
~El
setelah selesai pemotretan aku makan siang bersama manager Ling, namun manager Ling ada keperluan lain sampai meninggalkan ku sendiri disini. aku menikmati makan siangku dengan baik, tidak ada yang menganggu sampai akhirnya seorang pria datang menemuiku.
"hallo nona, apakah anda sibuk saat ini?" tanya pria ini padaku, entah siapa dia. aku tidak mengenalnya bahkan tidak pernah melihat dirinya.
"hallo... saya sedang free untuk saat ini, ada perlu apa?" tanyaku sambil menatapnya. jika dilihat dari gayanya seperti bukan orang sembarangan, karna dari pakaian yang dia kenakan sangat bermerek. salah satunya dari produk perusahaan kami, bukan orang
"saya ingin mengatakan sesuatu kepada nona, apakah tidak keberatan jika saya duduk bersama nona disini" tanya dia lagi. dia sopan dan aku suka tutur katanya, dia tidak orang sembrono yang datang sembarang dan melakukan sesuka hatinya.
"boleh silahkan saja, anda duduk" jawabku sambil tersenyum. mungkin dia adalah fans ku atau siapa aku tidak terlalu peduli,hanya ingin tau apa tujuannya mendekati aku. aku langsung membersihkan meja dan menyingkirkan barang-barang dan juga tempat makanku barusan.
"apakah nona sendirian? atau punya teman makan disini?" tanya dia lagi, namun kali ini aku bisa melihat hal lain dari diri pria ini. dia mengenakan sesuatu didalam kemejanya,entah apa itu aku tidak paham.
"aku tadinya bersama seorang teman namun dia sudah pergi karna ada alasan" ucapku sambil tersenyum. sebenarnya aku sedikit takut karna pria ini sangat tajam tatapannya, juga aura yang dia miliki sangat pekat dan tajam.
"kalau begitu, nona mohon maaf, sebenarnya kedatangan saya kesini untuk meminta anda ikut dengan saya, tuan saya ingin bertemu dengan anda. dia ingin membahas tentang perusahaan dan karir anda dalam dunia model" ucap pria itu. aku bingung dari mana dia tau aku seorang model? apakah karna memang pengaruhku atau dia sebelumnya sudah tau siapa aku sebenernya?.
__ADS_1
"untuk apa?, saya tidak mengenal tuan anda. maafkan saya, lagipula kalau memang ingin bertemu dengan saya katakan pada perusahaan saya dulu, saya kontrak bekerja dengan mereka. tidak sembarangan ikut dengan orang lain" ucapku menolak halus. Bukan karna apa,hanya saja sedikit ragu melihat dia yang tiba-tiba mengajakku.
"ya sudah kalau begitu, saya akan mengatakan pada perusahaan anda untuk ikut dengan saya hari ini' ucapnya. sepertinya pria ini memang bukan sembarangan, seyakin itu dia bisa mengatakan hal itu. padahal perusahaan kami bukan sembarang perusahaan, salah satu perusahaan brand ternama di dunia.
"siapa anda sebenarnya?, jangan membuat saua takut dengan anda" ucapku sambil menatap tajam, sedikit takut.namun ketika mengatakan hal itu tiba-tiba ponselku berdering, aku melihat siapa yang menelfonku. tidak mungkin manager Ling yang menghubungi aku, dia sedang meeting bersama direktur perusahaan dan juga CEO perusahaan kami.
namun lihatlah, apa yang aku curigai ternyata benar. manager Ling menelfonku, aku menatap pria itu sambil bingung. sepertinya memang benar apa yang dia katakan, meminta izin kepada pihak perusahaan ku terlebih dahulu. "bagaimana nona?" pria itu tersenyum menatapku. seolah mengatakan
'aku sudah menang dan kamu harus mengikut aku sekarang"
"hallo ada apa manager?, aku masih di tempat yang tadi" ucapku sambil menatap pria itu. sedangkan menager Ling masih diam dan tidak ada pembicaraan sedikit pun. "hallo El, kamu sedang bersama sekretaris perusahaan Delimus. mereka ingin kamu bertemu dengan CEO Delimus,ikutlah dengan mereka. perusahaan sudah mempersiapkan dan memberi izin" ucap manager Ling sambil bicara dengan direktur kami.
jika sudah mereka yang bicara,aku sebagai karyawan di perusahaan ini meski kartawan elit dan bisa dibilang sebagai aset perusahaan tetap saja ada aturan main dan kontrak pekerjaan. aku mengakhiri panggilan dengan manager Ling, menatap orua yang berada didepanku ini. dia menunggu sambil tersenyum.
"bagaimana nona?,apakah anda bersedia ikut dengam saya?. tuan saya tidak akan memakan anda" ucapnya. aku berfikir sedikit dan setelah itu aku mengangguk, "baiklah mari kita pergi" ucapku. aku mengambil tas milikku dan melangkah keluar dari resto ini, dia menuntunku masuk kedalam mobil miliknya, kebetulan aku tidak membawa mobil.
sedangkan disisi lain, Elio sedang menunggu anak buahnya dan juga menunggu Elmira untuk sampai dirumahnya. Elio yakin jika Roger, anak buahnya akan melakukan yang terbaik. Elio bisa mempercayakan tugas ini kepada Roger,karna mulut pria itu sangat mania jika bicara dengan wanita.
__ADS_1
"tuan.. apakah anda butuh sesuatu? mereka masih lama diperjalanan" ucap Liam. dia sibuk dengan pekerjaanya, karna beberapa hari kedepan Liam akan ikut bersama Elio yang turun tangan untuk memantau musuh mereka yang mulai beregerak aktif saat ini. Elio berencana akan melalukan seperti dulu, membasmi semua tikus yang berani mengusik mereka.
sepanjang hari ini Elio berada di markas dan mencari tau tentang geng mafia di daerah Asia karna musuhnya dari dulu dari bagaian banua itu, Elio semakin banyak mengumpulkan bukti dan juga petunjuk untuk memudahkan rencanya, ia juga tidak lupa menyuruh Erlan untuk berjaga-jaga disanam karna kemungkinan dan pasti musuh mereka pasti mencari rekan di banua Eropa dan Amerika.
sejauh ini Elio hanya mendapatkan beberapa anak buahnya yang berkhianat kepadanya, namun bukan anak buah inti yang selama ini dipertahankan dan juga dilataih oleh Elio. beberap dari mereka yang mulai membocorkan rahasia Walkdark dan juga bergabung dengan gengĀ GFT LL, dimana mafia ini selalu bertentangan dengan Walkdark.
"Liam.. kau harus mempersipakan diri, kemungkinan untu tiga bulan kedepan kau banyak pekerjaan. perusahaan dan juga seseorang yang akan kau jaga dirumah" ucap Elio sambil menatap Liam. anak buahnya itu hanya mengangguk dia juga sudah tau apa yang sehrausnya ia lakukan.
Elio bukan orang yang sembarangan, sekali dia turun tangan semua orang akan rata. tida ada ampun kepadanya da tidak ada kata maaf dalam kamus Elio. dia psyco gila yang terkenal kejam dikalangan gengnya, dari kecil Elio sudah melakukan tindakan diluar perkiraan MBKG.
"tuan.. saran saya anda sebaiknya menyelesaikan ini semua, kita sudah tterlalu lama hidup dalam dunia bawah ini. anda harus memikirkan tentang masa depan anda dan keluarga anda kedepannya" ucap Liam. dia hanya memikirkan tentang Elio, dia menyayangi dan sangat setia dengan pria ini.
inilah janji Liam kepada orangtua Elio dulu. karna dia sudah mengenal Elio sejak kecil. Liam anak sekretaris dari papa Elio dan sudah sering ikut dengan papanya datang kerumah Elio. melihat pria itu bertumbuh sampai dewasa sekarang, usia mereka juga tidak terlalu jauh. Liam lebih tua 4 tahun dari Elio.
"aku tidak yakin Liam, aku tidak pernah memikirkan masa depan atau apalah itu. sekarang yang terpenting adalah ini. aku akan turun tangan dan membuat mereka menyesal melakukan hal ini!!" ucap Elio dan meninggalkan Liam begitu saja. tidak tidak ingin mendnegar Liam menasehatinya lagi.
#fid.nch
__ADS_1
#Zelenio