PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 39, Senyaman Itukah?


__ADS_3

Elio pulang dari perusahaan dengan membawa jawaban dari Liam., dia akan memikirkan jawaban dari Liam tadi dan akan mengatakannya kepada El, apapun jawaban El nantinya Elio akan menerimanya dengan lapang dada. sama seperti apa yang dikatakan oleh Liam, bahwa cinta itu buka memaksanya namun membiarkan dia memilih dan melihatnya bahagia, namun Elio ingin El memilih dirinya.


jam 7 tepat Elio sampai dirumah dan melihat El sedang makan malam. dia memang tidak mengabari bahwa dirinya keluar tadi siang alhasil El meninggalkan dia makan malam. ya biasanya juga mereka jarang makan bersama karna Elio keseringan pulang larut malam, jadinya El makan sendiri di meja. tadinya mengajak trio gadis yang selalu menemaninya namun mereka selalu menolak ajakan El karna peraturan rumah itu.


"dari mana?, kau kerja tadi siang?" tanya El sambil menatap Elio yang baru saja pulang. dia menawarkan Elio untuk bergabung bersamanya namun pria itu memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu. dia tidak ingin makan sebelum mandi. " ya sudah nanti aku bawakan keatas" ucap El sambil menatap Elio. pria itu hanya mengangguk dan melangkah begitu saja.


setelah selesai makan malam, El membawakan untuk Elio keatas agar pria itu tidak perlu lagi turun kebawah untuk mengambil makanannya, El melakukan itu karna memang ingin saja bukan karna ada motif lain hahahaha. dia masuk kedalam kamar dan melihat Elio baru saja selesai mandi, dengan menegnakan celana pendek seperti biasa dan juga telanjang dada. El tidak lagi malu namun sedikit canggung.


"ini makanan mu, aku tidak tau kau suka atau tidak. atau kurang mungkin" ucap El, ia meletakkan pirig diatas meja dan menyuruh Elio untuk duduk. pria itu hanya pasrah dan ikut apa kata El sedari tadi. Elio menikmati makanan yang dibawa oleh El kepadanya, cukup oke untuk porsinya namun karna El menemaninya membuat Elio semakin semangat untuk makan malam.


"tidurlah duluan, aku ingin mengerjakan sesuatu lagi nanti" ucap Elio kepada El, dia menatap wanita itu dengan lembut. Elio penasaran seperti apa cinta yang di inginkan oleh wanita didepannya ini. Elio rasanya ingin memberikan itu kepada El. " aku mau ikut boleh?, aku mau lihat kau bekerja" jawab El dengan wajah yang memohon. dia juga ingin bekerja meski hanya dirumah.

__ADS_1


"ya sudah nanti, tapi aku tidak yakin kau akan betah bekerja denganku atau tidak" ucap Elio dengan senyuman smirk. entah apa yang dipikirkan oleh pria itu, namun El hanya mengangguk dan yakin jika dirinya akan bisa mengikuti pekerjaan Elio nanti. " apa pekerjaanmu sangat banyak?, tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu sibuk seperti pengusaha lain?" tanya El.


dia penasaran dengan pekerjaan Elio, dia ingin tau seberapa sibuk pria ini dan seberapa banyak perusahaan yang dia punya, bukan karna El mata duitan hanya saja dia heran Elio tidak pernah bekerja seperti bos lainnya, selalu sibuk meeting, rapat atau dinas keluar negri. Elio sepertinya snagat santai dalam pekerjaannya, padahal kata manager Ling dia pengusaha paling kaya di dunia, dia pemilik perusahaan terbesar.


"nanti kau juga akan tau, kalau tau sekarang rasanya tidak baik" jawab Elio tersenyum, dia mengelus kepala El dan mengecup kening El dengan lembut. gerakan yang sangat tiba-tiba dan El tidak sempat untuk menghindar. Elio hanya sebenatr mengecupnya dan langsung menatapnya dengan lembut. El melihat sesuatu yang tersebunyi dalam tatapan itu, namun ia juga tidak berani untuk bertanya.


"kalau nantinya kau tau siapa aku sebenarnya semoga tidak menjadi alasan kau akan meninggalkan ku. aku hanya tidak ingin ketika kau tau siapa aku, dan merasa aku tidak layak untukmu" ucap Elio lagi. entah kenapa tiba-tiba kata ituu keluar dari mulutnya. padahal dia juga tidak akan membiarkan El meninggalkan dirinya jika hanya karna statusnya atau pekerjaannya, beda dengan jika El tidak mencintainya.


"lebih dari itu, kau tidak perlu tau sekarang" jawab Elio dan membawa El masuk kedalam ruang pribadinya. baru kali ini Elio membawa seseorang selain Liam kedalam ruangan ini, biasanya Elio sangat anti jika melihat orang lain masuk kedalam, namun sekarang dia sendiri yang membawa El masuk kedalam. " duduk disini dan lihatlah aku bekerja" ucap Elio dan mendudukkan El dipangkuannya.


keduanya sama-sama diam, El menatap seluruh isi ruangan itu. sama seperti kamar Elio, gelap dan tidak ada kehidupan didalamnya,. bedanya ruangan ini terasa sangat mati, entah kenapa El merasa didalam sini tidak bisa bernafas dengan baik. dia merasa terlalu gelap, hanya ada lampu diatas meja yang menerangi meja kerja Elio. entah kenapa pria itu bisa tahan didalam sini berlama-lama.

__ADS_1


Elio fokus pada beberapa file yang dikirim oleh Liam kepadanya, beberapa laporan perusahaan membuat Elio sedikit emosi, masih ada saja orang-orang yang melakukan penggelapan dana perusahaan, entah apa yang dipikrikan mereka. segara Elio menghubungi Liam untuk membereskan orang-orang seperti ini dari perusahaan mereka, Elio tidak mau memelihara tikus yang merugikan perusahaan.


"hallo.. cek beberapa nama yang sudah ku kirim dalam email mu, pastikan mereka tidak bekerja lagi besok di perusahaan. dan katakan kepada semua karyawan untuk jangan mencoba-coba melakukan hal yang sama lagi" ucap Elio kepada Liam. El yang melihat cara bicara Elio kepada Liam sangat tegas, sorot matanya menandakan jika pria ini sedang marah.


"baik tuan, saya akan sampaikan" jawab Liam segera. meski dia sudah berapa kali mencoba memberantas hal seperti ini, namun tetap saja ada orang yang masih berani melakukannya. " jangan lupa bawa mereka ketempat biasa, aku ingin meliat tikus-tikus kecil itu secara langsung!" ucap Elio. perintahnya sudah tidak bisa dibantah, bahkan Liam tidak bisa angkat bicara lagi.


"apa yang akan kau lakukan pada orang-orang itu?, apa kau akan menghukum mereka?' tanya El menatap Elio. dia merasa kasihan jika saja Elio menghukum mereka, entah memenjarakan mereka atau apalah. El tidak bisa melihat hal seperti itu, dia kasihan dan berfikir jika mereka dihukum bagaimana dengan keluarga mereka dirumah. " hanya memberi peringatan, paling tidak merasakan bagaimana susahnya mencari ide" jawab Elio tersenyum.


El merasakan kenyamana saat menemani Elio bekerja, meski dia bicara hanya sesekali karna pria itu sangat fokus mengerjakan pekerjaannya. sudah hampir 2 jam El duduk diatas pangkuuan Elio dan pria itu tidak mengeluh kelelahan. El sampai ketidiran disana dan Elio baru mengehentikan pekerjaannya. ia tersenyum melihat wajah El, entah siapa yang capek siapa yang ketiduran duluan hahaha


#fid.nch

__ADS_1


#Zelenio


__ADS_2