PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 37, Apa Itu Alasanmu?


__ADS_3

Elio mencari tau apa itu gejala datang bulan dan melihat seperti apa gejala itu, dia terus mencari tau sampai akhirnya dia tau penyakit apa itu. El yang mleihhat itu hanya tersenyum malu sekaligus sedikit canggung, bisa-bisanya pria ini mencari tau hal yang sebenarnya tidak penting untuk diketahui olehnya.


"apa aku perlu membelikan obat pereda nyeri?' ucap Elio menatap El, padahal yang ditatap sudah hampir tidur karna nyaman di elus lembut oleh Elio. " tidak usah, begini saja sudah sedikit membaik" jawab El sambil menutup matanya. dia ngantuk karna dielus oleh Elio begitu lama. " kamu yakin?, apa masih bisa menahannya?' tanya Elio lagi, dia tidak tega meliat wajah pucat El yang begitu kasihan.


"sangat yakin, aku hanya butuh istirahat" ucap El tersenyum. Elio mengangguk dan kembali mengelus perut El, kali ini dia membuka sedikit baju El agar bisa menyentuh perutnya dengan baik. El yang melihat itu hanya diam karna dia percaya jika Elio tidak akan melakukan hal aneh padanya, terbukti selama 2 bulan lebih mereka bersama Elio bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh El dengan berlebihan.


"aku ingin menanyakan sesuatu, jangan berbohong untuk menjawabnya!" ucap Elio menatap El dengan tajam, seolah mengancam El jika sampai berbohong/ " tanyakan saja aku akan jawab dengan jujur" jawab El dan memperbaiki posisi, dia mensejajarkan tubuhnya dengan El. " apa kau masih mengingat Brady mantan kekasihmu itu" tanya Elio dengan serius, El yang melihat itu langsung terkejut.


sejak kapan Elio tau tentang hubungannya dengan BBrday, padahal sejauh ini El tidak pernah mengumbar hubungannya kepada publik. bahkan dia tidak pernah memberitahu siapa pun tentang hubungannya dengan Brady, namun kali ini tiba-tiba saja Elio menanyakan pria itu, padahal sebisa mungkin El sudah tidak mengingatnya dan berusaha untuk melupakan sampai sekarang.


"memangnya kenapa?, apa kau mengenalnya?" tanya El sambil menurunkan pandangannya. tadi dia menatap Elio dengan serius namun kali ini dia sedikit menunduk. entah kenapa ketika membahas tentang hubungannya yang sudah kandas itu membuat El malas dan tidak ingn membicarakannya lagi. " tidak, aku tidak menegnalnya, hanya bertanya saja, tidak salah kan?' ucap Elio smabil menindih El.


El terkejut dengan gerakan Elio yang tiba-tiba sudah berada diatasnya. " mau apa?, jangan macam-macam denganku, aku tidak bisa menahan diriku soalnya" ucap El, maksudnya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukul orang. " aku tidak macamm-macam kalau kau menjawab jujur" jawab Elio dan melihat wajah El yang sudah bersemu merah, entah kepana Elio merasa marah melihat hal itu.

__ADS_1


"kenapa respon mu sangat anneh, apa benar kau masih mencintainya?. oh ya cinta, semua orang akan bodoh hanya karna cinta" ucap Elio dan turun dari atas El sambil memperbaiki poisisnya. dia kembali rebahan disamping El dan berdiam diri. " tidak ada yang tidak bisa dilupakan, meski itu sulit namun jika sudah tersakiti semua akan hilang" jawab El sambil menutup perutnya,tangan Elio sudah tidak bergerak disana.


"lalu kenapa wajahmu merah saat aku tanya itu?, apakah kau belum melupakannya?' tanya Elio dia menahan rasa marah dlaam hatinya. dia sudah tidak bisa menahan untukt idak memastikan hal ini pada El. " tidak ada yang tidak bisa aku lakukan, apalagi melupakan pria brengsek begitu" jawab El. kali ini raut wajahnya beruba marah, entah kenapa dia malas membahas tentang Brady.


"apa dia alasanmu menolak permintaanku?, atau kau merasa aku tidak layak untukmu?' tanya Elio lagi, entah kenapa dia ingin memaksa El untuk menikah dengannya, tidak peduli jika El benci dengannya yang penting El adalah miliknya dan tidak akan pernah dia lepaskan. "tidak!!.. siapa juga yang menolak.. maksudku aku belum siap menikah" ucap El cepat, dia meralat ucapannya segera.


takut dikira mau menikah dengan Elio, meski sebenarnya dia juga sudah nyaman bersama pria ini. El sedikit goyah dalam pertahanannya, namun tetap saja dia tidak bisa mengambil keputusan secepat itu. menikah bukanlah hal mudah dan harus benar-benar dipikirkann. " kenapa tidak siap?, aku tidak menyuruhmu menjadi pelayanku, hanya ingin mengikatmu sebagai istriku" ucap Elio menatap El dengan tatapan yang siapapun melihatnya akan luluh.


"aku akan membantumu menicntaiku, menikahlah denganku. tidak ada luka yang akan datang setelah ini, aku akan berusaha membuatmu mencintaiku" ucap Elio. padahal dia sendiri tidak tau apakah dirinya benar-benar menicntai El atau tidak, dia hanya ingin bersama El dan mengikat El sebagai istrinya, Elio saja tidak percaya apa itu cinta. dari dulu dia tidak mengerti dengan hal seperti itu.


"nanti akan ku pikirkan, apakah kau mencintaiku?" tanya El, seketika raut wajah Elio berubah, dia tidak tau harus menjawab apa dengan El. dia juga tidak bisa meyakinkan kalau ini adalah cinta. dia hanya ingin El tidak pergi kemana-mana. untuk cinta?, mungkin Elio sangat menentang hal itu. " tidak tau, aku hanya tidak ingin kau pergi dariku" jawab Elio.


"kau saja tidak yakin dengan perasaanmu, kita bukan bocah baru kenal kehidupan. kata orang menikah butuh kedewasaan yang benar-benar teruji, baik dalam finansial ataupun emosi" jawab El. keduanya sama-sama diamm, memikirkan apa yang seharusnya mereka rasakan saat ini. jujur saja Elio tidak pernah percaya dengan namanya cinta, karna dia tidak pernah merasakan hal itu.

__ADS_1


"pikirkanlah lagi, apakah kau benar-benarĀ  mencintaiku atau tidak. maka aku akan berikan jawaban padamu juga" ucap El dan turun dari ranjang, dia ingin mengambul air jahe yang tadi dia tinggalkan di meja. " apakah cinta itu sangat penting untukmu? aku pikir cinta tidak begitu penting" ucap Elio, tentu saja El langsung tersenyum namun senyuman yang hambar.


"jika tidak ada cinta rumah tangga akan hancur, bagaimana bisa kau menikahi ku kalau cinta tidak ada. kau hanya terobsesi denganku berarti" ucap El menoleh kebelakang, sedangkan Elio hanya menatap El. dia tidak tau bagaimana cinta?, jatuh cinta?, atau definisi cinta itu sendiri seperti apa.


setelah bicara panjang lebar, Elio keluar dari kamar dan menelfon Liam untuk menjemputnya. mungkin jika dia bercerita atau bertenya dengan Liam dia akan mendapatkan jawaban yang baik. Elio bear-benar tidak ingin kehilangan El, namun jika wanita itu membutuhkan cinta maka Elio akan mencari cinta itu kemanapun dia akan cari.


Liam langsung melaju setelah mendapatkan panggilan dari Elio, dia memang tidak begitu sibuk di kantor dan masih bisa menyempatkan waktu untuk menjemput Elio, entah apa yang ingin dibahas oleh pria itu. selama ini Liam merasa jika Elio hidup seperi orang pada umunya, penyakitnya tidak lagi kambuh dan lebih sering dirumah.


Elio sering sekali punya penyakit yaitu mendnegarkan melodi, memangsa malam hari dan menyiksa orang yang tidak bersalah. jiwanya haus akan balas dendam, sampai siapa saja yang dia ingin bunuh Elio tidak berfikir panjang. tangan pria itu snagat dingin dan juga jiwa psyco yang sejak dulu sudah terlatih. tujuannya hanya ingin mendenggar suara jeritan orang-orang yang dia siksa, membalaskan dendam kematian orangtuanya.


#fid.nch


#Zelenio

__ADS_1


__ADS_2