
sudah satu bulan lebih El berada dirumah ini, selama itu juga hubungannya dengN Elio semakin dekat. tidak pernah bertengkar karna pria itu selalu mengalah untuk El, epapaun yang dikatakan atau permintaan El pasti akan diia turuti selain keluar rumah tanpa dirinya. seperti minggu kemarin Elio mengajak El makan diluar namun sampai mengosongkan restoran itu hanya untuk mereka berdua.
El sampai terheran melihat tingak Elio yang sampai membooking restoran itu hanya untuk 1 jam mereka amkan malam, padahal tidak ada acara lain, hanya makan malam namun Elio mengeluarkan uang sebanyak itu untuk dirinya. bukannya merasa senang namun El sampai dirumah marah dengan Elio.
mulai saat itu juga Elio tidak mau melakukan hal ang sama, dia mengajak El ke mall untuk berbelanja tidak lagi mengsosongkannya namun sengaja tidak membuka mall itu dihari mereka datang agar dikira memang tidak ada orang lain yang berbelanja, meski begitu El tau jika itu adalah ulah Elio.
pagi ini El akan melakukan tugasnya, bukan membersihkan rumah atau apa. dia sebelumnya sudah minta izin kepada Elio agar bisa melakukan hal yang dia inginkan, seperti pagi ini El ingin memasak sarapan untuk mereka erdua. dia bangun lebih cepat dari biasanya, sedangkan Elio masih sibuk dengan mimpi indahnya dibawah selimut .
"pagi semuanya, aku mau masak sarapan untuk kami, mohon bantuan kalian" ucap El kepada pelayang yang berada di dapur untuk menyiapkan sarapan. mereka semua heran dan takut karna tiba-tiba saja pagi ini El ingin memasak, padahal sebelumnya tidak pernah. mereka pikir dalam masakan mereka ada yang salah.
"kenapa nona?, apakah masakan kami kurang enak di lidah nona?, kami bisa memasak yang lain sesuai permintaan nona" ucap pelayan yang paling dekat dengan El, selama ini El selalu meminta dimasakin bukan memasak sendiri, jadi mereka sedikit terkejut pagi ini.
"tidak apa bik, aku hanya ingin mencoba untuk masak sarapan. tidak ada hal yang bisa aku lakukan pagi-pagi. bibi bisa bantu aku saja dan lanjutkan masak untuk kalian" ucap El sambil tersenyum. dia mulai mengabil bahan-bahan yang sudah tersedia dan mulai sibuk bergulat dengan alat-alat di dapur.
sedangkan para pelayan hanya melihat dan sesekali membantu jika El butuh bantuan. mereka tidak bisa menolak permintaan El yang ingin melakukannya sendiri, setelah selesai El meminta tolong untuk menyajikannya di meja makan. dia akan kembali keatas untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
tidak terasa El menghabiskan waktu 1 jam di dapur dan baru selessai tepat pukul 7, dia langsung mandi dan bersiap untuk turun. namun sebelum itu dia membangunkan Elio agar tidak telat ke kantor. padahal pria itu selalu bebas akapan saja, tidak ada yang namanya telat bagi Elio.
"tuan.. bangunlah apa anda tidak ke kantor, ini sudah jam berapa" ucap El sambil menggerakkan tubuh Elio. namuun pria itu tidak bangun, bahkan matanya tidak buka sama sekali. El merasa kesal dan membangunkan lebih keras lagi, dia menyentuh wajah Elio dan mencubitnya pelan.
"bangunlah cepat tuan, anda akan telat jika malas begini!' ucap El namun Elio hanya tersenyum mendnegar ucapan waniat ini. dia membuka matanya dan menatap El dengan senyuman yang begitu manis, El yang melihat itu hanya diam termangu. menetralisir jantungnya yang sudah berdetak tidak stabil melihat senyuman Elio pagi ini.
"kenapa berisik sekali hemm.. aku masih sangat ngantuk, lagi pula aku tidak akan ke kantor hari ini" ucap Elio dan meanrik tubuh El untuk ikut rebah bersamanya. Elio memeluknya dengan erat samapi El kesal dan menggigit lengan Elio namun pria itu tidak menghiraukannnya sama sekali.
"tenanglah sebentar aku hanya ingin memeluk mu bukan memakan mu" uca Elio berbisik di telinga El dengan lembut, dia memeluk tubuh El begitu erat dan kembali memejamkan matanya, entah kenapa Elio sangat menyukai posisi mereka saat ini, bisa menghirup aroma tubuh El dari dekat.
"ya sudah, tunggu disini aku mandi dulu. jangan turun dulu" ucap Elio dan bangun . dia melepaskan El dan langsung menuju kamar mandi, El hanya tersenyum melohat tingkah Elio yang menutunya sangat menggemaskan. dia selalu lembut dan tidak susah dibilangin, rasanya El ingin sekali menyiapkan segala kebutuhan Elio namun dia sadar mereka tidak ada hubungan apa-apa.
setelah 20 menit menunggu akhirny Elio keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan juga perut sixpack yang terpampang jelas begitu saja. melihat hal itu El langsung membalikkan tubuhnya tidak ingin melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat, sungguh menggelikan.
"kenapa malu?, nanti juga kau akan menyentuhnya atau bahkan bisa merasakannya" ucap Elio sambil mendekat kearah El. sedangkan El masih menutup matanya dan sedikit takut dengan ucapan El. apa maksudnya itu, padahal mereka saja tidak pernah membicarakan soal hubungan, main bilang bisa merasakannya.
__ADS_1
"jangan sembarangan kalau ngomong, cepatlah pakai bajumu" ucap El namun tidak berani membuka mata. dia masih membalikkan tubuhnya padahal Elio sudah berada disampingnya. " kenapa tutup mata, kamu bukan lagi anak umur 20 tahun" ucap Elio dan menarik tangan El lembut, membuka mata wanita itu dengan paksa.
"kenapa malu?, aku bahkan sudah tidur bersama mu dalam beberapa minggu ini, kau sering memeluk ku dengan tidak sengaja" ucap Elio dan menarik El dekat dengannya. memeluk El dan menaikkan El dipangkuannya. "bagiamana kalau kita percepat pernikahan, apa kau sudah siap dengan itu?" ucap Elio tiba-tiba.
ini diluar perkiraaan BMKG, El langsung syok mendengar ucapan pria itu. bahkan sampai saat ini saja dia masih canggung jika berada sedekat ini dengan Elio namun lihatlah, pria ini malah mengatakan pernikahan, kapan El pernah membahas pernikahan dengan Elio. sangat jauh diluar nurul.
"apa yang kau bicaakan tuan, siapa yang ingin menikah denganmu? aku tidak pernah memikirkan hal itu" ucap El dan membuang wajahnya, tidak mau menatap mata Elio lama-lama. karna jika lama-lamaEl pasti akan dibuat melayang dan tidak akan ingat tujuannya sendiri.
"kenapa menolakku?, lalu apa yang kau pikirkan saat kau dan aku tinggal bersama, kita tidur bersama dalam waktu yang menurutku cukup lama juga" ucap Elio menatap kecewa. benar yang dulu dia pikirkan jika dirinya tidak pantas hidup bersama siapapun, toh juga akan ditolak begitu saja oleh orang-orang.
"aku memang tidak pernah cocok hidup untuk siapapun" ucap Elio sambil menurunkan El dari pangkuannya. dia menrik tangan El untuk turun, mereka akan sarapan bersama dibawah. sedangkan El hanya menatap tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Elio, dia bingung dan butuh proses untuk memahami ucapan Elio barusan.
#fid.nch
#Zelenio
__ADS_1