PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 23, Kemarilah!!


__ADS_3

Liam mengantarkan El hanya sampai depan pintu kamar, selebihnya dia menyerahka semuanya kepada El. dia tidak ingin ikutan berurusan dengan Elio. " silahkan masuk nona, tuan pasti sudah menunggu didalam" ucap Liam sambil mendorong El untuk masuk kedala, setelahnya Liam kembali turun kebawah.


sedangkan El hanya diam mematung didepan pintu, dia maish belum mau bertemu dengan Elio karna menurutnya pria itu terlalu menyebalkan untuk diajak bicara. namun mau tak mau El harus masuk, kalau tidak pria itu sendiri yang akan datang menemuinya, menariknya masuk kedalam kamar.


KLEK....


El membuka pintu kamar dan menatap sekelilingnya. ia melihat Elio duduk diatas ranjang sambil memainkan ponselnya, Elio sama sekali tidak melihat kearahnya. " saya mau tidur, apa ada kamar untukku?' tanya El dengan gugup. dia melihat Elio yang serius bermain ponsel.


"kemarilah.. kenapa takut padaku?, apakah aku memakan manusia?' ucap Elio dengan sorot mata yang tajam sambil menyuruh El untuk duduk disampingnya. " apa kita tidur seranjang?, apa itu tidak apa?' tnya El dengan wajah polos dan sangat menggemaskan, ia tidak percaya jika dirinya dan pria itu akan tidur malam ini dengan ranjang yang sama.


"aku sudah mengatakan pada perusahaan mu kalau kau tidak lagi bekerja disana, mereka juga dengan senang hati melepaska kau" ucap Elio sambil melemparkan ponselnya kepada El. dia baru saja mengabari perusahaan tempat El bekerja.


"kenapa cepat sekali, aku masih belum bilang setuju untuk berhenti bekerja" ucap El sambil menatap Elio dengan tajam. dia kesal karna pria itu sesuka hatinya mengatakan pada perusahaan untuk berhenti kerja. " kenapa tidak setuju, aku bahkan tidak akan membiarkan kamu keluar rumah" ucap Elio tanpa melihat El yang masih menatapnya tajam.


"jangan mengancamku, aku tidak mau berhenti kerja aku akan bosan jika sendirian dirumah" ucap El sambil melemparkan ponsel Elio kepada pria itu, dia kesal dan tidak bisa berkata-kata lagi. entah kenapa takdir mempertemukan dia dengan pria seperti Elio ini.

__ADS_1


"sudahlah, kau tidur saja disini, aku tidak akan melakukan apapun untukmu. kemarilah agar kau istirahat dulu" ucap Elio sambil menepuuk ranjangnya disamping. "aku tidak bisa tidur!!, aku mau bekerja besok jangan kau berbuat seenak jidatmu!!" ucap El sambil meninggikan suaranya.


sedangkan Elio hanya diam dan tidak merespon apapun. dia masih menatap El namun tatapannya kini sedikit baik tidak seperti sebelumnya. " sudahlah kalau kau ingin bekerja bisa kita bicarakan nanti, istirahat untuk malam ini" ucap Elio tersenyum. entah kenapa pria ini bisa selembut itu kepada El, ini kali pertama dia tersenyum setelah bertahun-tahun.


El hanya diam disamping Elio sambil mencoba untuk memejamkan matanya, dia terlihat masih menahan kekesalannya kepada Elio namun pria itu masih saja tanpa ekspresi, seolah tidak merasa bersalah sudah memutuskan pekerjaanya begitu saja, sungguh El sangat menyesal bertemu dengan pria ini.


"tuan.. saya ingin bertanya sesuatu, bolehkah?" tanya El sambil menatap Elio, dia meletakkan ponselnya keatas meja dan menatap El dengan serius, dia seolah ingin menjawab namun Elio merebahkan tubuhnya sambil menatap El. " silahkan saja, jika aku mau akan aku jawab" jawab Elio sambil menarik selimutnya.


"apakah tuan tidak punya keluarga?, maksudku istir atau anak?" ucap El sambil menatap Elio. dia heran pria ini hanya tinggal sendirian dan tidak mungkin jika pria ini tidak punya keluarga kecil, karna melihat usia pria ini sepertinya sudah tua dan menuru El sepatutnya sudah beristri.


"kenapa menanyakan hal itu?, apakah kau ingin menjadi istriku?' tanya Elio menatapnya. tangan pria itu bergerak dan memeluk tubuh El. dengan mata yang melotot El menatapnya dan memegang tangan pria itu, sepertinya pria ini memang tidak bisa diajak bicara.


"jangan seperti ini, aku tidak mau tidur kalau begitu" ucapĀ  El kesal dan berusaha untuk melepaskan tangan Elio dari tubuhnya, dia mencoba untuk tidak terbawa suasana pada pria ini, El tidak ingin dekat dnegan pria lagi karna sudah trauma dengan yang namanya jatuuh hati, El takut jika dia tidak bisa menahan hatinya untuk tidak jatuh cinta.


"ya sudah kalau begitu, tidurlah sekarang atau tidak aku tidak berjanji akan diam hanya malam ini!!" uucap Elio dan menarik tubuh El kedekatnya. keduanya saling terdiam dan El pasrah saja. tidak ada yang bisa ia lakukan lagi jika pria ini sudah mengatakan hal itu, tidak mungkin dia memberontak lagi.

__ADS_1


EL menutup matanya dan mencoba tidur namun tidak bisa sampai saat ini, sudah 1 jam mereka berdua tidur dengan posisi seperti itu namun El masih belum bisa tidur dengan baik. padaal jika ditanya dia sangat mengantuk malam ini. " tuan.. apa anda sudah tidur?' ucap El sambil menatap Elio, ia mengangkat kepalanya sambil menatap Elio yang sudah tidur.


"kenapa?, apa kau tidak bisa tidur?" tanya Elio. ternyata pria ini juga tidak bisa tidur karna baru pertama kali bersikap seperti ini kepada wanita, selama ini Elio tidak pernah berhubungan dengan Elio. dia bahkan tidak bisa membayangkan jika dia akan bersikap begini terhadap Elmira.


"aku lapar, tadikan aku sudah suruh pelayan untuk ambilkan makanan" ucap El sambil menunjuk kearah meja, disana sudah ada beberapa makanan yang dibawakan pelayan untuknya. " ya sudah sana makan dulu, aku tidur duluan" ucap Elio tidak peduli dengan El. mungkin dia juga lelah seharian ini.


"ayo temani aku tuan.. aku tidak bisa makan sendirian" ucap El mengajak Elio untuk makan bersama. entha kenapa El merasa ingin dekat dengan Elio lebih dalam lagi. melihat kondisi pria itu sepertinya El memang ingin mngubah pria itu untuk menjadi takluk padanya.


"aku ngantuk, jangan banyak tingkah atau kau akan menjadi melodi malam ini untukku!" ucap Elio sambil menatap El dengan sorot mata yang sudah berubah. sangat tajam dan dingin, El merasa dirinya terjebak dalam tatapan mata itu sangat dalam, hampir saja El tidak bisa keluar dai tatapan itu.


"baiklah.. saya makan dulu tuan" ucap El mengalah. tidak ingin berlama-lama disana dan menatap Elio yang sudah berubah derastis itu. mata yang tadinya menatap El dengan lembut kini berubahh menjadi sangat dingin dan kembali mengeluarkan aura yang sangat megerikan, seperti bukan Elio yang dikenal oleh Elmira.


El menikmati makanannya sambil menonton TV, melihat Elio yang tidak ada respon saat dirinya menyalakan TV membuat El merasa sedikit terhibur, dia hampir lupa waktu dan tidak ingat bahwa dirinya bukan di apartemen miliknya. dia terlalu menikmati makanan dan juga hiburan yang dia tonton sekarang.


"kenapa sangat lama?, cepatlah selesaikan makanan mu itu" ucap Elio tiba-tiba sudah berada dibelakang El sambil melipat tangannya, ia menatap El dengan tajam dan seolah menyuruh El untuk segera tidur. "baiklah ini sudah selesai tuan" ucap El dan langsung mematikan TV untuk tidur, dia melangkah ketempat tidur dan merebahkan dirinya diikuti oleh Elio dibelakangnya.

__ADS_1


#fid.nch


#Zelenio


__ADS_2