PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 22, Apa Maumu?


__ADS_3

"apa sudah lama menungguku?"


Elio membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia terus kepikiran dengan Elmira yang sudah beberapa jam dirumahnya, pasti wanita itu sangat kesepian dan juga marah besar kepadanya. Elio juga tau perasaan wanita itu yang tiba-tiba dibawa ketempat yang sangat asing baginya.


mereka tiba dirumah dan Elio langsung masuk kedalam kamarnya. ia tidak lagi menunggu Liam yang memanggilnya, Elio melangkah keatas kamar dan membuka pintu. dia melihat Elmira sedang tiduran diatas ranjang, keduanya saling menatap satu sama alin, dengan perasaan yang berbeda.


Elmira menatapnya dengan attapan pennuh amarah dan juga kekesalan. sedangkan Elio menatapnya dengan senang karna wanita ini tidak berbuat ulah. biasanya orang akan melakukan segala cara untuk kabur atau memberontak namun ternyata Elmira tidak demikian, dia menunggu Elio untuk pulang.


"lepaskan aku dari sini tuan, saya tidak ingin menjadi tahanan anda" cap Elmira sambil duduk diatas ranjang. Elio yang mendengar itu hanya tersenyum dan menatap Elmira. permintaan yang sangat sulit untuk dilakukan karna Elio membawa Elmira kerumahnya dengan tipi daya yang sangat lick, jadi tidak mugkin melepaskan wanita itu begitu saja.


"kemana kau melepaskan mu?' tanya Elio sambil melangkah, mendekati Elmira yang tegah duduk diatas ranjang. keduanya maish saling bersitatap tidak ada yang mau kalah dan juga mengalah. " aku butuh bekerja, dan aku mash ada kontrak dengan perusahaan, lepaskan aku" ucap Elmira. kali ini dia membuang wajahnya agar tidak menatap pria dengan aura dominan itu.


"apakah aku peduli dengan hal itu? aku rasa tidak, karna tidak ada yang lebih penting selain kau" ucap Elio sambil mendekati Elmira. dia menaruh tangannya kesamping tubuh Elmira dan mendekati wanita itu. El yang menerima perlakukan seperti itu langsung terkejut dan mundur dengan perlan.


sampai tubuhnya tidak lagi bisa bergerak karna sudah berada dipinggir ranjang, Elio semakin mendekat dan menghirup aroma tubuh El, dia merasa sesuatu yang ia dapatkan dari aroma itu. " akku menyukai aroma tubuhmu, mungkin juga dengan tubuhmu" ucap Elio dan merebahkan tubuhnya tepat di dada El.

__ADS_1


Elmira tentu terkejut dengan perlakukan Elio yang sangat tiba-tiba dan aneh, pria itu sepertinya sangat nyaman pada posisinya sampai tidak sadar jika El masih menahan nafas karna jantungnya sudah sangat berdegup kencang saat ini. " tolong jangan begini, saya hargai anda sebagai rekan perusahaan" ucap Elmira dan mendorong kepala Elio dengan lembut.


namun sepertinya Elio tidak menerima perlakuan El seperti itu, dia menatap El dengan tajam dan dingin. tatapan yang sangat mengerikan dan menakutkan untuk siapa saja yang melihatnya. Elio langsung berubah 180 derajat, tidak seperti Elio sebelumnya yang lembut dan bicara baik.


"aku juga bisa membuat orang langsung menghadap Tuhan saat ini juga, jangan terlalu banyak tingakh disini!" ucap Elio dan beranjak dari tempatnya. dia memilih unttuk membersihkan tubuhnya lebih dulu dan meninggalkan El dalam posisi yang masih tegang dan juga masih syok dengan perubahan sikap Elio berusan.


El menatap kepergian Elio masuk kedalam kamar mandi, dia menghela nafas pelan dan mengatur jantungnya yang masih berdetak kencang. El heran mengapa pria itu sangat cepat berubah dari sebelumnya. padahal El hanya memperbaiki posisi mereka karna tidak nyaman pria itu tertidur di dadanya.


"sangat aneh... dia seperti monster yang berubah wujud sesuka hatinya" ucap El dan memilih untuk keluar dari kamar itu, dia tidak ingin berlama-lama disana karna jika hal seperti tadi terjadi lagi, El pasti akan dimakan hidup-hidup oleh monster itu, juga El masih ngeri dengan ucapan Elio berusan.


El melihat sosok pria yang tengah duduk didepan TV dilantai bawah. dia menghampiri pria itu yang ternyata adalah Liam, anak buah Elio yang sangat lembut diantara mereka semua. El mendekat dan berdiri didepan Liam. ia melihat pria itu yang sepertinya sedang mengerjakan sesuatu disana.


"silahkan saja nona, apa tuan sudah tidur?" tanya Liam dengan lembut. dia menghentikan pekerjaannya dan menatap El dengan seksama. Liam merasa jika wanita yang berada didepannya ini sangat unik dan cantik, lembut juga pembawaannya dan juga elegan, sangat dewasa.


"dia masih mandi, apa kau tidak kelelahan bekerja sampai malam begini?" tanya El sambil menatap Liam. dia merasa jika pria ini baik diajak untuk bicara dan menjadi teman. "tidak nona, suudah terbiasa melakukan hal ini" jawab Liam dengan tersenyum. "apa nona butuh sesuatu?" tanya Liam.

__ADS_1


tidak mungkin wanita ini turun jika tidak butuh sesuatu, dan Liam sebagai anak buah Elio sudah pasti akan menuyiapkan semua keperluan El selama dia berada disana. " aku butuh makanan, aku lapar" cap El tersenyum, sebenarnya dia turu kebawah menghindari Elio juga ingin mencari makanan didapur.


"tunggu sebentar disini nona, saya panggilkan pelayan untuk membawanya" ucap Liam denga sigap dan langsung berdiri, memanggil pelayan rumah untuk membawakan El makanan. sementara El tersenyum karna masih ada orang yang bisa diajak bicara dirumah itu. sejenak ia melupakan Elio.


Liam kembali dengan tersenyum, " sebentar ya nona, pelayan masih mengambilnya" ucap pria itu sambil duduk kembali. " apa kau dan pria monster itu sudah lama berteman?," tanya El tanpa merasa bersalah sudah mengatai Elio sebagai monster, bahkan Liam yang mendengarnya terkejut dan heran dengan panggilan itu.


"kenapa nona memanggil tuan dengan sbeutan monster?, apakah itu tidak berlebihan sekali?" ucap Liam merasa sedikit kesal dengan El. masa tuannya dikatai monster sama wanita ini. " dia seperti monster jika marah, juga sangat cepat berubah sifatnya" ucap El sambil mengerucutkan bibirnya, masih kesal dengan ucapan Elio tadi dikamar.


"tapi anda beuum tau sebenarnya bagaimana tuan yang aslinya, anda baru mengenal luarnya saja itupun masih sedikit karna anda baru bertemu dengannya, tapi jika sudah kenal lama anda akan tau sebenarnya seperti apa tuan" ucap Liam memberi pengertian kepada El aar mengubah pandangannya terhadap Elio.


"tapi tetap saja, dia itu menyebalkan dan memaksa ku untuk tinggal disini" ucap El sambil menatap Liam. tentu saja pria ini akan membela tuannya karna dia anak buah Elio. mana mungkin Liam membela dirinya yang notabenya baru bertemu barusan. " cobalah untuk tinggal lama disini, agar nona tau seperti apa tuan" ucap Liam dan menyuruh pelayan mengantarkan makanan ke kamar Elio saja.


"anda kembali ke atas saja nona, takut jika tuan mencari anda" ucap Liam dan mmembawa El untuk masuk kedalam kamar, padahal El masih ingin bicara banyak dengan Liam. tapi pria itu sepertinya takut lama-lama duduk bersama El karna Elio ternyata suudah berada diatas melihat mereka dari tadii.


"kenapa buru-buru banget sih, aku masih ingin disini" ucap El memberontak, namun Liam tetap menarik tangannya untuk ikut naik keatas, Elio yang melihat itu hanya diam dan kembali masuk kedalam. menunggu El sampai kesana dan akan memberi hukuman pada wanita itu.

__ADS_1


#fid.nch


#Zelenio


__ADS_2