
Pria itu berlari bersama anak buahnya sambil membawa beberapa barang berharga mereka. dia tidak lagi melihat kebelakang karna saat ini yang paling penting adalah nyawa mereka. tidak peduli anaka buahnya yang mati-matina bertarung disana dan juga markas mereka menjadi tempat manyat yang berlumuan darah.
pria itu terus berlari sampai akhirnya dia melihat ada mobil yang datang menghampiri mereka. itu adalah anak buahnya yang datang menolong, dia langsung masuk kedalam mobil dan juga langsung melaju begitu saja. dia menahan amarahnya karna tidak sempat melihat siapa yang berbuat ini, meski dia sendiri tau ini adalah ulah dari musuh mereka, Walkdark.
berbeda dengan konsisi pria itu. disini Elio beserta anak buahnya sedang menggeledah tempat itu, namun tidak menemukan musuh mereka yang sebenarnya. Elio merasa sedikit kecewa karna sebenarnya musuh yang harus mereka bunuh tidak berada disana. sedangkan yang lain tengah bersiap untuk membantu teman-teman mereka yang terkena luka tembak.
"kalian bersihkan tempat ini, jangan sampai ada yang meninggalkan jejak. aku tidak ingin hal ini tercium oleh polisi nantinya" ucap Elio kepada anak buahnya. dia tidak bisa menemukan musuhnya yang sudah lama tidak bertemu dengan Elio, dia ingin sekali melihat wajah dan juga membuat musuhnya mendekam dalam penjara bawah tanah mereka.
"semuanya bersiap untuk kembali ke markas, sampai disini dulu untuk hari ini. setidaknya mereka sudah tau bagaimana kita bergerak untuk menghancurkan mereka!" ucap Elio kepada semua anak buahnya. mereka yang tidak terluka langsung keluar dan menuju mobil masing-masing.
begitu juga dengan Elio dan juga Erlan, mereka berdua keluar dari gedung itu dan langsung menuju markas besar, sedangkan Roger sedang mengurus beberapa anak buah yang terluka disana. itu adalah tugas Roger sebagai pemimpin dari semuanya, dia yang bertanggung jawab dalam mengurus hal seperti ini.
Elio kembali ke markas dan mengambil ukiran kayu yang dulu ia dapatkan dari mus, sangat yakin jika musuhnya itu pasti memiliki banyak jaringan disekitarnya, maka dari itu Elio harus berhati-hati dalam bertindak, bisa jadi nanti orang yang menjadi kepercayaannya adalah musuh yang sebenarnya.
__ADS_1
disisi lain, El merasa dirinya bosan. setiap kali dia selesai sarapan dan tidak mengerjakan apa-apa. ini sudah hampir dua hari dia dikurung dalam rumah ini membuat El merasa akan membiasakan dirinya. entah sampai kapan dia akan ttinggal disini, El berharap dirinya tidak lama disini dia merindukan apartemennya.
hari ini jadwal El adalah menonton drama kesukaannya juga ingin melihat beberapa tanamana dibelakang rumah. rumah Elio begitu besar dan ada taman yang besar disana, disamping taman itu juga ada kebun yang ditanami beberapa pohon yang dicangkok, entah siapa yang merawatn\ya, El pikir bukan Elio yang melakukan itu.
sama seperti hari kemarin, El ditemani oleh tiga gadis pelayan yang sudah ditugaskan menjaga dan memenuhi kebutuhan El selama disana, dia selalu diikuti oleh mereka bertiga kemanapun selain didalam kamar. karna di kamar Elio tidak boleh seorang pun yang bisa masuk, kecuali untuk membersihkan kamar dan hanya itu.
Elio tipe pria yang tidak ingin berdekata dengan wanita manapun, dia bahkan tidak mengizinkan pelayan wanita masuk kedalam kamar pribadinya, apalagi sampai melihat seluruh kamar pribadinya, Elio selalu menyuruh pengawal pria yang membersihkanya atau tidak Liam yang mengambil baju kotor atau apapun itu didalam kamar.
"kalian tidak bosa bekerja seperti ini tiap hari?, apa kalian tida mau melihat dunia luar?' tanya El sembari melihat beberapa bunga yang ada ditaman itu. dia tertarik dengan beberapa jenis bunga yang ditanam disana. sangat cantik dan juga membuat belakang rumah itu menjadi menarik jika semua bunga berkembang.
"tidak dikekang gimana?, kalian selalu dituntut melakukan pekerjaan dengan keras dan juga banyak atauran yang tidak masuk akal" jawab El sambil melirik mereka bertiga. " tidak begitu nona, sebenarnya disini sangat menyenangkan. hanya saja kami harus patuh dalam beberapa aturan" jawab gadis yang paling tinggi.
mereka bertiga sebenarnya anak pelayan yang pernah bekerja dengan keluarga Elio sebelumnya. dan ketika orangtua mereka tidak lagi bisa bekerja, maka anak-anaknya yang meneruskan pekerjaan ini. mereka bertiga juga tidak secara sengaja bertemu dirumah ini.
__ADS_1
gadis yang berwajah bulat itu adalah anak dari pelayan Elio yang paling lama bekerja dirumah itu, namanya adalah Bella Pawito, umur dia dengan dua temannya tidak jauh berbeda namun lebih muda. umurnya saat ini 20 tahun. sedangkan yang paling tinggi adalah Blue Sawira, anak dari pelayan Elio yang cukup lama dan dulu pernah menjadi pelayan yang paling rajin dirumah itu.
dan yang terakhir adalah Filka Dehaw anak dari suami istri yang pernah bekerja dirumah ini namun orang tuanya sudah almarhum, jadi Elio mengangkatnya menjadi pelayang karna mengingat jasa kedua orangtuanya yang pernah bekerja disana. umur Filka 24 tahun, dan Blue berusia 21 tahun.
"aturan itu yang membuat kalian terkekang sebenarnya" ucap El sambil memetik satu bunga disana, dia sangat tertarik dengan bunga itu. " tapi kami masih bisa merasakan kebebasan nona, kami bahkan berkuliah seperti orang pada umumnya, namun kami tidak bisa ikut campur masalah keluarga ini, apapun itu kami harus tutup mulut" ucap Filka.
dia yang paling lama disini bekerja,dan pastinya tau apa yang menjadi aturan yang benar-benar tidak bisa dilanggar oleh mereka dirumah itu. " apa kalian kuliah juga?, bagaimana kalian mengatur waktu?' tanya El. dia baru tau mereka bisa kuliah dan bekerja disini, El pikir mereka tidak bisa bebas diluar sana.
"iya nona, kami hanya bekerja pagi saja dan selebihnya kami akan kuliah meski online. tuan menyuruh kami kuliah sekaligus kerja, dia yang memaksa kami kuliah" jawab Bella sambil tersenyum. dia dulu berfikir tidak akan bisa hidup sebaik ini, namun ternyata lebih dari yang dia pikirkan.
"kalian hebat sekali, aku saja dulu kerja sekaligus kuliah sangat susah, meski aku kuliah online" jawab El tertawa hambar, dulu dia awal-awal merintis karir dari bawah dan sangat kesulitan membagi waktu. dulu El sangat sering menangis karna merasa tidak kuat hidup seperti ini.
"nona beruntung mendapatkan tuan, dia adalah pria idaman setiap wanita, kami saja sangat kagum dengan tuan" ucap Blue dan menatap teman-temannya, dan itu memang benar mereka bertiga sangat menyukai Elio sebagai majikan jjuga sebagai pria yang mereka idamkan.
__ADS_1
#fid.nch
Zelenio