PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 24, Jangan kemana-mana


__ADS_3

El dan Elio sama-sama memejamkan mata, keduanya tampak sudah sedikit tenang dan tidak lagi seperti tadi. El bisa tidur begitu juga Elio, sedikit menerima bahwa malam ini dia ditemani tidur oleh El, tidak ada lagi keinginan untuk mendegarkan melodi indahnya setiap malam. Elio mampu menahan dirinya untuk tidak mencari mangsa malam ini, dia tidur begitu nyenyak disamping El


Pagi harinya menjelang, Elio melihat El masih tidur dibawah selimut sambil memeluk guling kesukaannya, selama di Indonesia itulah kebiasaan El saat tidur, dia tidak bisa jauh-jauh dari yang namanya guling. Elio turun dari ranjang dan langsung membersihkan diri.


hampir 20 menit Elio mandi namun El masih tetap tidur, tidak ada tanda-tanda wanita itu ingin bangun, mungkin ia sudah terbiasa seperti ini jika tidak ada pemotretan pagi hari. El terbiasa bangun siang jika bukan karna pekerjaannya yang menyuruhnya bangun pagi. sedangkan Elio hanya mendiamkan El dan mengenakan bajunya untuk ke kantor sebentar.


Elio melihat El yang masih tdiur merasa gemas sendiri, wanita itu bahkan tidak terhusik sedikitpun saat Elio menyentuh pipinya. dia begitu tenang dan tetap diam daam tidurnya. " dasar wanita tidak bisa bangun cepat, bagaimana dia sebagai istri" ucap Elio dan menyentuh kening El.


barulah El merasa sedikit terganggu dan mengerjapkan matanya, dia menatap seolah ada seseorang didepannya. El tidak sadar jika dirinya tidak berada di apartemen, dia pikir itu adalah amnager Ling yang datang untuk membangunkan dirinya seperti sebelumnya, manager Ling selalu menjadi alarm untuknya.


"kenapa datang pagi sekali, aku tidak ada pemotretan hari ini" ucap El dengan suara khas bangun tidurnya dan masih memejamkan matanya. dia masih enggan untuk bangun karna matanya begitu berta untuk buka. " siapa yang menyuruhmu pemotretan, bangunlah dan mandi!" ucap Elio tentu saja El terkejut dengan suara itu.


ia pikir siapa pria yang tiba-tiba masuk kedalam apartemennya dan membangunkan dirinya. El pikir manager Ling membawa seorang pria kesana dan membangunkan dirinya. " hah.. manager Ling siapa dia?' ucap El langsung bangun dari tidurnya dan menatap sekeliling. sedangkan Elio mengerutkan kening, merasa aneh melihat tingkah El saat itu.


"tidak ada manager Ling disini, bangunlah dan turun untuk sarapan!' ucap Elio dan menyentil kening El agar wanita itu sadar dari mimpinya. "aww.. sakit" ucap El dan menatap Elio dengan tajam, barulah dia sadar jika saat ini ia tidak berada di apartemen malinkan dirumah pria yang menculiknya kemarin.

__ADS_1


"dasar pria monster.. apa tidak bisa membangunkan ku dengan lembut" ucap El menggerutu, namun El tetap bangun dan memilih untuk mandi lebih dulu. dia tidak mau bertemu dengan pria itu dan turun dengan keadaan seperti ini, rambutnya seperti singa yang baru bangun juga matanya yang masih 5 watt.


El mandi selama 20 menit dan langsung berganti baju, ia melihat beberapa baju yang sudah tertata rapi dilemari tempat baju Elio. benar-benar dirinya akan dikurung pria itu selama yang dia mau dirumah ini, padahal El sangat ingin keluar dari rumah yang tidak punya kehidupan ini dan kembali melakukan pekerjaannya.


El turun dengan mengenakan dress selutut dan menatap Elio yang sudah berada dimeja makan, mungkin menunggu dirinya untuk sarapan bersama. " kenapa sangat lama, aku ingin pergi ke kantor" ucap Elio saat El duduk didepan pria itu. " siapa suruh menunggu ku, aku tidak menyuruhmu" ucap El cuek dan mengambil makanannya, sedangkan Elio merasa kesal dengan respon wEl seperti itu.


keduanya menikmati sarapan dengan tenang, meski awalnya mereka sempat adu mulut namun El masih sabar menghadapi sikap pria monster itu dan berusaha untuk menjadi wanita baik, kara El ingin membuat rencana unuk keluar dari rumah ini, dia ingin kabur secepatnya.


"aku akan ke kantor sebentar, kau jangan kemana-mana dan ingat tidak ada tempat mu untuk kabur dariku, kau adalah milkku dan akan ku temukan kemana pun kau berada" ucap Elio smabil menghirup aroma tubuh El dengan dalam. dia juga tak lupa menyuruh peara pelayan untuk menjaga El selama dirinya tidak berada dirumah.


"aku ingin keluar.. tidak akan kabur aku janji" ucap El. namun Elio seolah tidak mendengarnya dan melangkah keluar begitu saja, dia tidak ingin mendengar ucapan El dan memilih untuk pergi saja. sedangkan El merasa kesal dan melayangkan tangannya ke udara, seolah meninju Elio namun tidak sampai.


sedangkan Liam,dia sibuk di perusahaan dan juga memantau El dari kanto. urusan El memang diserahkan kepadanya, dia yang mengurus semua kebutuhan El   karna Liam begitu lembut dan kesabarannya sangat tebal, berbanding terbalik dengan Erlan atau pun Roger, yang ada mereka akan membuat El merasa risih dirumah itu.


"hallo tuan.. selamat datang" ucap pengawal didepan pintu saat kedatangan Elio. mereka semua menunduk seolah tidak melihat wajah Elio. sedangkan Elio hanya berdehem dan melangah masuk, dia melihat beberaa anak buahnya yang sibuk berlatih juga melakukan tugas masing-masing.

__ADS_1


ada yang latihan menembak, latihan tinju, juga ada yang latihan fisik. semua punya masing-masing tanggung jawab mereka di geng ini, dan Elio selalu memantau perkembangan dan juga kebutuhan mereka, tidak ada yang kurang untuk anak buahnya karna Elio tidak ingin anak buahnya merasa tidak diperhatikan disana.


"pagi tuan.. tumben pagi-pagi sudah berada disini" ucap Roger yang melihat kedatangan Elio disana. sedangkan Erlan fokus pada pekerjaannya, dia seolah mendapatkan sesuatu dari sana, dia menatap Elio yang juga menata dirinya keduanya sama-sama saling menatap dan seolah tau isi pikirkan mereka.


"baang kita yang ada di China sedang ditahan oleh pihak yang bertanggung jawab, ada yang membocorkan pengiriman kita" ucap Erlan dan memutar layar komputer miliknya sehingga Elio dan Roger dapat melihat apa yang ada disana, beberapa anak buah mereka sedang ditahan oleh pihak keamanan negara itu.


"kenapa bisa terjadi?, apakah kalian tidak berhati-hati saat mengirimnya?' tanya Elio dengan emosi, baru kali ini mereka gagal mengirim barang dan malah tertangkap oleh pihak keamanan, selama ini pengiriman mereka selalu lancar tanpa ada yang tau, bahkan mereka tidak pernah meninggalkan jejak apapun selama pengiriman.


"aku tidak tau tuan, mungkin ada orang yang membocorkan tentang kita, juga beberapa rekan kita yang memilih untuk keluar dari geng ini" ucap Erlan memberikan bukti beberapa anak buah mereka memilih untuk keluar dengan alasan yang sangat tidak masuk akal, padahal selama ini mereka baik-baik saja.


"mereka sangat cepat bergerak, kita tidak boleh terlambat untuk mebbatalkan rencana mereka selanjutnya" ucap Elio menatap layar itu. dia langsung duduk dikursi miliknya dan membuka komputernya. tidak lupa juga dia menyuruh Erlan mengirimkan nama-nama yang munduur dari geng mereka, karna dalam kamus Walkdark tidak ada yang menjadi pengkianat dan juuga mundur dengan alasan tidak jelas.


itu artinya mereka semua siap dengan segala konsekuensi yang akan mereka dapatkan dari Elio. bahkan mereka juga sepertinya sudah sangat mempersiapkan ini dari jauh-jauh hari, jadi Elio akan memberikan sesuatu yang juga dipersiapakan dari jauh-jauh hari.


"Roger.. urus barang kita yang ada di China, jangan sampai aku yang turun tangan mereka semua akan mati ditanganku!" ucap Elio. sepertinya emosinya sudah mencapai tingkat tinggi sehingga Elio ingin turun tangan sendiri, jarang sekali dia melakukan hal seperti ini.

__ADS_1


#fid.nch


#Zelenio


__ADS_2