PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 36, Apa Penyakitnya?


__ADS_3

El yang merasa jika Elio sangat berubah setelah hari itu menolak permintaan untuk menikah, sampai saat ini Elio masih mendiamkan El. bahkan ketika pria itu akan tidur atau sarapan bersama tidak ada pembicaraan antara mereka. sudah hampir satu minggu Elio bersikap seperti itu, dan El tidak tau harus melakukan apa.


tidak mungkin dia tiba-tiba mengatakan ingin menikah dengan Elio, atau meminta pria itu untuk melanjutkan rencana dia menikahi El, itu sesuatu hal yang sulit untuk dilakukan. El merasa jika pria itu tiba-tiba sekali berubah dan saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di laur, kadang Elio pulang kerumah sampai jam 1 dini hari. padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu.


beberapa kali juga El mencoba untuk mengajaknya bicara namun Elio terus menerus menghindar adan menjawab seadanya saja. tidak lebih sekedar menjawab apa yang ditanyakan El, seperti pagi ini El merasa ingin melempar pria itu karna tidak menjawab pertanyaan El, Elio bahkan tidak menggubris El sama sekali.


alhasil El bicara dengan Liam, anak buah Elio. dia kesal namun juga harus mendapat jawaban dari pria itu. " Liam.. aku butuh sesuatu yang harus dibeli diluar, bisakah kau minta tolong pada pelayan untuk membelinya?' tanya El karna saat ini dia sedang membutuhkan bantuan dar pria itu. " ada apa nona, saya akan bantu jika sama bisa' jawab Liam tersenyum, padahal Elio ada disana bersama mereka.


"tolong katkan pada Blue atau Filka untuk membeli roti jepang dan bawa kemari, jangan yang ada sayapnya aku tidak suka" ucap El sambil memegang perutnya. ya.. El sedang mendapat tamu bulanan dan sangat menyakitkan untuknya, namun tidak mungkin dia mengatkan langsung pada Liam, itu sungguh memalukan.


"roti jepang?, tidak bersayap?" Liam mengulang perkataan El barusan, dia heran apakah memang ada roti seperti itu. dan Liam baru dengar ada roti yang bersayap. sungguh aneh bin ajaib. namun begitu pun Liam tetap mengikuti perintah El dan turun kebawah, Elio hanya diam melihat hal itu, tidak ada komentar sama sekali. dia anteng saja diatas ranjang.


sedangkan Liam turun kebawah dan langsung memanggil salah satu pelayan yang ditugaskan menjaga El. " nona butuh sesuatu dan kau harus membelinya, katanya dia butuh roti jepang tapi yang tidak ada sayap, secepatnya beli!" ucap Liam kepada Blue. dia menyuruh gadis itu karna dia yang terlihat pertama kali dimata Liam.


sedangkan Blue merasa bingung, apa itu roti jepang?, apakah roti dari jepang atau bagaimana?. tidak mungkin juga El menyuruh mereka membeli roti dari jepang langsung dan tidak bersayap?. " roti apa itu tuan?, apakah saya harus beli dari jepang?" tanya Blue dengan takut, takut salah bicara dan berimbas pada pekerjaannya.

__ADS_1


"saya juga tidak tau, nona mneyuruh seperti itu dan kau harus cari tau apa itu roti jepang dan segera beli" ucap Liam. dia tidak ingin memikirkan hal yang menurtunya menguras pikiran. "tapi.. saya tidak tau tuan, apa itu roti jepang" jawab Bluue, dia takut salah beli dan El marah padanya.


namun tiba-tiba Filka datang dengan membawa segelas air ditangannya, Blue yang melihat itu langsung memanggil Filka mana tauu gadis itu tau apa roti jepang. " ada apa Blue?, apakah nona butuh sesuatu?' tanya Filka sambil melihat kearah Blue dan liam. duua orang yang terdiam dalam pikiran masing-masing.


"iya Fil.. nona butuh roti jepang, aku tidak tau apa roti jepang yang dimaksud. dan tidak bersyap juga kataya" ucap Blue sambil menatap Filka, berharap temannya itu tau apa yang dimaksud oleh nona mereka. " ooo roti jepang, aku punya kok kebetulan tidak bersyap juga" jawab Filka dengan tersenyum malu akrna ada Liam disana.


"syukurlah kalau kamu punya Fil.. aku sudah takut salah beli, kalau gitu kamu kasih ke tuan Liam saja agar dibawa keatas" ucap Blue, begitu juga Liam mengangguk. dia pikir roti jepang itu benar-benar roti yang bisa dimakan. " tidak usah tuan, biarkan saya saja yang membawanya keatas, sekalian mau bawa ini juga" ucap Filka sambil melangkah menuju kamarnya.


sedangkan Liam juga berlalu begitu saja, karna Filka yang mengantarkan roti jepang itu jadi dia bisa melakukan hal lain. juga Blue melakukan tugasnya yang lain. Filka mengambil dari kamarnya dan langsung naik keatas. dia mengetuk pintu Elio sambil menunggu El.


"ini nona roti jepang dan juga air rebusan jae" ucap Filka sambil tersenyum. sedangkan El merasa malu karna Filka membawa roti jepang itu dan juga air jahe yang dia bawa. "makasih Filka, aku malu untuk turun kebawah karna aku pasti bocor nanti" ucap El sambil tersenyum kikuk. Filka hanya mengangguk tersenyum. " untung ada kamu, mungkin Liam tidak tau apa yang aku minta" jawab El dan lagi Filka hanya menganggu.


ingin rasnaya dia juga tertawa, namun tidak baik dan tidak bisa. dia mana bisa menertawakan majikannya sendiri. setelah El menutup pintu dia membawa barang miliknya keatas sofa, setelah itu dia masuk kedalam kamar amndi dan memakai roti jepang itu. Elio masih diam tanpa suara, hanya melihat apa yang dilakukan oleh El.


El keluar dari kamar mandi dan masih memegang perutnya, sungguh hari pertama dia dapat sangat sakit, El sangat tersiksa akan hal itu. dia meminum air jahe buatan Filka untuk meredakan rasa sakitnya, namun tetap saja sudah menjadi kebiasaan perutnya jika dapat tamu bulanan pasti sangat sakit.

__ADS_1


El tiduran di sofa sambil memegang perutnya, sesekali dia meringis dan menangis sangking sakitnya. Elio yang melihat hal itu merasa heran, entah kenapa El bisa menangis dan sesenggukan di sofa. perlahan Elio menurunkan kakinya dan melangkah mendekati El, dia melihat dari atas El sedang menangis sambil memegangi perutnya.


"kenapa.. kau kenapa menangis seperti itu?' tanya Elio dan duduk disamping El. dia mengangkat kepala El dan menaruhnya diatas paha. Elio menatap El yang sesengukan sambil memegang perut. " apa perlu ke dokter?, perutmu salah makan apa kemarin?' tanya Elio sambil ikut memegang perut El, seolah dia tau apa yang dirasakan oleh El.


"tidak.. hiks..ini sakit banget.. hikss" ucap El, dia mulai memperbaiki posisi dan membiarkan Elio menyentuh perutnya. El butuh seperti ini bukan di diami. " kenapa sakit, apa aku panggil dokter kemari untuk diperiksa saja?' ucap Elio dan mengambil ponselnya, namn El langusng menghentikan gerakan tangan El.


"tidak perlu dokter, ini sudah biasa dirasakan semua wanita. hanya butuh istirahat dan dipeijat begini" ycap El dan menyentuh perutnya, sesekali dia memijat dengan pelan dan mengelusnya. Elio yang melihat itu langsung mengikuti gerakan El, dia mnegelus perut El dengan lembut.


"apa setiap wanita didunia ini merasakannya?, apa semua wanita punya penyakit begini?' tanay Elio. jujur saja dia baru tau kalau wanita akan kesakitan seperti ini dan tidak butuh dokter, karna biasanya Elio jika sakit ya panggil dokter untuk diobati. " tidak usah, Filka sudah bikin air jahe" ucap El merasa enakan, dia nyaman diperlakukan seperti ini.


"ini bukan penyakit, namun setiap wanita akan merasakan hal ini karna ini tanda dia sebagai wanita tulen"ucap El dan memejamkan matanya. Elio masih mengelus perutnya, namun sedetik kemudia tubuh El sudah melayang dan berpindah keatas ranjang. Elio mengangkatnya agar lebih nyaman.


"apa nama penyakit itu?' tanya Elio mengambil ponselnya. entah apa yang ingin dilakukan pria itu, El merasa malu namun karna dipaksa dia menjawab dengan menutup wajahnya. " datang bulan" ucap El dan Elio langsung mengetik di ponselnya, ternyata pria itu sedang melihat di mbah google, apa yang sedang dialami oleh El saat ini.


#fid.nch

__ADS_1


#Zelenio


__ADS_2