PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 38, Apa Yang Tuan Rasakan?


__ADS_3

Liam sampai kerumah dan langsung mengahmpiri Elio yang sudah menunggunya, Elio menunggu didepan rumah dan lagsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu basa-basi lagi. sedangkan Liam merasa aneh dengan sikap Elio barusan, seolah ada yang tidak beres dengan pria itu. namun Liam tidak mau bertanya karna takut kena semprot dari Elio nantinya. lebih baik diam dan memendam pertanyaan itu sendiri.


mereka melaju menuju perusahaan, Elio tidak banyak tanya atau lebih tepatnya tidak ada pemicaraan didelaam mobil itu, Elio fokus melihat jalanan yang sedikit macet akibat sudah terlalu sore dan pastinya banyak orang yang baru pulang bekerja. Liam yang melihat peruabahan Elio sedikit kaget karna tidak biasanya Elio kesal dan menyuruh dirinya menjemut. biasanya akan ke markas besar mereka dan bertemu denganorang-orang yang akan dia mangsa disana.


sesampainya di perusahaan, Elio langusng turun dari mobil tanpa menghiarukan Liam yang memanggilnya. sepertinya masalah kali ini bukan tentang musuh atau apa, namun masalah hati. Liam bisa merasakan itu karna Elio sejak tadi hanya diam dan tidak ada membahas apa-apa. padahal Liam berusaha untuk bicara padanya namun tidak ada respon dari pria itu, namun ketika Liam menanyakan tentag Elmira, dengan langsung Elio menatapnya.


"Liam duduklah disini, aku ingin menanaykan sesuatu hal padau" ucap Elio dan duduk di kursi miliknya. begitu juga Liam membawa kursi miliknya dan duduk disamping Elio. dia siap mendengarkan curhatan dari tuannya itu saat ini, bila perlu Liam akan turun tangan untuk membantu Elio menyelesaikan masalah hatinya dengan Elmira. "ada apa tuan?, apa anda ada masalah dengan nona?" tanya Liam.


Elio tidak langsung menjawab, dia masih berfikir apakah memang harus bertanya atau tidak. namun meihat ucapan El tadi padanya memang perlu untuk menanykan Liam, anak buahnya yang paling tau semua isi dunia ini. " apa itu cinta Liam?" tanya Elio. dengan ekspresi datar dan sangat kaku Elio bertanya definisi cinta. bukabkah itu hal yang paling lucu didepan Liam.


namun sebisa mungkin Liam tidak tertawa dan masih bisa menahannya. Liam berusaha untuk menahan diri dan menatapĀ  Elio dengan tatapan tidak percaya. pria dewasa di depannya ini bertaya apa itu cinta?, itu tidak salah bukan, padahal Liam juga tidak pernah dekat dengan wanita, namun sebisa mungkin dia menjawa pertanyaan Elio dengan baik, demi hubungannya dengan Elmira.


"cinta itu sebenarnya tergantung orang yang merasakannya tuan. namun jika tuan bertanya seperti apa orang jatuh cinta mungkin saya akan menjawab ketika anda takut kehilangan dia tidak tidak rela orang lain melihatnya, bahkan anda tida rela jika dia ttersenyum untuk orang lain, itulah cinta" ucap Liam dengan serius. Elio yang mendnegar hal itu mengerutkan kening, persis seperti yang ia rasakan untuk Elmira.

__ADS_1


"apa itu tandanya aku mencintai Elmira?, aku takut kehilangan dia dan tidak suka melihatnya dekat dengan orang lain. tapi dia bilang aku terobsesi dengannya" ucap Elio sambil menatap Liam. dia masih tidak percaya dengan jawaban Liam barusan. " obsesi dan cinta itu beda tipis tuan, obsesi itu ketika anda ingin dia harus menjadi milik anda dan tidak bisa ikhlas dia dengan orang lain, anda memaksa dia untuk bersama anda" jawab Liam.


nah ini juga dirasakan oleh Elio terhadap El. dia tidak mau El bersama orang lain dan akan melakukan apapun demi bisa memiliki El, apakah itu juga akan disebut obsesi?. Elio semakin bingung dengan jawaban Liam. " yang benar yang mana Liam, jangan sampai kau ku kirim ke kutub Utara" ucap Elio kesal. niat hati mendapatkan jawaban malah membuatnya semakin bingung saja.


"begini tuan, ketika anda ingin memiliki nona dan tidak suka nona direbut pria lain itu namanya cinta, namun anda juga merasa bahagia saat nona bahagia dengan orang lain, anda bisa ikhlas jika nona dengan orang lain namun bahagia, kalau obsesi anda akan terus memaksa nona bersama anda meski dia tersiksa dan anda tidak peduli yang penting anda bersama dengan dia" ucap Liam. dia seperti pakar cinta untuk saat ini.


"ohh begitu ya, lalu kalau aku apa disebut cinta atau obsesi?' tanya Elio. dia seperti orang yang bodoh dalam urusan cinta, bisa dibilang akan kalah dengan umur bocah 15 tahun. " apa yang anda rasakan tuan?, apakah bahagia ketika nona bersama orang lain atau memaksa nona bersama anda?' tanya Liam memastikan, dia juga tidak bisa memberikan jawaban asal-asalan.


"aku memaksa dia bersamaku, namun aku akan melakukan segala cara untuk membuatnya bahagia. aku selalu melakukan sesuatu yang tidak menyakiti dia. aku mengalah meski aku tidak suka" jawab Elio smabil menatap Liam. entahlah dia sendiri bingung dengan perasannya. dia hanya ingin El hidup bersamanya dan akan melakukan apapun untuk membuat El bahagia bersamanya.


"maksudnya?, aku tau kesukaanya?" tanya Elio. sungguh sepertinya bicara dengan pria ini memang butuh effort yang tinggi dan kesabaran yang tebal seperti dompetnya, kalau tidak Liam akan naik pitam dan justru dipecat dari anak buah oleh Elio. " iya anda harus berubah demi nona, bangun relasi yang baik dengan nona dan jangan memaksa nona jika dia tidak suka" ucap Liam dengan tersenyum.


dia bisa membayangkan bagaimana seorang Elio Dalimus mengalah untuk seorang wanita, melakukan aapun demi seorang wanita. itu hal yang sungguh langka dan perlu untuk di abadikan oleh Liam. " ya sudah kalau begitu, aku akan mencoba untuk berubah. kau harus membantuku agar dia mau menikah denganku" ucap Elio mengancam Liam. sedangkan Liam hanya mengangguk paham dan tersenym.

__ADS_1


ditempat lai, El merasa sedikit senang karna bisa bicara serius dengan Elio. selama ini hubungan mereka hanya berjalan layaknya orang yang tidak pernah kenal. Elio selalu bersikap baik padanya namun terasa canggung. juga El yang merasa nyaman namun tidak bisa mengajak Elio bicara panjang, karnapria itu sellau datar dan dingin jika sudah diajak bicara berdua. selalu menyuruh El tidur duluan.


"dia sangat baik, dia membuatku nyaman dan melupakan sakit hatiku pada Brday. tapi aku tidak mau menikah secepat itu" ucap El dalam hatinya. ia selalu mengindari pernikahan karna merasa belum siap menjadi istri, namun sampai kapan dia harus menahan hal ini dan menghindari pernikahan sedangkan umurnya sudah sangat cocok untuk menikah, matang secara finansal dan emosi.


El turun kebawah mncari Elio, namun ternyata pria itu sudah ergi sejak tadi tanpa mengabarinya. mungkin pembicaraan mereka membuat Elio kepikiran, El bisa mengerti hal itu karna Elio tidak pernah pacaran atau dekat dengan wanita. giliran ditanya tentang cinta dia sendiri tidak tau. El merasa lucu dengan Elio tadi yang bingung menjawab pertanyaan El.


"nona.. apa anda butuh sesuatu?" tanya Blue saat melihat El baru turun dari kamar. biasanya El selalu bersama mereka seharian, kadang bercerita atau merawat kebun bersama. " tidak Blue, aku hanya mencari sesuatu yang bisa dimakan, perutku sakit sekali" ucap El sambil tersenyum. dia kembali ke ruang tamu setelah mendapatkan salad buah yang dia ccari di lemari es.


"apa anda sakit nona?, perlu dibawah berobat?" tanya Blue khawatir, ia tidak bisa membuat El merasa kesakitan dan harus memperhatikan El karna itu memang tugasnya yang utama. " tidak perlu Blue, biasalah penyakit wanita yang selalu datang tiap bulan" jawab El sambil tertawa kecil. lucu sjaa melihat pelayannya itu khawatir padanya, persis seperti Elio tadi khawatir.


"ohh ya sudah kalau butuh sesuatu panggil saja kami ya nona, saya mau ke belakang sebentar" ucap Blue dan diangguki oleh El. dia memilih untuk duduk disofa saja sambil menunggu waktu untuk mandi. kalau ditanya bosan atau tidak pastinya iya, El merasa dua bulan ini sangat aneh tapa bekerja. namun satu sisi dia juga senang karna bisa menghabiskan waktu sendiri dan menikmati semuanya, ditambah Elio selalu menemani dirinya ketika pria itu libur.


#fid.nch

__ADS_1


#Zelenio


__ADS_2