
21+
unsur kekerasan, sesuai dengan judulnya.
Harap bijak memilih bacaan dan sesuai umur
~Elio
aku melihat seorang wanita yang bertengkar dengan kekasihnya, wanita itu terlihat sangat baik dan juga sehat. aku menatap dan mendekat dengan mereka, jiwa ku sudah sangat merona ingin mendengar suara melodi indah malam ini, merdu dan sangan nyaring. aku ingin segera mendengar melodi indah itu.
melihat kekasih wanita itu pergi, aku langsung mendekat dan membawa wanita itu ikut denganku. salahnya sendiri kenapa tidak menolak saat aku bawa pergi, dia hanya diam dan ikut saja. padahal kalau tadinya dia bersuara sedikit aku akan langsung menutupnya, seperti sekarang ini. aku menutup mulutnya langsung.
aku membawanya ke markas bawah tanah, tidak ingin ada yang tau. kalau orang lain tau bisa saja seorang penbisnis muda menculik wanita, itu akan menjadi berita paling menegangkan, tapi aku sama sekali tidak takut. untuk apa takut, mereka bisa menjadi melodi indah untukku tiap malam jika aku mau.
aku menunggu wanita itu bangun, sangat lama dan butuh kesabaran yang ekstra. tapi demi suara melodi malam ini aku sanggup untuk menunggu wanita ini bangun. dan ketika aku melihat tangannya bergerak aku mulai sadar bahwa dia sudah bangun. segera aku berikan minum dan tersenyum kearahnya.
"di..dimana.. aku.. siapa.. kau.."wanita itu langsung menatapku dengan takut. padahal dengan wajahku seperti ini memang harusnya dia takut, karna aku tidak menunjukkan wajahku padanya. " tidak perlu takut, aku hanya ingin melihatmu memberikan melodi indah untukku" aku menjawab dengan santai dan tersenyum smirk
"melodi?, melodi apa.. aku tidak punya melodi, lepaskan aku" wanita ini meronta dan sepertinya memang tenaganya sudah pulih semua. ini yang aku inginkan, dari semua mangsaku, aku selalu memilih yang terbaik dan penuh dengan semangat memberikan melodi indah untukku.
"tenanglah.... aku hanya butuh melodi indahmu" ucapku dan membawa alat yang sudah disiapkan oleh Liam untukku. aku mulai mendekat kepada wanita itu, perlahan tapi pasti, dia berteriak dengan keras.. tangannya aku injak ternyata, tapi aku tidak peduli dengan hal itu.
__ADS_1
"tolong.. jangan lakukan itu" dia menangis dan berteriak. aku hanya bisa tersenyum mendnegar melodi indah itu. aku menatapnya dan tangannya seperti sangat sakit. terdengar beberapa dibawah kaki yang aku injak itu suara retak, entah dari mana itu. aku yakin dari tubuhnya.
"kumohon.. jangan.. kumohon.." dia memohon dengan sangat baik, sayang sekali hatiku tidak tergerak sedikitpun. bakan aku hanya ingin mendengar lebih keras lagi suara itu. 'tolong.. aku mohon"wanita ini sangat bersemangat untuk memberikan melodi itu, terlihat dari suaranya sangat luar biasa.
aku mulai melanjutkan aksiku, mulai meraih tangan wanita yang aku injak tadi. aku melihat beberapa tulang memang patah didalam, aku tidak peduli dan SRETTT.. maafkan aku, mendnegar tangisan wanita ini membuatku muak, dia sangat berisik, aku sudah bosan dengan melodi itu.
dia lemas dan tidak berdaya, aku menatapnya sudah tidak ada lagi melodi indahku. dia pergi dan meninggalkan aku sendirian disini, aku kasihan pada diriku sendiri, melodiku pergi begitu saja. air merah sudah bergenang disekitar kaki dan juga tubuh wanita itu. sangat segar dan wangi sekali.
aku menatap tangan itu, seketika aku punya ide yang baik. aku langsung mengambil tangan yang lemah itu dan mengambilnya beberapa. aku suka mengoleksinya, tapi jika sudah bosan akan aku buang. " Liamm!!" aku memanggill anak buahku untuk mengurus semua ini.
"ada apa tuan?" tanya Liam dengan menunduk, aku langsung menunjuk tubuh wanita yang tergeletak disana. sudah sangat lemas, kasihan sekali dia. " urus dia dan jangan sampai ada jejak yang tertinggal, kau tau apa yang harus kau lakukan" ucapku dan pergi meninggalkan Liam. aku memberikan sesuatu yang hangat itu kepada Liam.
"ini apa tuan?' tanya Liam dengan heran. " hadiah untukmu, jaga dengan baik" ucapku dan tersenyum tipis. sedangkan anak buahku itu langsung melihat apa yang aku berikan. "astaga.. ini.. sangat kejam" Liam berata namun aku hanya mendengar sebagaian, entahlah aku suka melihat wajah kesalnya itu.
~El
aku terbangun pada jam 11 malam hari, aku melihat semua kosong, tidak ada sesuatu di lemari es yang bisa aku makan. tentu saja ku lapar dan saatnya mengisi tenaga dulu. ingin rasanya membangunkan managerku, tapi takut jika dia sudah tidur, kasihan kelelahan hari ini.
karna tidak ada yang bisa dimakan disini, aku terpaksa harus membeli dari luar. namun aku hanya ingin memesan lewat online, malas sekali jika harus keluar malam begini. aku mengambil ponselku dan mmebuka aplikasi makanan online, namun seketika aku melihat berita yang tidak asing untukku.
"Brady akan menikah?, apakah dengan wanita yang kemarin?'" sebuah berita yang membuatku sangat terkejut. bukankah tadi pagi Brady baru datang ke apartemenku dan meminta maaf. tapi sekarang dia akan menikah dan itu jelas ada di artikel yang ku baca sekarang.
__ADS_1
namun lebih dari hal itu, ada sesuatu yang membuatku agak aneh. mungkin aku memang sedih membaca berita ini, namun ada yang salah. artikel ini menulis nama calon istri Brady adalah Elmira, model terkenal yang sudah Go Internasional, namun foto yang tertera disana bukanlah wajahku.
"aku.. akan menikah dengan Brady?, sejak kapan aku mengatakan hal itu" aku merenung sendiri. aneh betul artikel ini. apakah mereka tidak tau siapa aku dan siapa wanita di foto ini. kami sangat jauh berbeda dan juga aku tidak mengenalnya. bisa-bisanya dia mengatakan artikel aneh begini.
"apakah Brady yang membuat ini atau bukan, atau ada oknum tertentu?", aku tidak tau pasti, hanya saja aku tidak suka namaku berada disana. ini namanya ingin menyeretku kedalam masalah. apakah itu hal besar untukku?, tentu saja tidak, aku tidak peduli dengan hal itu, hanya tidak suka saja.
~Brady
aku bertemu dengan Bianca dikantor. rasanya aku seperti muak dan bosan dengannya, namun jika melihat tingkah dan juga gerakannya diatas ranjang, tentu saja aku tidak bisa menolak. aku dan dia sudah mulai sama-sama nyaman, ditambah lagi aku yang kehilangan El untuk selamanya.
Bianca sedang melakukan pemotretan sekarang, dan aku hanya memantaunya dari jauh. melihat hal itu aku kembali ingat dengan El, susah seekali untuk melupakan dirinya. Bianca sangat cantik, namun aku tidak menemukan sesuatu seperti El didalam dirinya. wajah El selalu terbayang dikepalaku.
sampai akhirnya aku sadar, aku sudah terlalu lama disini. aku melupakan pekerjaanku yang seharusnya. Bianca tersenyum melihatku, namun dengan cepat aku langsung melangkah dan pergi dari sana. aku membiarkan Bianca melakukan pekerjaannya, kami sudah sepakat akan bekerja secara prefesional.
terlihat Bianca duduk bersama beberapa model lain diperusahaan kami. dia asik bercerita denan mereka, entah apapun cerita mereka yang pasti Bianca sangat menikmatinya. "kalian tau? aku model yang langsung direkrut oleh bos Brday karna dia melihat aku seperti model Elmira" ucap Bianca memulai ceritanya.
"kalian tidak tau saja, bos Brady itu sangat suka dengan model Elmira, dan dia itu seperti aku aku sendiri" ucap Bianca sambil tersenyum. mereka yang masih awam dan tidak tau apa-apa hanya mengangguk. tidak seperti Bianca yang memang sudah lama dibidang permodelan pasti kenal siapa Elmira itu.
"apakah kalian mau tau bagaimana sorang model papan atas itu kerja?, sangat prefesonal, bahkan mereka sangat menjaga pola makan dan selalu berlatih serius" ucap Bianca, ia tersenyum membayangkan dirinya berada di fashion show dan berjalan didepan banyak orang, tidak seperti sekarang hanya premotretan untuk brand produk atau iklan.
"model Elmira itu sangat baik dan akan menikah dengan bos Brady. tapi aku tidak yakin kalau model Elmira itu mau menikah dengan bos Brady, palingan juga aku yang akan menikah dengannya" dengan senyuman seluas samudra Bianca bercerita dan mengarang bebas dengan sendirinya.
__ADS_1
#fid.nch
#Zelenio