak ingin kehilangan dia, akan aku jadikan dia sebagai koleksiku dirumah.


"tidak!!, bukan itu.. aku tidak membiarkan mu lagi bekerja. mulai saat ini kau milkku dan tidak akan bisa kleuar dari sini. kau milkku Zelenia Elmira!!' ucapku dengan menekan namanya, sengaja karna aku ingin ia ingat bahwa mulai saat ini dirinya adalah milikku dan tidak ada orang yang bisa menghalangiku.


"apa maksud tuan?, saya ada pekerjaan dan saya dtaang kesini karna perusahaan saya yang menyuruh saya, jangan keterlaluan mengatakan yang tidak jelas tentang saya"ucap wanita ini. aku tersulut emosi dan langsung menggenggam tangannya, aku menatapnya dengan sangat tajam dan mengunci manik matanya.


"tidak ada pekerjaan lagi, kau tinggal dirumahku mulai sat ini. nanti aku akan mengatakan pada perusahaan tempat kau bekerja untuk menyelesaikan kontrakmu dengan mereka!!" aku tetap bertahan pada ucapanku. tidak akan ku biarkan dia pergi sampai lepas dari tanganku.


"tuan tidak bisa begini, ini namanya penipuan dan penculikan. saya bisa laporkan anda ke polisi" Ermira sedikit menaaikkan suaranya dan menatapku dengan tajam. sepertinya wanita ini bukan sembarang wanita. dia punya tenaga dalam yang kuat, sampai aku seidkit terkejut, dia tidak seelegan yang terlihat.


"jaga bicaramu nona, sekali pun kau bicara didepan umum dan kau berteriak ditengah jalan tidak akan ada orang yang percaya padamu. kau tidak akan bisa lepas dari, kau milkku" ucapku sambil tersenyum menatap wanita itu. nafasnya memburu, dia emosi namun aku tidak peduli tentang hal itu.


"kau pria yang tidak jelas, kau brengsek!!. kau menculikku!!' ucap Elmira smabil berteriak seperti kesetanan. aku hanya menatapnya dengan tenang, kubiarkan dia menggila sampai dia nanti tenang sedikit. sedetik kemudian aku menarik tangannya dan memeluk tubuhnya, aku merasakan ketenangan berada didekatnya. aku tidak ingin melihat dia berteriak seperti tadi, aku tidak ingin melihat dia menangis  atau kesakitan.

__ADS_1


#fid.nch


#Zelenio


__ADS_2