PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 15, Kejutan Untuk Elio


__ADS_3

malam ini Elio akan melanjutkan pekerjaannya, setelah menyruh Roger anak buahnya untuk melakukan sesuatu hal pekerjaan Elio langsung menyeesaikan pekerjaan perusahaan. sudah cukup lama dia meninggalkan perusahaan dan saatnya Elio harus melihat seluruh laporan perusahaan yang dia kelola.


untuk urusan wanita yang tadi di acara fashion show, mungkin Elio akan menunggu kabar daro Roger karna anak buahnya itu yang saat ini melanjutkan untuk mencari tau tentang model Elmira. Elio ingin secepatnya mengetahui identitas wanita itu dan membawanya sebagai melodi untuknya.


"tuan.. ini laporan saham perusahaan CC, dan juga laporan keuangan cabang yang ada di AS" ucap Liam memberikan berkasnya kepada Elio. pria itu hanya menatap dengan dingin dan aura yang mendominasi. dengan perlana Elio membuka berkas itu dan membaca dengan teliti.


tidak ada yang menarik, dan tidak ada masalah disana. semua berjalan dengan baik tanpa ada kendala apapun. Elio merasa jika Liam melakukan semua perkerjaannya dengan sangat baik. dapat diandalkan untuk saat ini. " tuan, malam ini jangan keluar dulu, banyak berita yang beredar tentang pembunuhan itu" ucap Liam


dia hanya tidak ingin sesuatu terjadi kepada Elio. Liam adalah anak buah Elio yang sangat pintar dan juga sangat setia kepadanya, juga Liam adalah satu-satunya orang yang bisa didengaran oleh Elio perkataannya. " aku butuh melodi untuk bisa tidur Liam" jawab Elio sambil menatapnya.


"nanti saya akan suruh Erlan untuk mencarinya, asalkan jangan tuan yang turun tangan" ucap Liam sambil mengambil ponselnya, dia tidak ingin Elio melakukan hal aneh diluar sana dengan maraknya kasus pembunuhan dikota itu dan polisi sedang gencar mencarinya.


"tidak perlu!. aku sendiri yang akan melakukan. semua sudah aku atur dengan baik" ucap Elio tersenyum. namun senyuman itu penuh dengan arti, tangannya sudah sangat gatal untuk melihat air merah keluar dari tubuh manusia dengan tangannya sendiri, Elio menginginkan melodinya malam ini.


"saya moon tuan, untuk malam ini saja. tolong jangan keluar" ucap Liam, dia maish berusaha menahan Elio agar tidak keluar malam ini. kasus tentang pembunuhan berantai dikota itu masih sangat panas dan semua masyarakat sedang sibuk membahasnya, Liam takut jika nantinya Elio tertangkap dan menyusahkan mereka.


"tidak usah khawtair LIam, aku bukan pertama kali melakukannya" ucap Elio dan menyuruh Liam untuk kleuar dari ruangannya. Elio mendegus kesal dan menutup pintunya. ia melanjutkan pekerjaannya dan nanti akan mencari sumber melodi indahnya diluar sana, Elio tau jika masih banyak melodi yang belum dia dapatkan.

__ADS_1


Elio berusaha untuk melakukan dengan hati-hati, ia membawa alat yang sering dia pakai dan mencari tempat paling gelap di sudut kota itu, Elio melihat ada sesorang yang tengah berjalan dengan santai didepannya. namun area yang dia lewati saat ini banyak CCTV, jadi Elio tidak berani melakukannya.


dia mengikuti orang itu sampai akhirnya tiba di gang sempit kota. Elio menatap pria yang tengah berjalan sangat santai malam ini. pria itu heran kenapa Elio mengikutinya, namun dengan waswas dia tetap melanjutkan langkahnya, namun tiba-tiba Elio tidak terlihat dibelakang lagi.


pria itu mencoba untuk melihat sekelilingnya, kosong. hanya ada beberapa lampu yang masih menyala. pria itu mencoba untuk melangkah kembali dan menepis pikirannya yang sudah asing. dia berusaha untuk mengambil ponselnya namun tiba-tiba, sebuah besi pengait sudah berada dilehernya.


SRETT..


da*rah segar mulai bercucuran dari tubuh pria itu\, seketika nafasnya tersenngal dan kemudian dia langsung merenggang nyawa. sedangkan Elio hanya menatap dengan iba\, tidak ada suara melodi yang dia dapatkan. hanya ada da*arh segar dan hangat bercucuran dijalan.


Elio menyeret tubuh itu dan meletakkannya dijalanan. ia mengambil sesuatu dari saku jaketnya dan SRAKK.... bukan kaki atau tangan yang dia ambl malam ini, namun perut pria itu sudah tidak berbentuk lagi. Elio hanya tersenyum dan menelfon Roger untuk membereskan semuanya.


Roger yang menerima panggilan itu langsung mengajak anak buahnya untuk pergi ke lokasi yang dikirim oleh tuan mereka. dengan membawa beberapa orang Roger menyetir dan menuju lokasi yang baru saja dikirim Elio padanya. pasti malam ini dia harus menyelesaikan sesuatu yang belum tuntas oleh tuannya.


namun ditengah jalan, Roger dan anak buahnya ldihadang oleh satu mobil putih. entah siapa itu Roger tidak tau, dia juga tidak mengenal mobil itu. Roger berusaha tetap tenang dan keluar dari mobil, namun sipemilik mobil puth tidak keluar, namun dia terus berada ditempat yang sama.


Roger yang melihat hal itu curiga karna selama ini tidak ada orang yang benar-benar ingin mencari perkara dengan mereka. bahkan sekalipun orang dunia bawah marah dnegan mereka, tidak ada yang berani mengusik geng mafia Walkdark yang terkenal kejam dan bosnya psyco.

__ADS_1


Elio sampai kerumah dengan keaada yang kacau. tubuhnya bau amis dan juga ada dar*ah yang lengket pada tangannya, melihat hal itu Liam hanya bisa ikut sampai keatas dan menatap Elio dengan hheran. entah kapan pria itu pergi keluar dan tiba-tiba sudah pulang dengan keadaan kacau.


"tuan anda melakukannya lagi, sekali saja jangan lakukan itu" ucap Liam sambil menatap Elio dengan memohon. dia hanya takut terjadi seustau kepada Elio. " jangan memerintahku Liam, kalau kau mau menggantikan mereka aku akan berhenti satu hari" jawab Elio sambil masuk kedalam kamarnya, meninggalkan Liam yang hanya mematung disana.


Elio membersihkan tubuhnya dengan cepat dan merebahkan diri diranjang, dia langsung mengambil ponselnya dan melihat situasi di media sosial, meski dia jarang menggunakan media sosial, namun Elio masih sering memantau peradaban manusia disana, ingin tau bagaimana kabar terbaru tentang negara dan kondisi manusia.


namun, beberapa menit kemudian Liam mengetuk pintu kamar Elio dan memanggil namanya. Elio langsung beranjak dari rajang dan membuka pintu kamar. entah apa lagi nasihat yang akan diberikan oleh anak buahnya itu kepadanya, Elio sedikit kesal dan bosan dengan ucapan Liam lama kelamaan.


"ada apa?, apa kau ingin menasihati ku lagi?' ucap Elio dengan ketus. menatap Liam dengan tajam dan mendominasi tempat itu. bukannya marah atau takut Liam langsung menyodorkan kardus yang dia dapatkan dari pengawal depan yang katanya paket untuk Elio, tuan mereka.


"ini ada paket untuk tuan, katanya harus tuan yang membuka" ucap Liam sambil memberikan kardus itu kepada Elio. dengan heran Elio menerimanya dan langsung turun kebawah untuk membukanya. dia tidak tau siapa yang mengirimkan paket untuknya, keluarga saja dia tidak punya.


Elio dan Liam duduk dikursi dan mengambil pisau untuk membuka kardus itu, namun alangkah terkejutnya mereka mendapati kepala manusia yang asing untuk mereka, namun dikela itu sudah ada catatan untuk Elio. "kejutan untukmu Elio Delimus, aku tungu balasannya" tulisan itu seperti mengejek untuk Elio.


Liam menatap Elio sedangkan Elio hanya diam dan berfikir siapa orang yang sudah melakukan hal ini, sangat berani mengusik dirinya. padahal selama ini Elio tidak pernah melakukan apapun dan tetap seperti dulu, namun ada orang yang berani mengusik mereka.


"kita lihat permainan apa yang mereka mainkan, aku ikutin dan Liam kau harus bersiap untuk melakukan semuanya" ucap Elio tersenyum tipis. didalam otak sudah ada beberapa rencana yang akan dia lakukan untuk melihat seberapa kuat lawan mereka kali ini.

__ADS_1


#fid.nch


#Zelenio


__ADS_2